Zikir, Jihad, Syariah, dan Ukhuwah yang Melekat pada Ustaz Arifin Ilham

Diposting pada 91 views

Ngelmu.co – Kaum Muslimin baru saja ditinggal oleh salah seorang ulama karismatik, K.H. Muhammad Arifin Ilham rahimahullah. Kemuliaan Ustaz satu ini sangat layak disebut-sebut, agar bisa dijadikan teladan, dan juga merupakan sunah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

اذْكرُوا مَحَاسِنَ مَوْتَاكُمْ وَكُفُّوا عَنْ مَسَاوِيهِمْ

“Sebutkan kebaikan-kebaikan orang-orang mati di antara kalian dan tahan (dengan tidak menyebut) keburukan-keburukannya,” (HR. Abu Daud dan Tirmizi).

Tak diragukan lagi, Ustaz Arifin Ilham adalah salah satu ulama icon majelis zikir di negeri ini. Seruannya untuk memperbanyak zikir, ditambah zikirnya yang begitu khas, cukup memberi warna di tengah masyarakat.

Dan inilah yang membuatnya menjadi sosok istimewa, seruannya untuk berzikir tidak membuatnya menarik diri dari perjuangan membela kepentingan umat.

Hal mana menjadi gambaran yang tidak jarang kita dapati, pada sebagian pihak yang menjadikan zikrullah sebagai sikap menarik diri dari medan perjuangan umat.

Karenanya selain narasi zikir, beliau juga akrab dengan narasi jihad yang selalu peduli dengan perjuangan umat. Maka, tidak heran jika kita menyaksikan beliau sangat concern dan ikut langsung dalam aksi-aksi perjuangan umat.

Bahkan ikut juga merasakan gas air mata, dalam sebuah aksinya. Sosok beliau mengingatkan kita pada Omar Mukhtar, tokoh legendaris pejuang Libiya yang melawan penjajah, di mana ia ternyata seorang Sufi dan ahli zikir.

Zikir dan jihad selama ini dikesankan merupakan dua hal terpisah. Padahal, semestinya merupakan perpaduan yang menjadi kepribadian istimewa seorang mukmin. Bahkan Ibnu Qoyim mengatakan:

أَفْضَلُ الذَّاكِرِينَ الْمُجَاهِدُون ، وَأَفْضَلُ الْمجَاهِدِين الذَّاكِرُون

“Sebaik-baik orang yang suka berzikir adalah para mujahid, dan sebaik-baik mujahid adalah orang yang suka berzikir,”

Selain itu, beliau juga sangat concern dengan penerapan syariat. Ini pun perkara yang kadang dikesankan terpisah dari dunia zikir, karena penerapan syariat saat ini sudah telanjur dipandang sebagai masalah politik, sedangkan berzikir tidak boleh ditarik ke ruang politik.

Padahal sebelum itu, masalah ini adalah masalah keimanan dan aqidah. Nah, orang yang berzikir, hakikatnya adalah orang yang ingat Allah.

Syariat Allah adalah sarana kita untuk mengingat Allah, dalam bentuk pengamalan ajaran-ajaran-Nya, dalam kehidupan sehari-hari.

Dan lagi-lagi, di sinilah keistimewaan Allahu yarham K.H. Arifin Ilham, beliau tetap mampu menjaga hubungan baik kepada berbagai kalangan, termasuk kalangan pemerintah.

Tak kurang Presiden Jokowi dan Kapolri, menjenguknya ketika beliau sakit. Beliau pun kerap mengisi taushiah di hadapan aparat keamanan.

Itu artinya, beliau selalu berusaha agar perjuangannya tidak keluar dari koridor sebagai rakyat yang menaati pemerintah.

Beliau pun tampak sangat intens membangun hubungan dengan berbagai elemen umat, tidak kita dapati pernyataan-pernyataan beliau yang membuat umat menjadi gaduh, yang ada ialah upayanya untuk merangkul berbagai elemen umat Islam.

Artinya, kelembutannya melalui zikrullah, tidak mengurangi ketegasannya untuk membela kepentingan umat. Namun, di balik ketegasannya, beliau tetap berusaha menjaga hubungan baik dengan berbagai kalangan, tidak keluar aturan dan ketentuan yang berlaku.

Beliau bukan tipe ulama yang mudah berubah-ubah sikap, apalagi menjilat. Namun, beliau juga bukan golongan khawarij yang mudah mengkafirkan sesama Muslim, dan membangkang kepada pemerintah seperti yang dituduhkan oleh kaum yang lisannya bengkok, dan pengikut neo murjiah abad ini.

Pada beliau, saya dapati sebuah kepribadian seperti yang terkandung dalam ayat berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kalian dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kalian berbantah-bantahan, yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan hilang kekuatan kalian dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,” (QS. Al-Anfal: 45-46)

Semoga Allah merahmati K.H. Arifin Ilham, menerima semua amalnya, dan mengampuni dosa-dosanya.

Abdullah Haidir
Guru Ngaji Kampung