Tiongkok Tutup Pintu, 208 WN Cina yang Carter Garuda Gagal Pulang Kampung

  • Bagikan
208 WN Cina Gagal Pulang Kampung

Ngelmu.co РPemerintah Tiongkok, menutup rapat pintu negaranya terkait pandemi virus Corona (COVID-19). Termasuk dari 208 warganya yang hendak pulang kampung dari Indonesia. Ratusan WN Cina yang sudah menyarter pesawat Garuda Indonesia itu pun, sempat tertahan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, telah menutup penerbangan dari dan ke Republik Rakyat China (RRC), sejak 5 Februari 2020.

Aturan tersebut, masih berlanjut sampai hari ini. Sebab, meski virus Corona di Wuhan, Hubei, Cina telah mereda, COVID-19 masih menjadi masalah di Tanah Air.

Akibatnya, niat 208 WN Cina di Indonesia yang sudah membeli tiket untuk mudik menggunakan pesawat carteran dari maskapai Garuda, Jumat (3/4) lalu, harus pupus.

Mereka yang semestinya mendarat di Guangzhou, gagal terbang karena kesepakatan antara Indonesia-Cina. Kalaupun pesawat carteran ingin mendarat di Cina, perlu ada permohonan terlebih dulu yang diproses oleh kedua belah pihak.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandar Soekarno-Hatta, Saffar Muhammad Godam, pun memberikan penjelasannya.

Ia mengatakan, 208 WN Cina itu, sebenarnya sudah mengantongi immigration clearance sebagai syarat meninggalkan Indonesia.

Namun, immigration clearance itu dibatalkan, karena mereka akan terbang menggunakan pesawat Garuda bernomor penerbangan GA8900.

“208 WNA itu sudah mendapat immigration clearance untuk berangkat ke Cina. Namun, kita cancel lagi,” kata Saffar, seperti dilansir Detik, Ahad (5/4).

Dirut PT Garuda, Irfan Setiaputra pun menyampaikan, jika pesawat yang ditumpangi 208 WN Cina itu merupakan pesawat yang dicarter sebuah agen.

Tetapi ia menegaskan, hingga kini, Garuda masih menyetop penerbangan ke Cina.

Maka terkait penolakan untuk mendarat di Guangzhou, Irfan menjelaskan, jika izin itu seharusnya diurus pihak agen.

Sebab, kesepakatan antara kedua belah pihak adalah Garuda hanya mengurusi penumpang.

“Kita sudah sepakat untuk urusan penumpang, agen tersebut akan mengurus surat-surat izin dari otoritas Cina,” jelas Irfan yang dihubungi terpisah.

Baca Juga: Berbekal Surat Sehat, 39 TKA Cina Masuk ke Bintan di Tengah Wabah Corona

Menanggapi hal ini, Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Rakyat Cina (RRC) untuk Indonesia pun merilis keterangan di situs resminya, Jumat (3/4) lalu.

Pada keterangan tersebut, pihak China bersama Indonesia, disebut telah melakukan penangguhan penerbangan sejak Februari lalu.

“Pada bulan Februari 2020, pemerintah Indonesia mengumumkan penundaan penerbangan langsung antara Cina dan Indonesia, serta menegaskan kembali kebijakan terkait pada bulan Maret,” tulis keterangan tersebut.

“Apabila ada pihak Cina dan Indonesia yang hendak melakukan penerbangan temporer, maka perlu bernegosiasi dan mendapatkan persetujuan resmi terlebih dulu,” demikian keterangan di situs Kedutaan Cina untuk Indonesia.

Perlu diketahui, cara agar pesawat carteran dari Indonesia bisa mendarat di Cina, adalah dengan melakukan negosiasi dan persetujuan resmi.

Namun, pihak Cina mengaku, belum menerima pengajuan permohonan terkait hal itu dari Indonesia. Inilah yang menyebabkan pihak Tiongkok, masih menutup pintu, sekalipun dari rakyatnya.

“Departemen Penerbangan Sipil Cina, belum menerima pengajuan permohonan terkait hal ini (penerbangan) dari maskapai penerbangan Indonesia, Garuda,” sambung keterangan Kedutaan Cina untuk RI.

Ratusan WN Cina yang ditolak negaranya dan sempat tertahan di bandara Soetta, pada Jumat (3/4) lalu, hanya bisa menyanyikan lagu Cina, dengan harapan pemerintahnya mau mengakomodasi mereka.

  • Bagikan