COVID-19 Belum Padam: Kapal India Bersandar di Riau, 85 WN Cina Masuk Indonesia

  • Bagikan
Covid Corona Indonesia Larang Mudik India China Masuk

Ngelmu.co – Pandemi COVID-19 di dunia, termasuk Indonesia, belum padam. Pada Kamis (6/5) kemarin, Tanah Air mencatat 5.647 tambahan kasus positif, dalam 24 jam.

PPKM [Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat], diterapkan. Larangan mudik, digencarkan. Demikian upaya pemerintah mencegah penyebaran virus Corona.

Namun, dua peristiwa beberapa hari terakhir, mengundang pertanyaan sekaligus protes dari masyarakat luas.

“Kerumunan sudah banyak di mana-mana, tapi mengapa cuma mudik yang disoal. Pun, WNA India dan Wuhan, Cina, masih bisa masuk.”

Setidaknya, begitu kata salah satu pengguna media sosial Twitter, @toplevel_view, Rabu (5/5) lalu.

Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar. Masuknya warga negara (WN) dari India dan Cina ke Indonesia, memang benar adanya.

India

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi, telah mengonfirmasi hal ini.

Ia mengatakan, satu WN India yang masuk ke Indonesia, terkonfirmasi positif COVID-19.

Orang tersebut terkonfirmasi positif Corona, tertular varian baru mutasi ganda B.1.617, dan menjadi bagian dari 49 WN India yang ada di Indonesia.

WN India itu, kata Nadia, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso.

Sementara varian COVID-19 yang menjangkiti 48 WN India lainnya, belum diketahui.

“Kita, saat ini masih menanti hasil pemeriksaan spesimen-spesimen ini,” tutur Nadia.

“Baik yang positif, maupun spesimen yang menjadi sampel pada periode sebelumnya,” sambungnya.

Kapal Bersandar di Riau

Selain kasus di atas, kapal asal India juga bersandar di pelabuhan Kota Dumai, Riau.

Menjadi persoalan, karena empat orang ABK [anak buah kapal] itu terkonfirmasi positif COVID-19. Menyusul sang kapten yang sudah lebih dahulu terpapar.

“Ada tambahan lagi, empat ABK-nya positif, setelah dites PCR,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Riau dr Indra Yovi, secara tertulis, mengutip Kompas, Jumat (7/5).

Jika keempat ABK mengalami gejala yang tergolong ringan, sang kapten justru harus mendapat perawatan khusus [di salah satu rumah sakit di Pekanbaru] karena gejalanya yang berat.

Yovi mengatakan, keempat ABK menjalani isolasi di dalam kapal, dengan pantauan dari tim medis.

“Tahu sendiri bagaimana perjuangan tim medis, pakai baju hazmat, naik tangga kapal,” ujarnya.

“Tapi bagaimanapun, ini tugas. Siapa pun dan dari mana pun, sudah kewajiban kita memberikan pertolongan,” sambung Yovi.

Cina

Selain WN India, WN Cina juga masuk ke Indonesia. Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Arya Pradhana Anggakara, membenarkannya.

Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (4/5) lalu.

“Benar, pada Selasa, 4 Mei 2021, jam 14.55 WIB, telah mendarat 85 WN Cina, dan 3 WNI,” kata Angga, Kamis (6/5), mengutip Kompas.

“Dengan pesawat China Southern Airlines [charter flight] dengan nomor penerbangan CZ8353, dari Shenzhen, di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Angga menekankan, sebelum pemeriksaan keimigrasian, seluruh WN Cina itu telah melewati pemeriksaan, sesuai protokol kesehatan.

“Sebelum dilakukan pemeriksaan keimigrasian, para penumpang telah melalui pemeriksaan kesehatan sesuai protokol kedatangan orang dari luar negeri, oleh pihak KKP Kemenkes,” ujarnya.

Angga juga menyebut, dokumen keimigrasian puluhan WN Cina itu sesuai dengan peraturan yang berlaku [Peraturan Menteri Hukum dan HAM].

“Secara keimigrasian, diketahui bahwa visa dan dokumen keimigrasian mereka sudah sesuai dengan Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020,” jelasnya.

1 dari 85 Positif Corona

Meskipun terbang menggunakan pesawat sewaan, bukan berarti dari 85 WN Cina yang tiba, bersih dari virus Corona.

Kemenkes mengabarkan, satu di antara mereka yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (4/5) lalu, positif COVID-19.

Terkonfirmasi, setelah tes ulang tahap pertama di Indonesia. WN Cina itu adalah HLY.

“Hasil pemeriksaan PCR swab pertama, ada satu yang positif, ya,” kata Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal P2P [Pencegahan dan Pengendalian Penyakit] Kemenkes Benget Saragih, Jumat (7/5).

Mengutip CNN, HLY, semula menjalani karantina di Hotel Mercure Jakarta Batavia, Jakarta Barat.

Sebelum akhirnya dipindah ke Hotel Hariston, Jakarta Utara, untuk perawatan serta isolasi.

Sementara 84 WN Cina lainnya, hingga berita ini ditulis, dinyatakan negatif Corona.

Namun, mereka tetap harus menjalani masa karantina selama lima hari, di 10 hotel di Jakarta [yang direkomendasikan Satgas COVID-19].

Sedangkan tiga WNI yang terbang dalam satu pesawat bersama mereka juga negatif, dan menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.

“Lainnya, hasil swab negatif, pemeriksaan pertama, dan mereka dikarantina di berbagai hotel karantina,” kata Benget.

Protes Publik

Beredar video amatir yang merekam kedatangan puluhan WN Cina di Bandara Soekarno-Hatta, mengundang protes publik.

“WNA India sama TKA Cina bebas masuk Indonesia, sekalipun dalam kondisi positif,” kritik @trianananaaa.

“Tapi warganya enggak boleh mudik, dengan alasan ‘mencegah angka kenaikan Covid’. Kok pintar sekali. Emang pemerintah paling top,” sindirnya.

Sementara akun @tuah__, mengatakan, “Kemarin sibuk vaksin. Hebohlah pokoknya. Ternyata enggak bisa mudik, disekat dengan senjata lengkap.”

“Kata Gubernur Jawa Barat, ‘Tikus pun tak boleh masuk Jabar’. Lah yang dari Cina dan India itu apa? Kotak sabun kali, ya?” sambungnya, bertanya.

“Ini yang bikin aturan makin enggak punya otak. Mudik dilarang, WNA bebas masuk,” sahut @AndraLalilulelo.

“Kemarin-kemarin India, sekarang Cina. Ini baru yang ketauan, belum yang enggak,” tegasnya.

Kembali ke video yang merekam kedatangan WN Cina ke Indonesia.

Pembuat video, nampak sempat menghitung jumlah mereka yang disebut lebih dari 20 orang.

Setelah keluar dari Bandara, dalam video itu, WN Cina yang datang juga terlihat langsung dijemput oleh sebuah bus berwarna hijau.

“Warga negara sendiri dilarang pulang kampung atau mudik. WNA Cina, India, yang jelas-jelas negaranya tsunami Covid, boleh masuk,” kata @aurafikri.

“Dengan dalih pekerja atau pesawat charter,” sambungnya. “Kalau kita enggak boleh ke mana-mana, WNA [juga harusnya] enggak boleh masuk, karena mereka sumber Corona-nya. Angel… angel.”

Baca Juga: Di Tengah Larangan Mudik, Penerbangan Jakarta-Wuhan Kembali Dibuka

Dengan tambahan 5.647 kasus positif hingga Kamis (6/5) kemarin, maka total kasus COVID-19 di Indonesia [sejak diumumkan pasien pertama, 2 Maret 2020] adalah 1.697.305.

Dengan total pasien sembuh 1.552.532, dan 46.496 orang meninggal. Artinya, masih ada 98.277 kasus aktif, dan tambahan 77.775 orang, berstatus suspek.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ngelmu.co