Berita  

Airlangga Tahu Siapa yang Biayai Demo, Tifatul: Buruh pun Tahu Siapa di Balik UU Ciptaker

Airlangga Biaya Demo Ciptaker

Ngelmu.co – Tifatul Sembiring, menanggapi pernyataan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menyebut pemerintah mengetahui ‘dalang’ di balik demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

Respons tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter pribadinya, @tifsembiring, Kamis (8/10) malam.

“Dan buruh pun tahu, siapa di balik UU Ciptaker ini,” cuitnya, singkat.

Hingga berita ini ditulis, cuitan Tifatul, itu sudah di-retweet lebih dari 1.800 kali, dan di-likes oleh lebih dari 5.300 akun.

“Ya Allah, jadi Pak Airlangga, ini sibuk mencari siapa yang nge-sponsorin demo?” tanya @_purnama97.

“Gua kira Bapak dan Ibu DPR, sibuk membaca aspirasi dari rakyat, ternyata sibuk mencari dalang demo dong,” sambungnya.

“Kalo tujuannya kekuasaan, pasti yang dibicarakan siapa dalangnya, tapi kalo murni untuk rakyat, pasti akan me-review kebijakan yang belum pas,” saut @LukmanAdhim.

“Mulai deh, Pak, dia nyari-nyari alesan, berani lewat media, kenapa engga berdiri di Monas, aja dia, ke luar dari sarangnya,” kata @ndreprass.

“Main tuduh-tuduh aja buruh yang dateng itu dibiayai, mulai dah mereka-mereka itu keluarin jurus lagu lama kaset baru,” imbuhnya.

Baca Juga: Pemred Suara Kecam Penyeretan Terhadap Jurnalisnya saat Liput Demo Omnibus Law

Sebelumnya, mewakili pemerintah, Airlangga, buka suara terkait gerakan demo buruh dan pekerja yang berlangsung 6-8 Oktober 2020.

Pemerintah meyakini, ada tokoh yang menggerakkan serta membiayai aksi massa dari para buruh dan pekerja tersebut.

“Sebetulnya, pemerintah tahu siapa di belakang demo itu. Jadi, kita tahu siapa yang menggerakkan, kita tahu siapa sponsornya,” akuan Airlangga, Kamis (8/10).

“Kita tahu siapa yang membiayainya. Sehingga kami berharap, tujuh fraksi di DPR, juga merepresentasi rakyat,” lanjutnya, dalam program Squawk Box di CNBC Indonesia TV, itu.

Menurut Airlangga, orang ‘di balik layar’ yang menggerakkan dan membiayai aksi demo, memiliki ego sangat besar.

Pasalnya, di tengah pandemi, mereka menggerakkan massa, tetapi ‘dalang’-nya, tidak ikut berdemo.

Maka itu, sponsor dari aksi massa yang menolak UU Ciptaker, kata Airlangga, sudah dipantau oleh pemerintah.

Pemerintah Siap Menindak Tegas

Pemerintah, lanjutnya, juga tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas secara hukum, jika situasi di berbagai daerah semakin ricuh.

“Situasi sekarang adalah pembatasan sosial berskala besar (PSBB), jadi ini berpotensi untuk menyebarkan COVID-19,” kata Airlangga.

“Oleh karena itu, dalam PSBB sudah jelas aturannya, dan pemerintah sudah berbicara dengan aparat untuk melakukan tindakan tegas,” jelasnya.

Airlangga, juga meminta agar para demonstran, membaca terlebih dulu isi dari UU Ciptaker.

Lebih lanjut, ia meyakini, mobilisasi aksi penolakan UU Ciptaker, sudah dirancang dengan rapi, bahkan sebelum RUU disahkan di DPR.

“Demo itu digerakkan tanpa melihat isi undang-undang, dan sebagian dari penggerak demo, memang ditugaskan untuk demo,” kata Airlangga.

“Bukan persoalan isinya apa. Jadi, ini adalah gerakan yang dimobilisasi,” imbuhnya.

“Dan dimobilisasinya itu, sebelum undang-undang diketok, dan jadwalnya sudah dibuat tanggalnya,” lanjutnya lagi.

“Jadi, kita harus melihat secara objektif, bahwa ini memang ada gerakan dari mereka di balik layar, yang memang ingin mendapatkan perhatian,” beber Airlangga.

Pemerintah, juga mengaku tahu, meski 90 persen pabrik tetap beroperasi dan berproduksi, tetapi mereka mengirimkan ‘utusan’ untuk melakukan aksi.

“Memang ada beberapa pabrik ‘mengirimkan utusan’, karena mereka khawatir pabriknya terganggu,” ujar Airlangga.

“Nah, inilah tentu sebagai pengikut-pengikut, ‘merasa harus berpartisipasi’ dalam kegiatan-kegiatan semacam ini,” pungkasnya.