Aiman Bicara soal ‘Misteri Bungker dan Ratusan Miliar’ di Rumah Sambo

  • Bagikan
Aiman Bungker Rumah Sambo

Ngelmu.co – Aiman Witjaksono–jurnalis yang juga presenter acara ‘Aiman’ di Kompas Tv–bicara soal misteri bungker serta ratusan miliar rupiah di salah satu rumah milik Irjen Ferdy Sambo.

Melalui akun Instagram pribadinya, @aimanwitjaksono, Ahad (22/8/2022), ia mengaku mendapat informasi.

“Bahwa ada uang sangat banyak di rumah Irjen Ferdy Sambo, di kawasan Jl Bangka, Jakarta Selatan.”

“Benarkah uang itu mencapai ratusan miliar rupiah? Hasil dari mana uang tersebut? Untuk apa? Milik siapa?” sambung Aiman, bertanya.

Ia juga menyampaikan tentang Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, yang sebelumnya menyebut temuan bunker berisi uang ratusan miliar adalah hoaks.

Meski demikian, Aiman mengaku ada sumbernya lainnya, termasuk wawancara dengan Komisioner Kompolnas.

Pihak-pihak itu yang kemudian membenarkan adanya temuan ‘uang besar’ di rumah Sambo.

Simak penuturan Aiman, berikut ini:

Dalam beberapa hari terakhir, informasi ini mencuat. Sejumlah data di media sosial mengemukakan hal demikian.

Menyebutkan ada bunker yang menyimpan uang sebesar Rp900 miliar di rumah Irjen Ferdy Sambo, di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Kita bahas terlebih dahulu soal rumah Irjen Sambo di Jalan Bangka, Kemang, ini.

Rumah ini, sebelumnya adalah rumah milik keluarga orang tua istri Sambo, yakni Putri Candrawathi.

Namun, belakangan informasinya, rumah ini sudah dimiliki oleh Ferdy Sambo.

Ada uang besar di rumah Sambo?

Saya datang ke rumah tersebut, dan saya menanyakan kepada sejumlah warga, termasuk pihak keamanan di sana.

Sayang, sejumlah saksi ini tidak bersedia untuk diwawancara dengan menggunakan kamera.

Meski saya mendapat informasi yang sama dari semuanya, bahwa kondisi rumah ini, sudah lama kosong, dan hanya ditinggali oleh ART [asisten rumah tangga].

Saya sendiri melihat, masih ada 2 mobil dan 2 motor di garasi bagian luar.

Garasi bagian dalam, tertutup. Jadi tidak tampak.

Sementara dari luar, tampak rumah memang masih berpenghuni.

Saya mencoba untuk membunyikan bel beberapa kali. Namun, tidak ada penghuni yang keluar rumah.

Rumah ini adalah satu dari 3 rumah Sambo–selain di Duren Tiga dan Jalan Saguling–yang digeledah Mabes Polri pada 9 Agustus 2022 lalu.

Semuanya dijaga pasukan Brigade Mobil (Brimob) saat pemeriksaan, entah mengapa.

Kadiv Humas Bilang Hoaks!

Baru beberapa hari lalu, muncul informasi bahwa ada ‘uang besar’ yang ikut serta ditemukan di rumah ini.

Selain pakaian dan sepatu milik Jenderal Sambo, yang terkait dengan eksekusi Brigadir J.

Sabtu, 20 Agustus 2022 lalu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, membantah.

“Berdasarkan informasi dari tim khusus yang melakukan penggeledahan di beberapa tempat Irjen FS, info soal bunker Rp900 miliar, tidaklah benar.”

Menurut Dedi, barang bukti yang disita, bakal digunakan untuk pembuktian di persidangan.

Tim khusus, dikatakan, melakukan penyidikan langkah pro justitia.

“Tim khusus terus bekerja. Mohon sabar dan dukungannya. Komitmen kami sejak awal, mengusut perkara ini sampai tuntas, dengan mengedepankan pendekatan Scientific Crime Investigation.”

Saya Temukan Hal Berbeda

Meski demikian, ada data lain yang saya dapat.

Selain sumber di kepolisian mengatakan hal yang berbeda, bahwa ada sejumlah uang yang ditemukan di rumah Sambo, di Jalan Bangka.

Demikian pula dengan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Albertus Wahyurudhanto, yang menyebutkan hal baru.

Wahyu membenarkan bahwa ada uang yang ditemukan dari penggeledahan di rumah Sambo, di Jalan Bangka.

Namun, berapa Jumlahnya? Tidak bisa dikonfirmasi. Meski ia tidak membantah, sekali lagi, jika polisi telah menemukan hal tersebut.

“Tidak tahu kalau jumlahnya Rp900 miliar, tapi uang itu ada!” tegas Wahyu kepada Aiman; dalam acaranya ‘Aiman’.

Informasi yang mana yang valid?

Namun, yang jelas, bahwa ada uang di lokasi itu, perlu ditelusuri lebih lanjut.

Kebenaran dalam Filsafat Bahasa

Dalam ilmu filsafat bahasa, ada hal yang menarik untuk diulas; dalam mengungkap kebenaran.

Demi mengungkapkan realitas, diperlukan suatu simbol bahasa yang memenuhi sifat logis.

Dalam praktiknya, ada kelemahan ungkapan dalam aktivitas berfilsafat (Kaelan, 1998).

Kelemahan tersebut antara lain:

Vaguenes (kesamaran)

Penyebab terjadinya kesamaran, karena makna yang terkandung dalam suatu ungkapan bahasa, pada dasarnya hanya mewakili sebagian realitas yang diacunya.

Inexplicitness (tidak eksplisit)

Akibat yang ditimbulkan adanya kekaburan makna adalah terjadinya ketidak-eksplisitan.

Sehingga mengakibatkan bahasa seringnya tidak mampu mengungkapkan secara pasti, tepat, dan menyeluruh dalam hal yang diekspresikan.

Baca Juga:

Apakah pernyataan hoaks dalam bahasan uang ratusan miliar ini, merujuk pada dua hal di atas?

Lagi-lagi, hanya penyelidikan yang mendalam dan transparan–termasuk dukungan terhadap masyarakat dan pers–bisa membuatnya jelas.

Perihal uang ini, penting untuk membuka kemungkinan akan tindak pidana lain, dalam kasus yang sudah menyita perhatian publik; dengan waktu cukup lama.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by AIMAN WITJAKSONO (@aimanwitjaksono)

  • Bagikan