Berita  

Erdogan Jadikan Hagia Sophia Masjid, Oposisi Menolak

Erdogan Jadikan Hagia Sophia Masjid, Oposisi Menolak

Ngelmu.co – Presiden Turki, Racep Tayyip Erdogan, berencana akan mengubah Hagia Sophia yang terkenal di Istanbul menjadi masjid. Namun, rencana alih fungsi bangunan kuno tersebut memicu pertikaian politik domestik di Turki.

Pertikaian itu terjadi antara politikus Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa melawan oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP).

Harus Tetap Menjadi Museum

Karena menurut Wakil CHP, Ibrahim Kaboğlu, tempat tersebut harus tetap menjadi museum. Sebab, itu merupakan “warisan bersama”, termasuk Masjid Sultanahmet, dan Istana Topkapi.

“Istana Topkapi harus dilestarikan sebagai museum, Hagia Sophia harus dilestarikan sebagai museum, dan bahkan Sultanahmet harus menjadi museum, karena ini sekarang adalah warisan kemanusiaan,” kata Kaboğlu pada 10 Juni di parlemen.

Kaboğlu juga mengatakan, bahwa keputusan untuk membawa ini ke Dewan Negara untuk mengeluarkan putusan terkait museum yang dialih fungsikan menjadi masjid, seperti pada masa pemerintahan Ottoman, merupakan instrumentisasi peradilan pada masalah Hagia Sophia.

Reaksi dari para anggota parlemen AKP terkait komentarnya pun mulai ia terima. Namun dalam wawancara dengan harian Hurriyet, Kaboğlu merevisi terkait komentarnya itu.

Ia menyebut, bahwa dirinya tidak pernah meminta konversi Sultanahmet, tempat ibadah, namun harus dipahami dalam arti empati dan dengan perspektif yang lebih universal.

Menuduh Proposal Wakil CHP

Akan tetapi, juru bicara AKP Ömer Çelik, menuduh proposal wakil CHP untuk mengubah Masjid Sultanahmet menjadi museum merupakan tindakakan yang tidak menghargai nilai-nilai serta budaya Turki.

“Kami sangat mengutuk mentalitas ini,” katanya.

Bahkan, ia juga menuduh CHP berbicara seperti sebuah negara saingan yang menentang Turki.

“Mereka yang berpikir seperti ini hanya berbicara tesis negara-negara lain tentang masalah-masalah Libya, Mediterania timur dan Suriah,” kata Çelik.

“Turki telah memberikan rasa hormat terhadap tempat-tempat ibadah semua agama selama bertahun-tahun. Mereka (CHP) memberikan segala macam rasa tidak hormat di parlemen terhadap negara ini,” tambahnya.

Sebagaimana yang disampaikan kepada harian Hurriyet, kepala Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet) Ali Erbas, mengungkapkan tentang keinginan Turki, yakni dalam hal mengubah Hagia Sophia menjadi masjid.

“Tentu saja, kami akan sangat senang membuka Hagia Sophia untuk beribadah. Saya harap itu terbuka. Jika dibuka, sebagai Presidensi Urusan Agama, kami akan menyediakan layanan keagamaan kami seperti yang kami lakukan di semua masjid kami, ” kata Erbaş.

Pada 11 Juni lalu, wakil ketua kelompok CHP Özgür Özel mengatakan, bahwa debat yang diluncurkan oleh AKP hanya bertujuan untuk mengubah topic agenda di Turki.

Diketahui, sebuah organisasi di luar pemerintahan, Asosiasi Perlindungan Monumen Bersejarah dan Lingkungan mengajukan gugatan pada 2016, karena mengubah situs warisan dunia UNESCO menjadi masjid. Asosiasi memperbarui aplikasi pada tahun 2010.

Baca Juga: Turki Wajibkan Penggunaan Masker, Erdogan Larang Penjualan: Bagikan Gratis untuk Semua

Dewan Negara memeriksa permintaan untuk membatalkan keputusan kabinet tahun 1934 yang mengubah Hagia Sophia dari masjid menjadi museum. Pengadilan akan membuat keputusan tentang status Hagia Sophia pada 2 Juli tentang apakah situs tersebut dapat dikonversi menjadi masjid.