Protes dan Tuntut Jokowi Minta Maaf, Petani: Jangan Hina Garam Madura

  • Bagikan
Jangan Hina Garam Madura

Ngelmu.co – Para petani garam Madura, dan pengurus wilayah Nahdlatul Ulama, Jawa Timur, protes dan menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta maaf, usai dirinya menyebut kualitas garam daerah itu berada di bawah hasil produksi Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan, ada yang mengudarakan tulisan, “Jangan Hina Garam Madura”.

Petani Protes dan Tuntut Jokowi Minta Maaf: Jangan Hina Garam Madura

Beberapa orang lainnya juga mengangkat tulisan, seperti “Kami Butuh Keadilan, Bukan Hinaan”, “Jangan Manipulasi Garam Madura”, “Jangan Hina Garam Madura, Kedaulatan Garam adalah Harga Diri Bangsa dan NKRI”.

Sebelumnya, Jokowi menyampaikan pernyataan yang menyinggung para petani garam di Madura.

Saat meninjau lokasi tambak garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT, Rabu (21/8), ia mengatakan, dari sekitar 21 ribu hektar lahan di Kupang yang potensial untuk produksi garam, memang baru 600 hektar yang tergarap.

Kemudian, Jokowi membandingkan garam hasil produksi Kupang, dengan garam Madura dan beberapa daerah lainnya yang ada di Jatim.

“Tadi saya ditunjukkan beberapa perbandingan, garam yang diambil dari luar, dibawa ke sini, yang dari Madura, yang dari Surabaya, dan juga yang dari Australia, dibandingkan di sini (Kupang),” kata Jokowi.

“Hasilnya di sini (Kupang) lebih bagus, lebih putih, bisa masuk ke garam industri, dan kalau diolah lagi bisa jadi garam konsumsi,” lanjutnya, seperti dilansir Kompas TV, Jumat (30/8).

Pernyataan itulah yang akhirnya mendatangkan protes dari petani garam Madura dan NU Jatim.

“Kami mewakili masyarakat tambak garam tersinggung,” ujar Ketua Badan Kemaritiman NU Jatim, Mahmud Mustain, di kantor NU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (4/9), seperti dilansir Viva.

Dosen laboratorium energi laut Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu, mengatakan bahwa apa yang diucapkan Jokowi, tidak berdasarkan kenyataan yang ada.

Karena menurutnya, kualitas garam di Madura itu bagus.

“Bahkan, kualitas tiga sudah tidak kami produksi. Kami (petani garam Madura) hanya memproduksi kualitas (kategori) dua dan satu,” jelas Mahmud.

Pihak NU menjelaskan, mereka turut protes pernyataan Jokowi, karena membicarakan tentang petani garam Madura, yang sejatinya juga berhubungan dengan warga Nahdliyin.

BKNU: Cek Kualitas Garam Kami

Maka, BKNU meminta Jokowi segera mengecek langsung ke Madura, agar mengetahui sebenar-benarnya kualitas garam di sana.

“Pemerintah bisa langsung mengecek saat kunjungan ke Madura. Bisa mengecek langsung, dan diperhatikan sekarang di Madura,” tegas Mahmud.

Di hari yang sama, atas nama Forum Petani Garam Madura, massa menggelar aksi di kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya.

Mereka memprotes pernyataan Jokowi, terkait kualitas garam Madura yang disebut berada di bawah hasil produksi Kupang.

Lima hari sebelumnya, aksi dengan tuntutan serupa juga digelar di Madura, di mana para petani menuntut Jokowi untuk minta maaf.

  • Bagikan