Pasangan Ideal untuk Pilpres 2024, Analis Politik: Anies-Salim

  • Bagikan
Pilpres 2024 Anies-Salim

Ngelmu.co – Pangi Syarwi Chaniago menyebut dua nama yang menurutnya bakal menjadi pasangan ideal untuk pemilihan presiden (pilpres); 2024 mendatang.

Dengan gamblang, pengamat politik–yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting–itu membagikan pandangannya.

Menurut Pangi, Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr Salim Segaf Al Jufri, memiliki potensi besar.

Ia menilai, pria yang akrab disapa Habib Salim itu layak menjadi calon wakil presiden dari seorang Anies Baswedan.

Sebab, mantan Menteri Sosial ke-26 RI itu memiliki banyak pengalaman, yang tidak kalah dari Ma’ruf Amin; wakil presiden saat ini.

“[Habib Salim] Bisa mengisi kekosongan di kelompok agama. Menghilangkan benturan yang agak keras.”

“Antara Pancasila dengan Islam, demokrasi dengan Islam, dan nasionalis dengan Islam.”

“Sehingga tidak terlalu mengental, dan lebih cair. Kekosongan [figur] kelompok religius, bisa diambil dari kalangan santri dan ulama.”

Demikian pernyataan Pangi, saat dihubungi di Jakarta, seperti Ngelmu kutip dari Elshinta, Selasa (24/5/2022).

Selama ini, lanjutnya, PKS hanya mengusung kader eksternal; bukan kader internal.

Sementara partai-partai lain, karena sudah tidak ada petahana di 2024 mendatang, maka mereka mengajukan kader-kader sendiri.

“Tantangannya adalah bagaimana menjadi orang yang populis. Memosisikan diri sebagai seorang negarawan.”

“Yang bisa mengakomodir semua kelompok masyarakat, dan melindungi minoritas, juga mayoritas.”

“Dan modal pertama adalah elektabilitas. Kalau tren beliau bagus, maka akan punya data tarik tersendiri.”

Baca Juga:

Itu mengapa Pangi, bicara kemungkinan Anies-Habib Salim, menjadi pasangan capres dan cawapres di 2024.

Di matanya, jika keduanya benar berpasangan, maka kombinasi sipil dan ulama, akan sangat dominan, juga ideal.

Kombinasi seperti itu masih relevan dengan pemilu sebelumnya.

Di mana Ma’ruf Amin, lebih dipilih daripada Mahfud Md.

“Anies-Salim adalah pasangan sipil dan ulama, dan ini bagus.”

“Jika Anies direpresentasikan sebagai kelompok nasionalis, maka koalisinya adalah nasionalis religius.”

Terlepas dari itu, menjelang perayaan milad ’20 PKS’ yang akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Habib Salim, bicara.

Ia menyampaikan, bahwa acara akbar yang bakal menghadirkan 10 ribu kader, bukan sekadar konsolidasi internal.

Namun, juga konsolidasi nasional. Maka harapannya, PKS dapat menjadi magnet pemersatu bagi seluruh elemen bangsa.

Elemen bangsa yang ke depannya terus memiliki komitmen untuk membangun negeri.

“Kami mengundang teman-teman dari partai lain. Termasuk juga pengurus pusat Muhammadiyah dan NU, sebagai ormas terbesar di Indonesia.”

“Kami akan berbagi panggung dengan mereka, dan meminta mereka memberi masukan-masukan untuk PKS.”

“Agar bisa berkontribusi lebih besar lagi untuk Indonesia,” ujar Habib Salim, secara tertulis, Sabtu (21/5/2022) lalu.

Sedangkan soal konstelasi 2024, ia menegaskan, bahwa substansi pemilu dan pilpres adalah perang gagasan serta adu ide.

Habib Salim tidak melihat pemilu ataupun pilpres sebagai ajang saling berhadapan bagi antarkelompok politik.

Ia juga menilai, ‘hajatan’ nasional lima tahun sekali itu sebagai bagian dari keharusan sejarah.

Tujuannya tidak lain, untuk membuat bangsa Indonesia, menjadi lebih matang.

“Semakin sering kita berkompetisi secara sehat melalui pemilu, pilpres, dan pilkada, maka efek domino yang akan dirasakan oleh masyarakat Indonesia adalah semakin cerdas, kritis, dan melahirkan berbagai antitesis baru, yang nantinya bisa menjadi sumbangsih bagi kemajuan bangsa.”

Begitu pungkas Habib Salim, yang rencananya bakal kembali bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Tepatnya pada Ahad, 29 Mei 2022; saat perayaan milad ’20 PKS’.

  • Bagikan