Andai Ahok Jadi Presiden

Berandai-andai Jadi Presiden, Ahok Blak-blakan soal Langkah Besar yang Bakal Diambil

Diposting pada 307 views

Ngelmu.co – Berandai-andai jadi presiden, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), blak-blakan soal langkah besar yang akan ia ambil, jika menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Pertama, membuka amnesti bagi para pengemplang pajak, hingga pelaku korupsi.

Menurut Ahok, hal tersebut perlu dilakukan, agar masyarakat dapat memilih, mana pejabat yang baik dan korup.

“Langsung ada pemutihan dosa-dosa lama. Supaya rezim ke rezim itu terus menjadikan ini semacam ATM,” tuturnya, seperti dikutip Ngelmu, dari kanal YouTube Butet Kertaradjasa, Selasa (20/10).

“Siapa yang enggak pernah buat salah, kalau pilkada di Indonesia, siapa pun yang ikut, harus bisa membuktikan secara terbalik hartanya,” sambung Ahok.

Pemutihan itu, menurutnya, adalah bentuk rekonsiliasi, agar politisi, pejabat, pun pengusaha–yang ada di lingkungan buruk–ke depannya tetap bisa mencalonkan diri, jadi kepala daerah atau wakil rakyat di parlemen.

Sebab, lanjut Ahok, seorang anak koruptor, belum tentu akan bersifat seperti orang tuanya, saat menjabat.

Demikian pula dengan para pengusaha dan orang-orang kaya yang duduk di pemerintahan serta tidak transparan dengan harta kekayaannya.

“Kalau kamu mengatakan harta orang tua saya, saya turut, ya, tidak apa-apa,” kata Ahok.

“Minimal rakyat tahu, kenapa kamu punya harta sekian, puluhan, ratusan miliar. Kamu tinggal declare, ini warisan dari ayah saya, mantan pejabat ini, rakyat yang putuskan,” imbuhnya.

Bagi Ahok, dengan kekuasaan yang besar, maka tak sulit bagi seorang presiden untuk membuat kekayaan para pejabat negara serta politisi, menjadi lebih transparan.

Membongkar asal-usul harta kekayaan, serta memproses pengampunan setelahnya, juga tak dimaksudkan agar ke depan perilaku serupa tak terulang kembali.

“Kalau jadi presiden tuh gampang, kita tinggal proses, supaya rakyat tahu, siapa yang perbuat, dari mana harta dia, seperti itu,” akuan Ahok.

“Setelah itu, sebagai kepala negara, berhak memberikan pengampunan, itu rekonsiliasi bangsa,” sambungnya.

“Rekonsiliasi bukan berarti menutupi kejahatan, tapi kejahatan apa pun, harus tercatat, sehingga rakyat generasi kita berikutnya, akan belajar,” lanjutnya lagi.

Baca Juga: Bukan soal Minoritas, Pakar Hukum Jelaskan Alasan Ahok Tak Bisa Jadi Menteri

Kedua, jika jadi presiden, Ahok, juga akan memperbaiki gaji para pejabat negara.

Asalkan, sambungnya, mereka diberikan key performance indeks, dan bisa menjalankannya dengan baik.

Seperti, masyarakat harus punya jaminan pendidikan, kesehatan, hingga perumahan, serta pengusaha kecil dan menengah, dapat naik kelas jadi pengusaha besar.

“Aparat, semua naikkan gajinya, prajurit TNI, Polri, kita bisa subsidi langsung ke orang,” kata Ahok.

“Caranya bagaimana? Anda, kalau pergi operasi, pulang dapat diskon 10 persen, bagi yang dua kali perang, diskon 20 persen,” pungkasnya.