Kenapa Puan Cemberut saat Lempar Kaus ke Warga?

  • Bagikan
Puan Cemberut Lempar Kaus

Ngelmu.co – Publik bertanya, mengapa Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, cemberut saat melemparkan kaus ke warga?

Video yang merekam aksinya–berdurasi 1 menit 41 detik–terunggah di kanal YouTube metrotvnews, Kamis (22/9/2022) lalu.

Namun, sampai hari ini, videonya masih tersebar luas di berbagai media sosial.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Ngelmu.co (@ngelmuco)

Bukan cuma caranya membagikan kaus dengan dilempar, tetapi raut wajah Puan juga menjadi bahan pembicaraan.

Apalagi, Puan juga tampak menegur salah satu pengawal pribadi (walpri)-nya yang terlihat memegang kaus.

Kata PDIP

Terpisah, Ketua DPP PDIP Said Abdullah, menjelaskan alasan di balik ekspresi cemberut Puan, saat melempar kaus ke warga di Bekasi, Jawa Barat.

Menurutnya, saat itu Puan, memasang ekspresi cemberut, karena kesal dengan walprinya yang tidak menjalankan tugas dengan benar.

Si walpri bukannya berjaga, tetapi justru memegang kaus yang akan Puan bagi-bagi.

“Mbak Puan, kaget, ‘Lo, kok kamu yang megang kaus?’, Mbak Puan itu nanya, bukan marah,” bela Said, Selasa (27/9/2022).

“Kok kamu yang pegang kaus? ‘Kan seharusnya bukan kamu. Kamu menjaga tugas’,” sambungnya, menirukan pernyataan Puan.

Walpri, kata Said, tidak seharusnya membagikan kaus, karena itu merupakan tugas elite partai politik.

Said juga bilang, ekspresi Puan, bukan merupakan bentuk emosi ke warga.

“Kita ini kalau mau berpikir sehat, apa iya, turun ke masyarakat tiba-tiba marah-marah, muka ditekuk? Apa, iya?”

“Kan sia-sia turun, dan itu bukan tipikal Mbak Puan,” tutur Said.

Puan, lanjutnya, adalah sosok yang sangat familier, dan sangat humble ketika bertemu dengan masyarakat.

“Kalau Mbak Puan itu tidak humble, seakan-akan mukanya Mbak Puan, tidak merakyat, kemudian untuk apa kira-kira Mbak Puan turun ke bawah?”

Said juga menyampaikan, bahwa sambutan masyarakat saat itu, di luar prediksi Puan dan tim.

Kontroversial

Sikap Puan, saat membagikan kaus ke warga, bukanlah tindak kontroversinya yang pertama.

Sebab, sebelumnya, beberapa sikap Puan juga kerap menjadi kontroversi bagi warganet.

Mulai dari tindakannya mematikan mikrofon saat rapat, hingga baru-baru ini, menerima ucapan selamat ulang tahun di tengah protes demontrasi tolak kenaikan harga BBM.

Pada Selasa (6/9/2022), Puan mendapat kejutan ulang tahun di tengah memimpin rapat paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Namun, di saat yang bersamaan, ribuan pendemo tengah berkumpul di depan Gedung DPR RI untuk menolak kenaikan harga BBM.

Imbasnya, Puan pun dilaporkan ke MKD DPR RI pada Senin (12/9/2022), karena dinilai melanggar kode etik.

Baca Juga:

Pelapor adalah seorang yang mengaku sebagai aktivis 98, yakni Joko Priyoski.

Joko merasa tindakan Puan, melanggar Bab II Kode Etik Bagian Kesatu terkait Kepentingan Umum Pasal 2 Ayat 1 dan 2, juncto Bagian Kedua soal Integritas Pasal 3 Ayat 1 dan 2 Kode Etik Anggota DPR RI.

Walaupun pada akhirnya, MKD DPR RI menghentikan laporan terhadap Puan.

Pasalnya, MKD menilai Puan, tidak merayakan ulang tahun saat rapat paripurna DPR RI.

  • Bagikan