Bela Stafsus Billy, Jokowi: Biasalah, Salah Dikit

Diposting pada 318 views

Ngelmu.co – Presiden Joko Widodo ikut menanggapi kontroversi yang terjadi akibat cuitan salah satu Staf Khusus (Stafsus)-nya, Gracia Billy Mambrasar. Tagar #StafsusRasaBuzzeRp muncul, usai Billy mencuitkan ‘kubu sebelah megap-megap’.

Meski Billy sudah menghapus cuitan tersebut, menjelaskan maksud dari apa yang ia tulis, dan meminta maaf, polemik tetap tak bisa dihindari.

Namun, menurut Jokowi, anak buahnya yang dinyinyiri masyarakat itu, perlu di-maklumi, karena usianya yang masih muda, 30 tahun.

“Namanya muda-muda ini ‘kan, mungkin semangatnya ‘kan lebih, dibanding yang tua-tua. Jadi kalau bicara karena terlalu semangat, ya biasalah, salah dikit,” kata Jokowi, di Istana Kepresidenan, seperti dilansir Detik, Senin (2/12).

Ia pun meminta, Billy yang sudah meminta maaf, untuk bisa dimaafkan.

“Anak-anak muda. Ini umur 30-an. Salah-salah dikit ya dimaafkan. Buat saya enggak ada masalah,” ujar Jokowi.

“Masa baru seminggu dua minggu langsung di-bully. Berikan ruang selebar-lebarnya anak muda jadi pemimpin baik, interaksi,” imbuhnya.

Baca Juga: Cuitkan ‘Kubu Sebelah Megap-Megap’, Billy Stafsus Jokowi Minta Maaf

Sebelumnya, warganet dibuat geram oleh pernyataan Billy, di media sosial Twitter-nya, soal ‘kubu sebelah megap-megap’.

Begitupun dengan rekam jejak digital Billy, yang ditemukan oleh warganet.

Diketahui, ia pernah mengomentari soal bendera Khilafah.

“Ini yang bawa-bawa bendera Khilafah juga tolong tangkap mereka!! Jangan yang bawa bintang kejora saja yang ditangkap,” tulisnya, 28 September 2019 lalu.

Itulah yang membuat warganet menyayangkan, seorang Stafsus Presiden, bertindak demikian. Mereka menilai Billy, mirip dengan buzzer bayaran.

Fadheel Mahendra: Baru Langkah awal narasinya udah begini, yang kayak gini mau dipelihara 5 tahun? Parah!

Anna: Staf khusus adalah istilah bagi para Buzzer yang dihaluskan!

Rustamaji: Dua contoh stafsus ini sudah cukup mengonfirmasi asumsi saya bahwa stafsus-stafsus tersebut, diangkat hanya untuk bagi-bagi jabatan pasca Pilpres. Bukan prestasi mereka yang dilihat, tapi peran bapaknya.