Pelajar di Tapsel Tendang dan Pukul Seorang Nenek di Pinggir Jalan

  • Bagikan
Pelajar Tendang Nenek Tapsel

Ngelmu.co – Beberapa siswa dari salah satu SMK di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara (Sumut), menendang dan memukul seorang nenek di pinggir jalan.

Pelaku, rata-rata duduk di kelas 11, dengan rentang usia 15-16 tahun.

Video yang merekam jelas aksi kurang ajar mereka itu pun viral di berbagai media sosial.

Para pelajar kurang ajar tersebut tampak mengenakan seragam pramuka, saat menendang seorang nenek pada Sabtu (19/11/2022).

Mereka yang mengendarai sepeda motor, mendekati korban yang memang tengah berjalan di pinggir jalan.

Lalu, salah satu pelajar turun dari motor, dan langsung menendang korban; hingga tersungkur.

Si nenek yang langsung berteriak, terlihat meminta pertolongan. Namun, kondisi jalan tampak sepi.

Di saat yang bersamaan, para pelajar kurang ajar itu kembali mengendarai motor mereka, dan meninggalkan lokasi.

Setelah video itu viral, pihak kepolisian melakukan penyelidikan.

Menurut polisi, sebenarnya ada dua video yang merekam aksi penganiayaan terhadap korban yang sama.

Video pertama diambil pada September lalu. Namun, baru viral bersamaan dengan video kedua.

Dalam video pertama, empat pelajar memukul korban dengan kayu.

Berikutnya, video kedua diambil pada Sabtu (19/11/2022) kemarin, sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

Dalam video tersebut, terlihat ada tujuh pelajar, yang salah satunya menendang korban.

Baik penendang, perekam, ataupun pelajar lainnya yang ada di lokasi, tampak tertawa puas melihat si nenek ketakutan.

Baca Juga:

“Mereka [dari] kelompok pelajar atau pemuda yang sama, dan dari dua kejadian tersebut, pelakunya ada enam orang.”

Demikian penuturan Kapolres Tapsel AKBP Imam Zamroni pada Ahad (20/11/2022), mengutip Detik.

Lebih lanjut, pihak kepolisian menyampaikan dugaan bahwa korban adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Pasalnya, ketika dimintai keterangan, yang bersangkutan tidak dapat memberikan penjelasan secara pasti.

“Orang dalam gangguan jiwa, yang mana tidak dapat memberikan keterangan secara pasti, apa yang kita butuhkan…”

“Sehingga langkah kami kepada korban tadi pagi, kita melaksanakan pemeriksaan kesehatan ke rumah sakit…”

“Sekaligus, kami memohon visum kepada dokter pemeriksa,” jelas Imam yang juga menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Tapsel.

Hal tersebut dilakukan untuk mencari keberadaan keluarga si nenek.

“Untuk kami bisa mengembalikan [korban] kepada pihak keluarga, sekaligus kami nanti bisa mengambil keterangan saksi dari pihak keluarga,” ujar Imam.

Pada Ahad (20/11/2022) pagi, pihak kepolisian telah menyerahkan korban ke Dinsos Tapsel.

“Agar dilaksanakan rehabilitasi, untuk ibu atau korban yang ada dalam video tersebut,” pungkas Imam.

  • Bagikan