Warga Teriak “2019 Ganti Presiden” Saat Anies Bicara Keadilan di Kampung Akuarium

 

Teriakan “2019 Ganti Presiden” terdengar lantang saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pidato dalam peringatan 2 tahun penggusuran di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara yang terjadi di zaman Ahok.

Teriakan itu datang dari warga ketika Anies menyampaikan tentang pemerintah yang seharusnya memperhatikan keadilan sosial bagi warganya.

“Ini pelajaran bagi Republik Indonesia dan ini pelajaran bagi kemanusiaan sedunia. Bahwa apa yang terjadi di Kampung Akuarium tidak boleh terulang di mana pun di bumi pertiwi ini. Kebijakan itu harus menyandarkan pada konstitusi. Nomor satu konstitusi dan konstitusi, kami dan orang-orang (Pemprov DKI) yang menomorsatukan dua kata, keadilan sosial,” papar Anies, Sabtu (14/4/2018) sebagaimana diberitakan Detik.

Anies menegaskan Pemprov DKI di bawah kepemimpinannya akan melaksanakan keadilan sosial dalam seluruh kebijakannya.

“Tetapi peristiwa itu tidak boleh dilupakan, dan ini adalah pesan yang saya dan kami semua di Pemprov harus pegang. Seluruh aparat Pemprov harus paham bahwa di Jakarta kata kuncinya adalah keadilan sosial. Kalau tidak mau pegang kata kunci itu, tak usah menjadi bagian dari gubernur sekarang,” kata Anies.

Pernyataan Anies mendapat respons meriah dan disambut tepuk tangan warga Kampung Akuarium yang hadir. Sambil bertepuk tangan seorang warga pun berteriak soal ganti presiden.

“2019 ganti presiden,” teriak salah seorang pria dengan semangat.

Anies sempat menghentikan pidatonya saat teriakan tersebut terdengar. Usai acara, Anies enggan menanggapi hal itu.

“Tanggapan saya, kita bereskan (Kampung) Akuarium dulu,” ujar Anies.