Standar Ganda Negara Barat soal Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina

  • Bagikan
Standar Ganda Negara Barat

Ngelmu.co – Richard Boyd Barrett; salah seorang senator Irlandia, menyoroti negara-negara barat yang melakukan standar ganda.

Sorotannya berhubungan dengan persoalan Rusia-Ukraina, dan Israel-Palestina.

Richard yang mengutuk invasi Rusia terhadap Ukraina, bertanya.

Mengapa negara-negara barat tidak memberikan respons yang sama atas invasi Israel ke Palestina?

Berikut pernyataan Richard, selengkapnya, mengutip kanal YouTube VideoParliament Ireland:

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Ngelmu.co (@ngelmuco)

Saya dan deputi, John Brady, mengajukan debat ini di Komite Bisnis, terkait laporan kejahatan dari Amnesti Internasional.

Yang menyatakan Israel menjalankan sistem apartheid, dan juga melakukan kejahatan yang bertentangan dengan kemanusiaan.

Dan meminta diberlakukannya sanksi untuk menjamin, agar sistem yang tidak manusiawi itu dihapuskan.

Kami meminta debat ini, bertepatan dengan invasi barbar terhadap Ukraina, yang dilakukan oleh Vladimir Putin.

Dan kita semua, sudah sepatutnya mengecam kejahatan yang bertentangan dengan kemanusiaan, yang dilakukan Putin di Ukraina.

Pemerintah langsung bergerak dalam 5 hari, untuk menjatuhkan sanksi kepada rezim Putin.

Dan melakukan tindakan mendesak, dan penggunaan bahasa yang kuat, dan memang sepantasnya untuk Putin.

Dengan menyebutnya barbar, penjahat, pembunuh, penghasut perang.

Semua itu benar.

Semua itu seharusnya juga diterapkan kepada Israel, atas perlakuannya terhadap Palestina.

Namun, pemerintah malah risau untuk menggunakan bahasa yang sama. Bahkan, merasa tidak pantas untuk menggunakan kata apartheid.

Di saat Amnesti Internasional, organisasi hak asasi manusia yang paling dihormati di dunia, dan lembaga Human Right Watch, dalam waktu yang singkat mengeluarkan laporan kejahatan tersebut.

Menyatakan bahwa Israel, sejak didirikan, dilandaskan pada sistem penindasan, penguasaan, apartheid, dan rasisme.

Melibatkan pembunuhan terhadap penduduk sipil yang tidak bersenjata, secara terus-menerus.

Penahanan dan penangkapan, pencaplokan tanah, pengusiran penduduk, pengabaian hak-hak mendasar, terhadap 6.000.000 warga Palesina yang terusir, yang berada di luar Israel.

Dan teritori Palestina yang dijajah untuk kembali ke rumah mereka sendiri.

Blokade ilegal terhadap Gaza, sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan, bahwa Gaza, berada pada situasi permanen terjadinya krisis kemanusiaan.

Mencegah mereka untuk mengakses makanan dan air minum.

Memperlakukan penduduk Arab, penduduk Palestina, sebagai ras yang inferior.

Sudah kurang keras apalagi? Sehingga Anda memilih untuk berhati-hati memilih bahasa [untuk Israel]?

Anda merasa senang menggunakan bahasa, pernyataan yang paling kuat untuk mendeskripsikan kejahatan yang tidak manusiawi oleh Vladimir Putin.

Namun, Anda tidak menggunakan kekuatan bahasa yang sama untuk mendeskripsikan perlakuan Israel terhadap Palestina.

Apalagi sekarang, telah didokumentasikan dan dijelaskan secara detail oleh dua organisasi HAM yang paling dihormati di dunia.

Dan juga telah dinyatakan pula oleh banyak organisasi non-pemerintah.

Siapa pun yang melihat ini dengan jujur selama berpuluh tahun, dilakukannya persekusi brutal, tidak manusiawi, terhadap Palestina.

Serangan tiada henti terhadap Gaza. Pencaplokan tanah dan wilayah, penerapan apartheid secara sistematis.

Anda bahkan tidak mau menggunakan kata apartheid. Tidak pernah memikirkan sanksi [untuk Israel].

Sanksi [lahir] setelah 5 hari serangan Putin atas kejahatannya.

[Namun] Tujuh puluh tahun penindasan terhadap Palestina? Justru tidak diberi sanksi!

Kata apa yang Anda gunakan? “Tidak akan membantu jika dijatuhi sanksi.”

Amnesti Internasional menyeru, agar Israel diadili di Mahkamah Pidana Internasional, atas kerjahatannya terhadap kemanusiaan.

Akankah Anda mendukungnya?

Mereka menyeru adanya sanksi terhadap Israel; yang melanggengkan sistem apartheid.

Cukup dengan sanksi yang sama, dengan sanksi yang Anda inisiasi untuk Vladimir Putin.

Akankan Anda mendukungnya?

Dan saya rasa, jawabannya jelas. Anda tidak akan melakukan itu.

Lalu kita coba bertanya, mengapa? Kenapa?!

Jika Anda ingin memiliki standar moral, maka harus konsisten. Jika tidak, maka itu bukan standar, melainkan hanya olok-olokan.

Dan tentu, kita semua tahu alasan mengapa standar itu tidaklah konsisten.

Sebab, ketika menyebut Israel sebagai apartheid, akan menyakiti sejumlah negara yang saat ini menampilkan diri mereka sebagai pembela demokrasi.

Seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan negara lainnya yang berhubungan dengan Israel, mendukung dan menyokongnya.

Ini artinya, mandat moral Uni Eropa, telah hancur.

Baca Juga:

  • Bagikan