Zionis Israel Serang Gaza

Diposting pada 317 views

Ngelmu.co – Sejak Sabtu (23/3) malam, sirene peringatan sudah jelas terdengar di permukiman Zionis Israel, sekitar Gaza. Pesawat mata-mata mereka pun sudah menjadikan sekumpulan pemuda di sebelah timur Bureij, Gaza Tengah, sebagai incaran. Kebengisan zionis Israel kepada Gaza kali ini membuat beberapa orang terluka.

Gambar terkait

Hingga Ahad (24/3) siang, pesawat tempur zionis pun masih mengudara di langit Gaza. Terdapat dua titik kebakaran yang melahap hutan di sekitar permukiman Israel, perbatasan Jalur Gaza-Palestina. Kebakaran tersebut diakibatkan oleh balon-balon udara terbakar, yang diluncurkan dari Gaza.

[read more]

Senin (25/3), Gaza mempersiapkan diri untuk diserang besar-besaran. Sebelumnya, dua roket sudah ditembakkan dari Jalur Gaza hingga ke Utara Tel Aviv, yang jaraknya mencapai 120 kilometer. Roket tersebut meledak dan menghancurkan rumah Yahudi. Meski kegiatan zionis di sekitaran wilayah Gaza telah dihentikan. Namun, mereka melanjutkan aksi dengan:

  • Membatalkan pertandingan sepak bola yang rencananya diselenggarakan Senin (25/3) di Asqalan, pukul 19.00 waktu setempat
  • Mengaktifkan iron dome

Bahkan saksi mata menyampaikan jika setelah perang 2014 lalu, belum pernah pasukan zionis berkumpul kembali sebanyak itu, di perbatasan Gaza.

Akibat peristiwa kejam ini, TK di sekitar Gaza pun terpaksa diliburkan. Pintu-pintu bungker sudah dibuka. Bahkan Channel 13 Ibrani mengabarkan jika pasukan zionis memastikan penduduk sekitar Gaza akan mendengar suara ledakan dengan jelas. Dan hal tersebut merupakan bagian dari serangan yang diluncurkan ke Jalur Gaza. Maka, warga setempat diberi peringatan, jika sudah mendengar ledakan, bersiaplah menuju bungker.

Melalui Utusan Khusus PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov memastikan jika PBB sedang melakukan pembicaraan khusus dengan pihak Mesir. Hal ini dilakukan untuk mencegah meningkatnya ketegangan di Jalur Gaza.

Israel terus menyerang secara berlebihan, dua roket diterbangkan bagai hujan. Bahkan, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu pun mempercepat kunjungannya ke Washington, untuk segera pulang.

Bahkan zionis memberikan peringatan pada warganya yang tinggal dekat dengan perbatasan Gaza, bahwa serangan akan tetap mereka lakukan dalam waktu dekat. Pesawat tempur pun mulai menyerang wilayah utara Jalur Gaza.

Hingga Selasa (26/3) dini hari, waktu Indonesia atau Senin malam waktu Gaza, video pesawat tempur milik zionis terus membombardir gedung asuransi, gedung multazam, pusat kota Gaza, hingga gedung milik pemerintah yang berada di distrik Anshor, wilayah barat kota Gaza.

Al-Multazam adalah bangunan sipil yang biasa digunakan untuk memberikan bantuan kepada penduduk Gaza. Sementara gedung pemerintahan yang turut menjadi target adalah Kantor Keamanan di bawah Kementerian dalam negeri.

Zionis melakukan serangan karena Netanyahu mengaku malu setelah kebobolan, roket masuk hingga ke Tel Aviv. Selain itu, kezaliman ini juga dilakukan untuk meningkatkan elektabilitas Netanyahu menjelang pemilu.

Pesawat tanpa awak milik zionis terus menembakkan roketnya ke rumah pejabat Kementerian dalam negeri Palestina, di Syujaiyyah, sebelah timur Gaza. Agresi masih dilancarkan, bersamaan dengan pengakuan sepihak Trump terhadap dataran tinggi Golan, sebagai bagian dari wilayah kedaulatan Israel. Trump punya andil jelas dalam kebiadaban ini.

Serangan berlanjut ke lokasi pejuang Palestina, Beit Hanoun. Namun, cinta kasih warga Palestina tetap mengudara. Di tengah kondisi Gaza yang sedang diserang oleh zionis, warga Jabalia tetap melakukan aksi solidaritas mereka untuk mendukung perjuangan para tawanan Palestina.

Beberapa titik di perbatasan Gaza sudah mulai terdengar ledakan. Gaza tak tinggal diam, serangan rudal balasan pun diluncurkan oleh para pejuang Palestina, dan jatuh di daerah terbuka, Eshkol.

Pesawat tempur zionis Israel terus membombardir kantor pejuang di daerah Sawaidi al-Nasr, Gaza. Dan serangkaian serangan lainnya pun mereka layangkan untuk melancarkan langkah penjajah Israel di sekitaran Al-Rimal dan Al-Nasser, Gaza Tengah.

[/read]