MUI Imbau Menag Yaqut soal Syiah dan Ahmadiyah

  • Bagikan
MUI Menag Yaqut Syiah Ahmadiyah

Ngelmu.co – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan Menteri Agama (Menag), Yaqut C Qoumas, soal pernyataannya yang berkaitan dengan Syiah dan Ahmadiyah.

Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, berharap Yaqut, dapat menyadari posisinya.

Saat ini, Yaqut, bukan hanya pemimpin dari kelompok GP Anshor, karena ia juga memiliki tanggung jawab sebagai menteri.

“Saya mengimbau, Menag sekarang ini ‘kan masih Ketum GP Ansor, tapi sekarang sudah jadi menteri,” kata Anwar, mengutip CNN, Sabtu (26/12).

“Ya, perilakunya juga harus seperti menteri. Beliau juga anak muda, ya, kalau bisa sering-sering minta pendapat dulu ke orang tua,” imbuhnya.

Pernyataan Menag, lanjut Anwar, pasti akan mengundang kontroversi.

“Itu diungkit lagi, diangkat lagi. Umat Islam akan tersedot lagi pada perdebatan. Hingga akhirnya negeri ini enggak pernah aman,” tegasnya.

Baca Juga: Pesan dari Ketua MUI Sumbar untuk Menag Yaqut C Qoumas

Sebelumnya, Menag Yaqut mengatakan, pemerintah akan mengafirmasi hak beragama di Indonesia, termasuk bagi warga Syiah dan Ahmadiyah.

“Mereka warga negara yang harus dilindungi,” kata Yaqut, di Jakarta, mengutip Antara, Kamis (24/12).

Ia, tidak mau ada kelompok beragama minoritas yang terusir dari kampung halamannya karena perbedaan keyakinan.

Demi menjembatani perbedaan, Kementerian Agama (Kemenag), kata Yaqut, juga akan memfasilitasi dialog lebih intensif.

“Perlu dialog lebih intensif untuk menjembatani perbedaan. Kementerian Agama akan memfasilitasi,” tuturnya.

Namun, Yaqut, kembali menjelaskan maksud dari pernyataannya yang langsung menjadi perbincangan dan memicu pro kontra itu.

Ia menegaskan, tidak melindungi kelompok Syiah dan Ahmadiyah, dalam konteks organisasi.

“Sekali lagi, sebagai warga negara, bukan jemaah Syiah dan Ahmadiyah,” jelasnya, Jumat (25/12) kemarin.

“Karena semua warga negara sama di mata hukum. Ini harus klir,” sambung Yaqut.

“Tidak ada pernyataan saya melindungi organisasi atau kelompok Syiah dan Ahmadiyah,” lanjutnya lagi.

“Sikap saya sebagai menteri agama, melindungi mereka sebagai warga negara,” pungkas Yaqut.

Baca Juga: Soal Syiah dan Ahmadiyah, Menag Yaqut: Mereka Warga Negara yang Harus Dilindungi

Terlepas dari itu, kelompok Syiah dan Ahmadiyah, telah menyambut baik pernyataan Yaqut.

Tepatnya soal mengkaji ulang SKB tiga menteri berkaitan dengan larangan ajaran kedua kelompok tersebut di Indonesia.

Seperti Ketua Umum Ahlulbait Indonesia (ABI), Zahir Yahya yang mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana tersebut.

Terlebih menurutnya, hal ini sesuai dengan amanat UUD 1945.

Komunitas Syiah di Indonesia, memang tergabung dalam ormas ABI, di mana saat ini Yahya adalah ketuanya.

“Tentu komunitas Syiah di Indonesia, menyambut baik statement Bapak Menag tersebut,” akuannya, dalam keterangan resmi.

Ahmadiyah, juga menyampaikan hal serupa, lewar Juru Bicara Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Yendra Budiana.

Meskipun pihaknya, mengaku tetap menunggu aksi nyata dari Yaqut.

“Kami itu lebih bagaimana Kemenag mengimplementasikan hak-hak beragama dari warga negara,” kata Yendra.

“Tentu kami menyambut baik,” tutupnya.

  • Bagikan
ngelmu.co