Yusril: Yang Digugat Menkum HAM, bukan Presiden Jokowi

Ngelmu.co, JAKARTA – Pakar hukum tata negara sekaligus Ketua Umum Partai Bulan Bintang  Yusril Ihza Mahendra akhirnya menentukan arah politknya di Pemilihan Presiden 2019. Dia akhirnyabersedia menjadi pengacara pasangan calon Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, padahal Yusril pernah menjadi pengacara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebelumnya.

Meski saat membela HTI posisinya berseberangan dengan pemerintah, Yusril menjelaskan itu tidak jadi masalah.”Tidak jadi masalah. Dalam perkara HTI, yang kami gugat adalah Menkum HAM, bukan Presiden RI (Jokowi -red),” kata Yusril kepada dikutip dari Detik.com, Selasa (6/11/2018).

HTI menggandeng pengacara kondang itu untuk menghadapi upaya pembubaran. Pada jumpa pers di 88 Kasablanka Office Tower, Tebet, Jakarta Selatan, pada 23 Mei 2017, juru bicara HTI Ismail Yusanto menyatakan Tim Pembela HTI (TP-HTI) di bawah koordinasi Yusril Ihza Mahendra.

Disebutnya saat itu, ada 1.000 advokat pembela HTI. Saat itu pemerintah sedang berencana mengumumkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Perppu Ormas akhirnya terbit, yakni Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas. Lewat perppu itu, pemerintah membubarkan HTI karena organisasi itu dianggap ingin mengubah Pancasila.

Yusril menggugat Perppu itu ke MK pada 18 Juli 2017. Tapi MK mementahkan gugatan Perppu Ormas yang diajukan sejumlah pemohon. Pihak Yusril mengajukan kasasi perkara HTI itu ke Mahkamah Agung (MA) RI pada 19 Oktober 2018.

Menurut Yusril, perkara gugatan HTI melawan Menkum HAM masih berlanjut dan belum ada putusan hukum tetap.

Sebelumnya, diketahui Yusril mengakui benar menjadi kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf untuk Pilpres 2019. Yusril siap pasang badan membela Jokowi-Ma’ruf melawan berita bohong atau hoax. Yusril menegaskan dirinya siap bekerja profesional dengan membela hak-hak Jokowi-Ma’ruf.

“Jika ada hak-hak Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf yang dilanggar, beliau dihujat, dicaci dan difitnah misalnya, tentu saya akan melakukan pembelaan dan menunjukkan fakta-fakta yang sesungguhnya,” jelas Yusril, dalam keterangannya.

Menurut Yusril, wacana ia menjadi pengacara kubu Jokowi sudah lama muncul. Namun, baru disampaikan saat ia bertemu dengan Ketua Tim Sukses Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Tohir. “Sebetulnya sudah cukup lama saya mendiskusikan kemungkinan menjadi lawyer mereka untuk 2019. Saat bertemu Erick Tohir itulah saya menyatakan persetujuan,” jelasnya.

Sontak pernyataan Yusril tersebut menghebohkan masyarakat. Hal ini disebabkan Yusril merupakan pengacara ormas yang dibubarkan pemerintahan Jokowi, yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Pada Juli 2017 HTI dibubarkan karena diangggap berseberangan dengan ideologi dan hukum negara. Sejak itulah, Yusril muncul sebagai pengacara yang berjuang keras membela HTI. Ia berseberangan dengan kelompok-kelompok pro pemerintahan Jokowi yang juga menentang hadirnya HTI.

Bergabungnya Yusril ke dalam kubu Jokowi tentu menarik perhatian masyarakat Indonesia, termasuk warganet. Tanda pagar (tagar) #JokowiBersamaPengacaraHTI pun menjadi topik yang paling banyak dibicarakan di media sosial.