Menlu Retno Marsudi Yakin Jihad Lawan Corona

Yakin dapat Menangkan Jihad Lawan Corona, Menlu Retno: Semua Harus Ambil Peran

Diposting pada 113 views

Ngelmu.co – Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, yakin Indonesia, dapat memenangkan jihad melawan virus Corona, jika semua pihak mengambil peran. Ia pun mengajak umat Muslim, untuk bekerja sama.

“Kita semua harus mengambil peran dalam memenangkan peperangan besar ini,” tuturnya, dalam Silaturahim Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sedunia, secara virtual dari Jakarta, Selasa (19/5).

“Saya yakin dengan sinergi yang kuat, kebersamaan yang tulus, kolaborasi yang ikhlas, kita dapat memenangkan jihad ini,” sambungnya, seperti dilansir Republika.

Lantas, apa jihad yang dimaksud Retno?

Perjuangan melawan pandemi COVID-19, serta upaya menghadapi dampaknya, salah satunya kemunduran ekonomi.

Sebab, sejak mewabahnya virus Corona, pemerintah, khususnya Kemlu, telah memfokuskan kembali prioritas kebijakan luar negeri, seperti memperkuat perlindungan WNI di luar negeri.

Upaya dilakukan dengan pemantauan kondisi kesehatan para WNI, merepatriasi ratusan ribu WNI yang terdampak COVID-19, dan memberikan bantuan, baik bahan pangan hingga peralatan kesehatan, bagi para WNI.

Tetapi Retno menjelaskan, ikhtiar tersebut perlu didukung oleh organisasi masyarakat dan organisasi keagamaan, seperti NU, yang memiliki cabang istimewa, di 31 negara.

PCINU, sejauh ini telah mengupayakan perlindungan WNI di sejumlah negara.

Seperti di Malaysia, PCINU dan Badan Otonom NU—Pemuda Anshor, Banser Fatayat, dan Muslimat—mendistribusikan puluhan ribu paket sembako, kepada WNI yang membutuhkan.

Begitupun dengan PCINU di Belanda, yang menyediakan jasa konsultasi kesehatan dengan dokter, secara daring dan gratis, bagi WNI, selama pandemi.

Sementara PCINU di Korea Selatan, menjadi salah satu barisan terdepan dalam pendistribusian masker serta bahan kebutuhan pokok.

Namun, PCINU di bawah bendera PPI Turki, memilih menyelenggarakan konser musik daring, sembari menggalang dana demi membantu para mahasiswa.

“Ke depannya, saya berharap kerja sama antara Kemlu, perwakilan RI di luar negeri, PBNU, dan berbagai badan otonom NU lainnya, termasuk PCINU di 31 negara, bisa terus diperkuat,” kata Retno.

Baca Juga: Soal Potret Tak Berjarak di Akhir Konser, Bamsoet: Itu Semua Salah Saya

Di sisi lain, Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, mengatakan jika kerja sama antara Kemlu dan jaringan PCINU, ditujukan untuk membangun solidaritas global, di tengah pandemi ini.

Solidaritas global tersebut dapat dimulai lewat langkah-langkah strategis, dalam menyediakan bantuan kemanusiaan serta amal.

Dapat pula lewat kerja sama dengan perwakilan RI, demi memaksimalkan program-program bantuan bagi para WNI di luar negeri.

“NU ingin, bersama Kemlu, membangun solidaritas global melalui KBRI/KJRI, maupun jaringan PCINU untuk program kemanusiaan, perdamaian, ataupun agenda second track diplomacy yang dirancang bersama,” kata Said Aqil.

“Menumbuhkan solidaritas global, juga menjadi bagian penting dari semangat pemerintah Indonesia, dalam rangka membangun perdamaian dunia dan keadilan sosial, yang saat ini dibutuhkan di tingkat internasional,” pungkasnya tegas.