Ustaz Hilmi: Hijab Bukan Budaya Arab, Tapi Syariat Islam

  • Bagikan
Ustaz Hilmi: Hijab Bukan Budaya Arab, Tapi Syariat Islam

Ngelmu.co – Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), kini tak lagi mewajibkan wanita Arab memakai hijab di tempat umum.

Keputusan penguasa de-facto Saudi itu, merupakan salah satu reformasi sosial yang didorong oleh MBS. Kebijakan baru itu, kemudian direspons perempuan Arab Saudi dengan memotong rambut menjadi cepak.

Hal tersebut pun ditanggapi oleh Ustaz Hilmi Firdausi melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, ia mengatakan bahwa adanya seliweran terkait kebijakan Arab Saudi tersebut dari orang-orang yang disebutnya paling ‘open minded’.

“Tuh di Arab Saudi saja perempuan sudah gak wajib pakai hijab,” ‘begitu komentar kaum (yang merasa) paling open minded’.” tulis Ustaz Hilmi pada 2 Juli 2022 kemarin.

Menurutnya, itu menjadi bukti bahwa hijab bukanlah budaya Arab, melainkan sebuah syariat Islam.

“Nah, justru itu membuktikan bahwa hijab itu bukan budaya Arab seperti yang sering kalian tuduhkan, tapi syariat Islam dan hanya orang taat saja yang mau melakukan. Jelas kaan.” tegasnya.

Komentar Warganet

Cuitan tersebut pun langsung ditanggapi dengan berbagai komentar dari warganet. Mereka setuju dengan pendapat Ustaz Himli, bahwa hijab merupakan perintah dari Allah SWT.

@bunti95: “Naaah, memang seperti itu harusnya ustaz.. Pemahaman tentang pemakaian hijab.. Semoga semakin banyak yang tercerahkan.”

@RenWidiaz: “Betul betul.. Hijab perintah Allah bukan perintah kerajaan.”

@svqia: “Kalau masih belum paham juga, coba diketok-ketok dikit kepalanya kali aja otak yang kegeser bisa pas lagi seperti semula.”

Diketahui, pencabutan persyaratan hijab hanyalah salah satu dari banyaknya perubahan kebijakan terkait wanita Arab Saudi oleh MBS, yang dinobatkan sebagai pewaris sang ayah, Raja Salman, lima tahun lalu.

Selain tak diwajibkan berhijab, wanita Arab juga tak lagi dilarang mengikuti konser dan acara olahraga. Di tahun 2018, wanita Arab Saudi diperbolehkan mendapatkan hak untuk mengemudi.

Sementara itu, potongan rambut pendek yang dikenal secara lokal dengan kata bahasa Inggris “boy” kini telah menjadi hits yang banyak diikuti oleh wanita di Arab Saudi dan sudah mulai terlihat di jalan-jalan ibu kota Arab Saudi.

Baca Juga: Imam Shamsi Ali Puji Insinyur Berhijab: Otaknya Lebih Terbuka dari Seorang Rektor ITK

  • Bagikan