Muzzamil Yusuf: PKS Oposisi Konstruktif Agar Pemerintah Bisa Introspektif Sportif

  • Bagikan

 

Ngelmu.co – Almuzammil Yusuf (Anggota DPR RI – FRAKSI PKS), menyatakan bahwa Sikap PKS firm dan final pada oposisi. PKS juga mendukung dialog dengan berbagai pihak termasuk dengan Pak Jokowi. Namun dialog dengan Pak Presiden Joko Widodo akan dilakukan pasca pembentukan kabinet, sehingga definisi dialog PKS adalah antara PEMERINTAH dengan OPOSISI. Demikian dikatakan oleh Yusuf sebagai salah seorang politisi senior partai tersebut.

“Karena bila pertemuannya sebelum pembentukan kabinet, pemaknaannya bisa macam-macam. Namun bila itu dilakukan setelah kabinet terbentuk,  PKS jelas men”declare” bahwa kami berada pada posisi oposisi yang terhormat” imbuh Yusuf seraya menegaskan pernyataannya.

Sebagaimana pada periode pertama tahun 2015,  Muzammil Yusuf kembali menambahkan, saat itu saat pertemuan PKS dengan Pak Jokowi jelas PKS sebagai oposisi dan Pak Jokowi sebagai Pemerintah.  Kedua pihak akan menjalankan peran masing-masing jangan sampai “oposisi asal kritik” dan “Pemerintah Jokowi anti kritik”.

“Kita melakukan kritik konstruktif dan sebaliknya pemerintah melakukan introspeksi sportif.

Bila hal ini berjalan, tentu yang diuntungkan adalah publik/masyarakat. Karena dengan begitu PKS bisa memberikan kontribusi positif, karena check and balance adalah keniscayaan.  Sebab di dalam demokrasi harus ada oposisi. Seperti juga di dalam bahasa agama ada “Amar Ma’ruf Nahi Mungkar”.

“Dalam demokrasi, ini adalah hal yang lumrah dan jangan saling dibentur – benturkan, ” demikian pungkas Al Muzzamil Yusuf.
  • Bagikan