Peraih Penghargaan ‘Politisi Inspiratif Peduli Kemanusiaan’ Itu Bernama Saadiah Uluputty

  • Bagikan
Saadiah Uluputty

Ngelmu.co – Salah satu muslimah peraih penghargaan dari Hiapolo Filantropi Indonesia itu bernama Saadiah Uluputty.

Ia mendapat apresiasi untuk kategori ‘Politisi Inspiratif Peduli Kemanusiaan’, pada Senin, 27 Desember 2021, kemarin.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Maluku itu menerima penghargaan tersebut di Perpustakaan Nasional Indonesia, Jakarta Pusat.

Saadiah tidak sendiri, ada 22 wanita inspiratif lainnya yang berasal dari seluruh Indonesia.

“Rasa syukur, haru, dan bangga [karena telah] mendapat penghargaan,” tuturnya pada Senin, 27 Desember 2021 lalu.

“Saat dihubungi, saya sudah menolak dan merasa tidak layak, tetapi teman-teman aktivis mungkin punya penilaian sendiri,” jelas Saadiah.

Para aktivis sendiri mengaku mengikuti kiprah Saadiah, yang dilantik sebagai anggota DPR, bersamaan dengan terjadinya gempa 6,8 SR di Maluku.

Saadiah, tercatat pernah mengkritik menteri yang bilang ‘pengungsi membebani pemerintah’.

Di sisi lain, ia juga terlihat turun langsung ke lokasi bencana di Maluku, bersama rekan partai dan ketua fraksinya.

Mereka berkunjung dan menyampaikan langsung bantuan berupa sembako, air, hingga bekerja sama dengan IPCN [Ikatan Pengusaha Cargo Nusantara] dalam membangun tenda bagi para pengungsi di sana.

“Tentunya, penghargaan ini saya dedikasikan untuk semua pihak,” kata Saadiah.

“Terkhusus keluarga di rumah, keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera, tim kerja, dan seluruh masyarakat Maluku,” sambungnya.

Sejauh ini, Saadiah memang menjalani karier politiknya dengan slogan, ‘Melayani dengan Cinta’.

“Saya berharap, terus menjadi pelopor yang melayani masyarakat dengan hati yang tulus ikhlas,” doanya.

Dengan jargon tersebut, kadang, Saadiah jadi lupa atas segala torehannya.

Sebab, penghargaan yang senantiasa ia harap adalah yang berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Namun, sebagai anggota DPR yang mendapatkan mandat suara rakyat, tentulah semua karya dan perjuangan perlu dan penting dipublikasikan,” jelas Saadiah.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, sambungnya.

“Sehingga timbul saling percaya, dan bukti atas kiprah serta kerja kami,” ujarnya lagi.

Baca Juga:

Saadiah sadar betul, segala amanah, nantinya akan dimintai pertanggungjawaban.

“Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” ucapnya. “Untuk tiap waktu yang dikorbankan, pikiran, tenaga, dan dana yang menyokongnya.”

Di akhir, Saadiah berharap potret ini dapat menjadi inspirasi pun motivasi bagi semua kalangan.

“Terutama bagi saya, yang harus terus belajar, terus memperbaiki niat, menguatkan dan meluruskan azam [tujuan],” tuturnya.

“Bahwa semua kerja, diniatkan untuk ibadah, kerja yang berbuah amal, dan tujuan menggapai rida Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pungkasnya.

  • Bagikan