Semoga Segelintir Makhluk yang Manfaatin Pandemi, Baca Tulisan Ini!

  • Bagikan
Segelintir Makhluk Manfaatin Pandemi
Ilustrasi: Unsplash

Ngelmu.co – Semoga segelintir makhluk yang memanfaatkan pandemi–untuk memperkaya diri sendiri–membaca tulisan Ngelmu kali ini.

Entah yang menimbun masker dan hand sanitizer di awal wabah virus Corona terdeteksi di Indonesia.

Mereka yang menggunakan stik swab antigen bekas di Bandara Internasional.

Sekelompok orang yang sibuk korupsi bantuan sosial, hingga makhluk yang menaikkan harga tabung oksigen ke angka tak masuk akal.

Semoga mereka bisa belajar dari Rizki, Ahmad, dan Fauzi.

“Tidak semua penyedia alat kesehatan, tega ambil untung pada saat Covid-19 melonjak,” demikian cuit akun resmi milik media Asumsi.

Pihaknya mengunggah video berdurasi singkat, 1 menit 53 detik.

“Di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, ada penyedia pengisian tabung oksigen yang rela dibayar cuma-cuma. Bahkan, gratis,” jelas @asumsico.

Video tersebut merekam pernyataan para penjual alat kesehatan yang memiliki hati nurani. Di antaranya Rizki, Ahmad, dan Fauzi.

“Biasanya kalau pasien yang mandiri, kayak isoman gitu, ia biasa [yang] dibeli itu kayak termometer, oksimeter, tensi darah,” kata Rizki.

“Kadang ada juga, kalau yang sesak napas, biasanya sih oksigen. [Penjualan] Lumayan meningkat, dari awal bulan Juli kemarin,” jelasnya.

Rizki mengakui adanya kenaikan harga. “Alat yang meningkat tuh, pertama, pasti oksigen, ya.”

Namun, ia pribadi, enggan memanfaatkan duka sesama hanya demi meraih keuntungan lebih.

“Kita enggak berani lah buat menaikkan harga. Kita support orang-orang yang terkena Covid-19,” tegasnya.

Begitu juga dengan Ahmad. “Kalau untuk oksigen, kita kehabisan stok. Bahkan, regulator, orang pun sampai sekarang masih mencari.”

Ia menyadari, tabung oksigen, menjadi barang penting saat ini.

“Kadang-kadang, ada yang bahkan, orang jual Rp1,5 juta, Rp2 juta, bahkan sampai Rp3 juta,” kata Ahmad.

“Tapi kalau kita jual, enggak sampai segitu,” imbuhnya.

Sebagai penjual, ia mendapat surat edaran, dan menandatanganinya. “Jadi, kita tidak boleh jual tabung lebih dari itu.”

“Dan jangan terlalu mahal, membahayakan kitanya juga,” lanjutnya. “Kita… ya, asasi kemanusiaan, Mas.”

Baca Juga:

Fauzi yang juga memiliki usaha pengisian tabung oksigen, satu suara dengan Rizki dan Ahmad.

“Normalnya [pengisian tabung oksigen] di angka Rp20.000-Rp25.000 per tabung, ya,” tuturnya.

Namun, terkadang, Fauzi memberikan harga ‘ala kadarnya’.

“Ya, kalau di sini Rp15.000, Rp20.000, it’s okay saja, Rp5.000 pun enggak masalah,” ujarnya.

“Enggak bayar juga enggak masalah. Ya, kita manusiawi saja sekarang lagi, Mas,” tegas Fauzi.

“Kita mau naikin seperti apa? Ya, enggak bisa. Ya, enggak tega juga lah,” pungkasnya.

Sebenarnya, potret ini bukan barang baru. Mereka yang berhadapan langsung dengan para pejuang di lapangan, memang kerap jauh lebih manusiawi.

Daripada makhluk berdasi yang di awal menebar senyum, tahu-tahu mengentit jatah rakyat.

  • Bagikan
ngelmu.co