Walikota Ambon: Pernyataan Wiranto Tentang Pengungsi Itu Halus Tapi Menusuk

  • Bagikan

Ngelmu.co – Richard Louhenapessy, Walikota Ambon merasa malu setelah mengetahui pernyataan Menko Polhukam Wiranto terkait para korban gempa di Ambon.


Pada berita yang dilansir salah satu media online di Jakarta, Wiranto meminta masyarakat Ambon untuk kembali ke rumah karena situasi sudah aman dan pemerintah harus menanggung kehidupan mereka di pengungsian.


“Diharapkan masyarakat dapat kembali ke tempat tinggal masing-masing untuk mengurangi besaran jumlah pengungsi, bila terlalu besar sudah menjadi beban pemerintah baik pusat maupun daerah,” ungkap Wiranto di kementrian pada hari Senin (30/9/19).


Merespons pernyataan itu, Walikota Ambon lalu menyampaikan kekecewaannya atas ucapan Wiranto. Baginya, banyaknya jumlah pengungsi yang berada di lokasi pengungsian adalah korban akibat trauma dan ketakutan akan terjadi tsunami.


“Sebagai Walikota Ambon, saya merasa malu. Sebab pemerintah pusat itu memberikan perhatian bahwa ternyata para pengungsi yang banyak dan ada itu bukan karena dampak dari pada gempa secara langsung tapi ini karena ketakutan dan trauma,” ucap Richard kepada wartawan seperti dilansir Kumparan, di hari Selasa (1/10/19).

“Pernyataan Menteri Polhukam itu sangat halus namun maknanya sangat menusuk.” imbuh Richard.


Karena itulah, Walikota menghimbau masyarakat yang masih di tempat pengungsian di sekitar Kota Ambon kembali lagi pulang ke rumah masing-masing.


“Itu kan halus tapi sangat menyakiti. Oleh karena itu, saya juga sudah menghimbau kemana-mana,” jelasnya.
Kini pemerintah Kota Ambon sedang menyiapkan bantuan kepada para korban terdampak gempa.


“Setelah 14 hari tanggap bencana itu sudah cukup buat masyarakat kota Ambon karena kita tidak berdampak secara langsung, Kabupaten Maluku Tengah dan SBB itu memang berdampak,” terangnya.

Masyarakat Ambon juga dihimbau untuk lebih mempercayai informasi dari badan-badan pemerintah resmi, daripada info yang beredar di medsos.

  • Bagikan