Berita  

Chef Haryo Pramoe Meninggal Dunia

Chef Haryo Pramoe Meninggal

Ngelmu.co – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Chef Haryo Pramoe, meninggal dunia pada Kamis (21/12/2023) di Rumah Sakit (RS) Meilia Cibubur, Jakarta Timur.

Menurut sang kakak, Hendro Pramoe, Chef Haryo, meninggal karena sakit jantung.

Haryo mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 12.00 WIB.

Gery Iskak, selaku sahabat Haryo, mengabarkan jika jenazah akan dimakamkan pagi ini, Jumat (22/12/2023), pukul 08.00 WIB.

Sudah lama, Haryo berjuang melawan penyakit jantung. Pada September 2021, jelang menjalani operasi jantung, ia juga sempat meminta doa.

Saat itu, Haryo juga mencari stok darah O.

Ia yang mengalami kerusakan pembuluh darah aorta sejak 2019, menjalani operasi besar jantung aorta pada 30 September 2021 di RS Jantung Harapan Kita.

Setelah menjalani operasi, Haryo sempat pulih, bahkan kembali aktif di dunia kuliner.

Ia juga sempat menjadi juri di ajang MasterChef Indonesia Season 9.

Pernyataan Istri

Menurut sang istri, Josephine Imelda, Haryo mengidap sakit jantung sejak dua tahun belakangan.

Sebelum meninggal, Haryo mengaku menggigil. Suhu badannya juga naik turun.

“Jadi, memang sudah lama sakit jantung, dua tahunan ini suka kambuh, cuma dari kemarin, merasa menggigil badannya.”

“Mungkin karena terlalu kedinginan, jadi berapa hari ini panasnya naik turun. Kita kasih obat biasa saja.”

“Tapi indikasi sesak napas, karena dia enggak bilang itu,” jelas Imelda di rumah duka–kawasan Cibubur, Gunung Putri, Bogor–pada Kamis (21/12/2023).

Usai mengungkapkan keluhan di pagi hari, akhirnya Haryo, dilarikan ke rumah sakit; dibantu petugas keamanan perumahan.

Ia juga sempat diberikan obat oleh anaknya.

“Biasanya kalau kejadian itu, kita cepat lariin ke RS Harapan Kita. Akhirnya pembantu saya telepon, waktu saya lagi di kantor.”

“[Asisten rumah tangga bilang] ‘Bu, bapak menggigil lagi’, ya, sudah… saya bilang, ‘Kasih obat saja’, saya suruh anak saya beli obat.”

“[Pas] pulang, papanya sudah jatuh. Nah, terus dipanggil satpam, karena bapaknya berat badannya, jadi minta tolong satpam.”

“Begitu saya bilang membalikkan badannya, [Haryo] sudah [tampak] biru. Saya sudah tahu, itu sudah enggak ada.”

“”Tadi pagi, jam 11.00 WIB [dibawa ke RS], dinyatakan meninggal, jam 12.00 WIB,” jelas Imelda.

Ia mengaku tidak menyangka, Haryo meninggal karena jantung. Sebab, gejala masalah jantung, tidak terlihat seperti biasanya.

“Iya, saya menganggapnya demam biasa, karena bukan kayak orang atau gejala sesak napas atau apa, itu enggak.”

“Cuma dia kalau saya pulang kerja, dia bilang, ‘Sudah enakan badannya’, tapi kok, tiap malam naik [suhu],” kata Imelda.

Baca juga:

Sebelumnya, Hendro juga menceritakan jika adiknya sempat menjalani operasi pemasangan ring jantung.

“Haryo itu mengalami operasi jantung diseksi aorta, itu satu ring, pernah, yang hiduplah.”

“Jadi, sudah dikasih perpanjangan waktu dari 2020. Cukup lama hidupnya diperpanjang sampai 2023 ini.”

“Jadi, sebenarnya klep jantungnya itu sudah pakai besi, cuma meninggalnya itu bukan karena kegagalan operasi jantung, bukan.”

“Karena demam biasa,” kata Hendro Pramoe.

Ada pelajaran yang bisa kita petik dari perbincangan Chef Haryo Pramoe dengan Ustaz Fatih Karim.

Ngelmu mengutipnya dari kanal YouTube Cinta Quran TV pada Ahad (19/7/2020).

Tentang perjalanan hijrahnya, hingga alasan mengapa Haryo, rela melepaskan kemapanan.

Ingatan Haryo, kembali ke peristiwa di tanggal 29 September 2019 lalu.

“Saya kolaps, saya dihadapkan pada hidup dan mati,” tuturnya bercerita.

Saat itu, Haryo yang mengidap sakit jantung, hanya memanjatkan dua permintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Mati dalam keadaan baik, atau kalau diberi kesempatan hidup, berikan kesempatan saya untuk berbuat baik.”

“Sudah, tidak ada [pilihan] ketiga. Saya tidak mau lagi jadi abu-abu,” kata Haryo, kala itu.

Selengkapnya, baca di sini