Makin Terang-terangan, Makin Meresahkan

  • Bagikan
Membiarkan LGBT Sama Halnya Mengundang Azab Allah
Foto: Antara News/Fahrul

Ngelmu.co – Pakar media sosial, Ismail Fahmi, pada Sabtu (9/10) lalu, mengungkap bagaimana pengguna Twitter, makin terang-terangan bicara tentang gay.

Founder Aplikasi Drone Emprit itu juga menjabarkan, bagaimana fenomena ini makin meresahkan.

“Ini sebagai gambaran saja. Bahwa, bisa dibayangkan, kontennya seperti apa itu.”

“Mulai dari anak-anak, SMP, SMA, sekolahan, sampai dewasa, ada semua di situ.”

“Video gay yang paling banyak di-retweet, bahkan sampai 400 kali [dalam beberapa hari], ada juga gambar.”

Demikian jelas Ismail, dalam program Dialektika TVMU, bertajuk, ‘LGBT: Dilema HAM vs Agama’.

TV Muhammadiyah, sebelumnya, meminta Ismail untuk memaparkan percakapan terkait LGBT di media sosial.

“Ini terlalu luas, sehingga saya ambil khusus terkait gay,” tuturnya.

Ismail menganalisis transmisi konten pornografi, karena persoalan orientasi, bukan merupakan domainnya.

Ia juga tak menampik, bahwa makin hari, pelaku penyimpangan seksual terus bertambah.

Makin mengkhawatirkan, karena banyak juga dari mereka adalah remaja, bahkan anak-anak.

Aktivitas mereka yang cukup tinggi, juga bisa terpantau jelas di dunia maya.

Ismail, memperoleh data mengejutkan perihal transmisi konten negatif LGBT, khususnya gay.

Dari 10 September hingga 9 Oktober lalu, sudah ada 7.751 percakapan tentang gay, di Twitter.

Termasuk berbagi video dan gambar, dengan berbagai kata kunci pun tanda pagar.

Penelusuran juga membuat Ismail, menemukan banyak akun yang menjajakan prostitusi gay.

Menurutnya, sejauh ini, pelaku perbincangan atau pembagi konten-konten gay, paling tinggi berada di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Baca Juga:

Pada kesempatan yang sama, Ketua Departemen Dakwah Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Elisa Kurniadewi, juga bicara.

Ia mengaku prihatin, dengan banyaknya pelaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Elisa, mengutip data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), bahwa ada sekitar 1.950.970 LGBT, di 2015.

Banyak dari mereka yang terkena HIV/AIDS. “Fenomena ini mengejutkan kita, karena terus bergerak.”

“Tentu saja, Nasyiatul Aisyiyah, sebagai organisasi yang ramah perempuan dan anak, dan berpihak pada nilai-nilai keadilan, tidak sepakat dengan hal ini.”

“Apa yang dilakukan kelompok LGBT ini, bertentangan dengan prinsip maqasid asy-syar’iah,” jelas Elisa.

Nasyiatul Aisyiyah juga terus berupaya mengedukasi masyarakat, tentang bahaya LGBT.

Elisa juga menyampaikan, betapa pentingnya merangkul para pelaku LGBT, agar mereka kembali ke jalan yang benar.

Eks anggota Komnas HAM, yakni Maneger Nasution, juga turut bicara di Dialektika TVMU.

Ia mengatakan, bahwa sejak dulu, LGBT memang telah menjadi persoalan global, sekaligus penyimpangan peradaban.

Di mana para pelakunya, sering menggunakan tameng hak asasi untuk alat pembenar perilaku penyimpangan tersebut.

Padahal, Nasution menekankan, baik dari perspektif agama pun HAM, LGBT tidak dapat dibenarkan.

Dalam Islam, LGBT jelas bertentangan dengan maqasid asy-syar’iah, sementara HAM, PBB juga menolak keras kelompok ini.

Walaupun, PBB memang menyerahkan kebijakan kembali kepada negara masing-masing.

Itu mengapa, saat ini ada 33 negara yang memberi kelonggaran, bahkan mulai menyambut hangat LGBT.

Namun, Nasution menegaskan, LGBT, tidak punya peluang untuk dapat legal di Indonesia.

Pasalnya, tidak ada satu aturan pun yang membolehkan praktik tersebut.

“Di Indonesia, tidak ada satu pun undang-undang yang memperbolehkan perkawinan sejenis,” tegas Nasution.

“Karena itu, kalau dalam perspektif HAM, maka sesungguhnya saya ingin katakan, bahwa dalam konteks hukum nasional kita, tidak ada peluang untuk melakukan perkawinan sejenis,” paparnya.

  • Bagikan
ngelmu.co