Lepas CFW, Baim Wong Minta Maaf: Jangan Salahkan Tim atau Istri Saya

  • Bagikan
Baim Wong Minta Maaf
Baim Wong bersama Bonge [bocah Bojong Gede]

Ngelmu.co – Menuai kontroversi, Baim Wong akhirnya memutuskan untuk melepaskan Citayam Fashion Week (CFW).

Melalui video yang terunggah di kanal YouTube dan akun Instagram-nya, Baim memberikan penjelasan sekaligus menyampaikan permintaan maaf.

Pada takarir unggahan Instagram @baimwong, ia juga meminta agar semua pihak tidak menyalahkan timnya ataupun sang istri, Paula Verhoeven.

Maaf, saya tidak ada niat mengambil hak orang lain. Tolong salahkan semua pada saya.

Kalau bisa, jangan menyalahkan semua ini pada tim saya, atau bahkan istri saya. Semua terjadi, karena memang ini ide saya.

Berawal memang karena niatan kecil saya untuk membahagiakan istri saya. Kalian harus lihat excited-nya Paula, melihat CFW 😊

Sedih melihat dia di-bully, karena tindakan saya. Tolong jangan salahkan dia, ya.

Saya pun minta maaf, karena tindakan saya ini, banyak dari kalian yang kesal, yang akhirnya jadi berkata negatif ke saya.

Demi Allah, saya tidak mempunyai dendam dengan satu pun dari kalian.

Itu hanyalah cara kalian untuk menegur orang yang salah, tapi dengan cara yang berbeda-beda.

Sekali lagi saya minta maaf. Selalu sayang kalian semua.

Seperti diketahui, sebelumnya PT Tiger Wong Entertainment mendaftarkan merek Citayam Fashion Week ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Sebelum memutuskan untuk melepas CFW, Baim Wong telah terlebih dahulu menyampaikan klarifikasi:

Citayam Fashion Week ini bukan milik saya. Ini milik mereka semua, ini milik Indonesia.

Saya hanyalah orang yang punya visi ‘menjadikan’ Citayam Fashion Week sebagai ajang…

Untuk membuat trend ini menjadi wadah yang legal, dan enggak musiman.

Dan yang paling penting, bisa memajukan fashion Indonesia di mata dunia.

Kenapa saya tergerak? Berawal semua ini karena istri saya, karena ia mengerti dunia fashion…

Dan ia melihat Citayam Fashion Week ini adalah gerakan di mana orang-orang sudah memedulikan fashion.

Dan ternyata di Indonesia, fashion itu enggak harus mahal, dan mereka bangga memakainya.

Kebanggaan itu adalah achivement yang penting, dan itu harus dibudidayakan.

Bagaimana caranya?

Orang-orang dengan mimpi yang besar yang harus membantu mereka.

Bukan karena kepentingan bisa dapat berapa, tetapi visinya itu mau dibawa sejauh apa?

Dan sejauh apa kita percaya dengan tujuan itu, dan tujuan itu untuk kesejahteraan siapa?

Dan apakah ada manfaatnya untuk orang banyak? Terlalu banyak risiko ketika kita mempunyai cita-cita atau tujuan yang besar…

Karena membuat sesuatu menjadi besar, pasti memerlukan biaya, dan saya pun bilang ini kepada mereka semua.

Bonge, Roy, Kurma, Jeje (waktu itu lagi sakit, tapi saya sudah undang juga), persis sehari sebelum berita ini ada.

Hasil dari sini, saya belum tahu ada atau enggak, tapi kalaupun ada, itu akan jadi milik kalian juga.

Dan bukan cuma itu, ingat, ada nama Citayam di depannya, ini juga milik mereka.

Ini benar-benar milik Indonesia.

Dengan tangan kalian (Bonge, Roy, Jeje, dan Kurma), kalian bangun Citayam menjadi daerah yang hebat, dengan uang ini.

Saya hanya bagian dari kalian, untuk bisa meraih mimpi ini. Saya hanya butuh kepercayaan kalian.

Dan alhamdulillah, semua kejadian ini track record-nya, ada.

Insya Allah, saya enggak mengada-ada, kalian boleh langsung menanyakan ke pihak yang bersangkutan.

Kapan saya pertama kali hubungi Bonge, kapan saya mendaftarkan HAKI, kapan saya berbicara dengan semua orang yang berhubungan dengan Citayam Fashion Week.

Kapan saya minta izin Pak Menteri untuk memindahkan CFW ke tempat lebih layak, kapan saya minta izin Dirut Sarinah, menjaga-jaga kalau suatu saat mereka enggak boleh di Dukuh Atas, karena keadaan sekarang terlalu ramai.

Semua itu saya lakukan bukan untuk kepentingan pribadi.

Tujuan besarnya lebih untuk kalian, lebih untuk Indonesia.

Saya peduli dengan negara saya. Sebisa mungkin, saya melakukan yang menurut saya bisa saya lakukan.

Kalau kalian mempunyai rasa yang sama, mungkin kalian melakukan hal yang sama dengan saya.

Selalu berpikir, bagaimana menjadikan Indonesia lebih maju.

Enggak pernah mau terima kalau Indonesia kalah sama luar negeri.

Selalu berpikiran Indonesia pasti bisa lebih hebat.

Tetapi maaf kalau jadi meresahkan kalian. Insya Allah, tujuan kita sama. Semua untuk kalian.

@ngelmuco Soal #BaimWong dan #PaulaVerhoeven yang mendaftarkan #CitayamFashionWeek ke #PDKI melalui perusahaan #TigerWongEntertainment ♬ Welcome To Indonesia – Ica Maysha ft. TikTok Creators

Baca Juga:

Keputusan Baim Wong mendaftarkan CFW ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI), menyita perhatian berbagai pihak.

Termasuk Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (Emil), yang berpesan melalui akun Instagram pribadinya, Senin (25/7/2022) kemarin:

Nasihat saya, tidak semua urusan di dunia ini harus selalu dilihat dari sisi komersial.

Fenomena Citayam Fashion Week itu adalah gerakan organik akar rumput yang tumbuh-kembangnya harus natural dan organik pula.

Sekalinya diformalkan dan dimewahkan, apalagi oleh orang luar, malah akan hilang tujuan dan maksudnya.

Dan biasanya, gerakannya malah akan mati muda.

Biarkan ini jadi cerita, bahwa fashion jalanan tetap adanya di jalanan.

Bukan di Sarinah, bukan di podcast, bukan pula harus menginternasional.

Biarkan tetap Slebew, bukan Haute Couture.

Ada kalanya mereka hanya butuh ruang ekspresi, dan tidak perlu negara turut campur terlalu jauh.

Tidak perlu pula individu-individu di luar komunitasnya ikut-ikutan mengatur-ngatur.

Jika pun ingin di-organisasikan lebih baik, biarlah mereka sendiri yang mengurusnya melalui komunitasnya.

Oleh mereka, bukan Anda.

Anda dan istri sudah hebat, punya kerja-kerja luar biasa. Lanjutkan.

Tapi bukan untuk inisiatif yang ini.

Saran saya, pendaftaran HAKI ke Kemenkumham dicabut saja.

Terima kasih jika bisa memahaminya.

Hatur Nuhun.

Baca Juga:

Makin ramai dan gaduh, akhirnya Baim Wong memutuskan untuk melepas Citayam Fashion Week.

Berikut garis besar pernyataan Baim, seperti Ngelmu kutip dari video YouTube berdurasi 14 menit 37 detik itu:

Adanya ide ini pas Paula di sana. Idenya sebenarnya bukan HAKI, idenya itu kita mengadakan suatu pagelaran, kompetisi.

Supaya fashion week ini ada, dan enggak cuma gini saja

Kalau saya tipikal yang mau ambil gitu saja hak orang, itu enggak.

Saya tanya dulu sama Bonge [bocah Bojong Gede], baru habis itu saya tanya ke HAKI, sebelum saya membuat kompetisi dan pagelaran besar.

Karena kalau HAKI itu ada, saya mau minta izin. Se-simpel itu. Boleh atau enggak?

HAKI itu belum ada yang punya, kita bikin saja HAKI-nya, se-simpel itu. Bukan kita ambisius mengambil Citayam Fashion Week.

Awalnya dari situ.

Cuma saya bilang, ketika kalian masuk ke sini juga sebenarnya Citayam Fashion Week itu juga bukan punya kalian.

Jadi, takutnya kesenjangan nih sama orang-orang di situnya.

Gimana, kalau kita, saya berencana nih, dari hasil semua ini, kalau misalkan ada, karena ‘kan kita semua dari uang saya dulu nih semuanya.

Kalau misalkan hasil dari sini ada, saya bilang, kita buat bangun Citayam.

Saya agak ‘kena’-nya, ketika berita ini ada, walau mereka belum bertanya ke saya dengan opini masing-masing.

Saya lumayan agak sedih juga dalam hati, padahal kita niatnya enggak ke situ, [enggak] ambil hak orang.

Kita mau kasih sumbangsih ini ke Citayam, tapi akhirnya malah jadi seperti ini.

Saya pun jadi merasa, ternyata jadi begini, ya…

Kalau misalnya meresahkan, saya minta maaf, karena kita enggak se-ambisius itu.

Jadi, memang kita mau melepaskan, karena menurut saya, enggak mau jadi kayak seperti ini.

Enggak ada niatan kita untuk… tadi juga berpikiran untuk dibuat HAKI bareng-bareng sama mereka.

Cuma saya bilang, daripada berkelanjutan-lah, saya bilang, sudahlah… karena niatan kita enggak ke sana sama sekali [ambil hak orang].

Saya akan melepas, enggak mau mempertahankan.

Kalaupun nanti ada yang bisa saya bantu ketika Citayam Fashion Week, apa pun itu, PT Tiger Wong Entertainment, bantu.

Banyak orang… sedih juga pas baca, ketika [saya dibilang] mengambil untung dari ini.

Aduh, saya bilang, malah kita mau menjadikan ini suatu ajang besar, dan hasilnya buat mereka semua.

Saya tidak menyalahkan dan tidak dendam juga sama kalian, benaran enggak. Demi Allah, enggak.

Cuma alangkah baiknya, kalau mendengarkan dulu, saling mendengarkan, baru beropini.

Takutnya ‘kan malah jadi kaya salah persepsi, jadi negatif, malah merugikan.

Cuma kalau saya balik lagi, enggak apa-apa.

Memang mungkin salah saya ketika awalan, harusnya saya agak mengerti ini adalah domainnya publik.

Saya ‘kan belum terlalu mengerti begitu, ya, maaf, ya, soal IP.

Makanya tadi ada orang ke sini, menjelaskan mengenai IP.

Jadi, menurut saya, baru penjelasan itu saya mengerti, karena Harajuku pun yang punya Jepang… itu domain publik.

Oh, begitu ya, saya bilang.

Memang saya tidak tahu, dan maaf banget kalau memang saya itu begitu, tapi jauh sekali dengan persepsi orang yang mengambil untung atau gimana.

Malah saya mau kebalikannya, mau menjadikan ini seperti sebagai ajang yang bagus.

Baca Juga:

Sebelumnya, permohonan PT Tiger Wong Entertainment, teregistrasi dengan nomor JID2022052181, pada 20 Juli 2022.

PT Tiger Wong Entertainment mengajukan Citayam Fashion Week sebagai hiburan dalam peragaan busana hingga podcast.

Citayam Fashion Week yang didaftarkan perusahaan Baim Wong, juga akan menjadi layanan penyedia video online yang tidak dapat diunduh di bidang mode.

Begitu juga dengan organisasi peragaan busana untuk tujuan hiburan, pelaksanaan pameran, peragaan busana, dan pameran kebudayaan untuk tujuan hiburan.

Selain PT Tiger Wong Entertainment, seseorang bernama Indigo Aditya Nugrho juga mendaftarkan Citayam Fashion Week ke Kemenkumham.

Permohonannya tertera dengan nomor JID2022052496.

Di sisi lain, Koordinator Humas Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham Irma Mariana, bicara.

Ia menyebut permohonan merek Citayam Fashion Week dari perusahaan Baim Wong, sudah masuk.

Namun, ia mengatakan bahwa prosesnya masih lama. “Memang sudah masuk dalam permohonan pengajuan.”

“Tapi kita ‘kan ada berapa tahapan lagi, masih jauh untuk bisa menentukan, apakah merek itu bisa diberikan atau tidak,” jelas Irma pada Ahad (24/7/2022) lalu.

  • Bagikan