‘Yang Menyeramkan Bukan Genderuwo, Tapi Sembako Naik dan Semua Serba Impor’

Ngelmu.co, JAKARTA – Beberapa waktu belakangan, Presiden Joko Widodo yang juga calon presiden petahana membuat kejutan untuk publik dengan pernyataan frontal dalam pidatonya.

Saat membagikan sertifikat tanah bagi warga Jakarta Selatan, Selasa (22/10), Jokowi mengingatkan masyarakat akan bahaya politikus sontoloyo. Menurutnya politikus sontoloyo memengaruhi masyarakat dengan isu-isu tak jelas.

Setelah ‘sontoloyo’, Jokowi kini memunculkan istilah baru di dunia perpolitikan: politik genderuwo.

Pernyataan soal ‘politik genderuwo’ ini disampaikan Jokowi dalam pidato pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018).

Dalam kesempatan itu, dia menyebut saat ini banyak politikus yang pandai memengaruhi. Banyak yang tidak menggunakan etika dan sopan santun politik yang baik.

“Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran. Setelah takut yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat menjadi, memang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga menjadi ragu-ragu masyarakat, benar nggak ya, benar nggak ya?” katanya.

Politikus yang menakut-nakuti itulah yang dia sebut sebagai ‘politikus genderuwo’.

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? Itu sering saya sampaikan itu namanya ‘politik genderuwo’, nakut-nakuti,” tegasnya.

Entah siapa yang disasar Jokowi soal ‘politik genderuwo’ ini. Yang pasti, capres petahana nomor urut 01 itu sempat melontarkan istilah ‘sontoloyo’ yang bikin heboh jagat perpolitikan.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera berpendapat soal hal tersebut. Dia mengatakan bukan Sontoloyo atau Genderuwo yang menyeramkan bagi rakyat Indonesia.

“Bagi rakyat, yang menyeramkan bukan sontoloyo dan genderuwo. tapi yang menyeramkan adalah ingkar janji, tol naik, sembako naik, listrik naik, pajak naik, BBM naik, BPJS naik, gas naik, harga-harga naik, biaya hidup naik, cari kerja susah  dan semua impor,”kata dia melalui akun twitternya @MardaniAliSera, Selasa (13/11/2018).

https://platform.twitter.com/widgets.js