Opini  

Welcome to Defectors Club, Klub Pembelot, Ahlan wa Sahlan!

 

Untuk mengatisipasi lonjakan jumlah tokoh umat yang membelot ke kubu Jokowi, kabarnya akan segera dibuatkan “special club” (klub khusus). Saya mendapat bocoran bahwa kelompok khusus itu diberi nama “Defectors Club of Jokowi Lovers”. Akan disingkat menjadi “Defectors Club” saja. Supaya mudah dan cepat menyebutkannya ketika para calon pembelot mau melakukan “phone inquiry” (nanya-nanya lewat telefon) atau langsung mendaftar.

Sebagai general manager Defectors Club (Klub Pembelot) akan ditunjuk Prof Mahfud MD. Sedangkan Ali Mochtar Ngabalin akan menjadi manajer pemasaran. Tidak jelas bagaimana posisi TGB yang baru saja “lompat indah” ke kubu Pak Jokowi.

Di Defectors Club, para pembelot akan terjamin kemaslahatan mereka. Tetapi, sebaliknya, para pembelot tidak bisa lagi keluar dari klub ini. Bisa masuk, tak boleh keluar. Ini peraturan klub. Term and Condition-nya begitu. Bagi yang coba-coba keluar, dendanya besar.

Klub khusus ini akan melayani para pembelot dan mereka yang ingin membelot ke kubu Jokowi. Defectors Club menyediakan berbagai fasilitas. Antara lain akan dibentuk New Carrier Development Centre (Pusat Pengembangan Karir Baru). Mungkin akan ada “job guarantee” (jaminan pekerjaan) bagi para pembelot VIP.

Klub khusus ini akan menyelenggarakan “mentality adjustment course” (kursus penyesuaian mentalitas). Ada pula “stress elimination seminars” (seminar penghilangan stress), dlsb. Ada juga pelatihan psikologi untuk “guilty feeling removing exercise” (latihan menghilangkan rasa bersalah).

Semua istilah di Klub Pembelot ini menggunakan bahasa Inggris supaya sesusai dengan level ke-VIP-an para pembelot.

Untuk menyukseskan marketing Klub Pembelot, sejumlah strategi pemasaran akan diterapkan. Antara lain, yang paling magnetis sifatnya adalah menggunakan sapaan dan semboyan yang atraktif di mata para pemuka umat.

Misalnya, di gapura klub akan dibuat tulisan “Ahlan wa Sahlan” yang berdampingan dengan sapaan bahasa Inggris, “Welcome to”. Juga akan dibuat motto berbahasa Arab yang berbunyi: “Farra Fembellut Ta’aqqan Kuchiwwa” (artinya, “Para Pembelot Tak Akan Kecewa”).

Ada lagi, “Ente Massuq al-Qlab, Nahnu Syambout bil-Ghambirra” (artinya “Anda Masuk Klub, Kami Sambut Gembira”).

Prof Mahfud akan dibantu oleh sejumlah pendukung VIP Jokowi. Mereka antara lain adalah Abu Janda. Beliau ini ditugaskan untuk mengajarkan bahasa Arab kilat kepada para anggota tuan rumah di Defectors Club. Diantara para “host members” (anggota tuan rumah) itu adalah Setya Novanto, Airlangga Hartarto, Ruhut Sitompul, Adian Napitulu, Johnny G Plate, Olly Dondokambey, Budiman Sudjatmiko, dll. Mereka ini harus bisa berbahasa Arab elementer untuk menciptakan suasana “feel at home” (merasa di rumah sendiri) di kalangan para pembelot tokoh umat.

Maruarar Sirait diberi kepercayaan sebagai manajer pengembangan karir pembelot. Sedangkan Grace Natalie (PSI) akan duduk sebagai konsultan klub. Grace akan memberikan masukan mengenai cara membuat para pembelot nyaman dan senang.

Maruarar juga bertugas menanamkan motivasi kepada para pembelot agar sekuat tenaga memperjuangkan kemenangan Jokowi di pilpres 2019. Dan mereka didorong untuk memperbanyak populasi klub pembelot.

Manajemen Defectors Club akan dibantu oleh Denny Siregar, Ade Armando, Faisal Assegaf, dan para die-hard Jokowi lainnya.

Kepada para pembelot yang kini berada di Defectors Club didorong untuk merayu calon-calon pembelot kelas tinggi (VIP). Mereka ini akan dijadikan bintang iklan untuk melemahkan semangat kubu oposisi.

Kabarnya, untuk menjaga kerahasiaan pada minggu-minggu pertama pembelotan, proses admin Defectors Club akan mengambil tempat di salah satu Pulau Reklamasi di Teluk Jakarta. Alamat di Jakarta daratan juga sudah disiapkan.

Tapi, bocoran yang diterima tidak menyebutkan di mana. Hanya saja, seorang teman yang dulu pernah menjadi konglomerat hitam, mengatakan dia tahu di mana lokasi Defectors Club di Jakarta Kota. Kemungkinan di Jalan Lenteng Agung. Satu lagi di Oppung Tower, di kawasan Kuningan.

 

Asyari Usman

(Penulis adalah wartawan senior)