Wajah Ketum PSSI Iwan Bule Ada di Mana-Mana

  • Bagikan
Foto: Twitter/mazzini_gsp

Ngelmu.co – Unggahan di media sosial pribadinya, membuat wajah Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (Iwan Bule), jadi ada di mana-mana.

Jadi, pada Selasa (28/12/2021) kemarin–di akun Twitter dan Instagram–Iwan mengunggah sebuah poster.

Di sana, tampak beberapa pemain Timnas Indonesia yang telah berjuang di Piala AFF 2020, hingga Skuad Garuda berhasil mencapai final.

Terdapat pula tulisan ‘Final Kami Datang’, serta jadwal pertandingan final yang akan berlangsung dalam dua leg; Indonesia vs Thailand.

Iwan, melengkapi unggahan Instagram-nya dengan takarir:

Bukan kali pertama kita masuk final, dan semoga ini menjadi tahunnya kita dapat berbicara banyak di partai puncak.

Bersama mari kita berdoa untuk mengetuk pintu langit, agar Allah Subhanahu wa Ta’ala bersama perjuangan kita di atas lapangan partai final.

Insya Allah, dengan doa dan dukungan tanpa henti dari masyarakat Indonesia, ini menjadi waktunya untuk kita angkat piala. Aamiin.

Sampai di sini, sepertinya tidak ada yang aneh, ya?

Lantas, mengapa wajah Iwan, menjadi ada di mana-mana?

Jika Ngelmu lihat, warganet; para pengguna Twitter, khususnya, menyuarakan protes dan kritik kepada Iwan.

Pasalnya, pada poster yang ia unggah tersebut, potretnya justru berada di tengah dan mengambil bagian paling besar.

Sementara para pemain Timnas Indonesia yang berjuang di lapangan, justru hanya mengelilingi Iwan.

Shin Tae-yong sebagai pelatih, juga tidak terlihat di poster tersebut.

Itu yang membuat warganet menanggapi twit Iwan, dengan mengedit unggahan poster yang bersangkutan.

Pemilik akun @mazzini_gsp, salah satunya. Ia mengubah 19 muka yang ada di gambar hingga semuanya menjadi berwajah Iwan.

“Sekalian gini, Pak, jangan tanggung,” tuturnya pada Selasa (28/12/2021).

Saat berita ini ditulis, cuitan itu pun sudah disukai oleh lebih dari 11.700 akun.

Mazzini bukan satu-satunya. Pemilik akun @mere_twat, juga merespons twit Iwan dengan, “Satu like = wajahnya semakin membesar.”

Artinya, tiap kali ada warganet yang menyukai twit-nya, maka @mere_twat, akan memperbesar wajah Iwan. Lihat di sini:

Sementara akun @FootballVideoid, lebih memilih menyuguhkan video ilustrasi pembuatan poster ucapan final AFF Suzuki Cup 2020. Berikut hasilnya:

Soal Ruang Ganti

Publik membicarakan Iwan, bukan hanya lantaran poster tadi. Namun, juga karena keinginan yang bersangkutan masuk ke ruang ganti Timnas Indonesia.

“Pokoknya, saya doa dari sini. Saya kalau jadi sama presiden… saya tanggal 31 [Desember 2021] ke sana, ke Singapura, ya, saya usahakan bisa turun ke tempat ganti pakaian [ruang ganti], ada lagi izin ke AFF [Federasi Sepak Bola Asia Tenggara].”

Demikian tutur Iwan kepada Asnawi Mangkualam Bahar, seperti Ngelmu kutip dari video yang terunggah di kanal YouTube Mochamad Iriawan Official, 27 Desember 2021.

Pernyataan itulah yang kemudian membuat berbagai pihak bicara. Editor olahraga di Jawa Pos, Ainur Rohman, misalnya.

Ia bilang, “Pak Iwan, regulasi AFF 2020 melarang pihak-pihak selain pemain, pelatih, dan official yang terdaftar, masuk kamar ganti sebelum pertandingan.”

“Apalagi, turnamen ini juga pakai sistem gelembung. Tolong hormati aturan itu. Tolong berikan contoh yang benar. Jangan coba-coba main tabrak. Tidak elok,” sambungnya.

Terpisah, komika David Nurbianto; melalui akun Twitter pribadinya, menanggapi rencana Iwan dengan ‘sentilan’.

“Ketum PSSI mau masuk ke ruang ganti biar diganti kali, ya. Eh gimana sih konsep ruang ganti tuh?”

Terlepas dari persoalan poster yang terunggah dan keinginannya, bisakah Iwan memasuki ruang ganti Timnas Indonesia?

Piala AFF 2020 diselenggarakan dengan sistem bubble, mengingat turnamen berlangsung di masa pandemi.

Artinya, tidak sembarang orang dapat keluar masuk area.

Para pemain dan ofisial juga harus punya kartu akreditasi untuk bisa mengakses segala ruangan.

Jika tidak memiliki kartu akreditasi, maka mereka tidak bisa ‘bergerak’.

Aturan ini tercantum dalam regulasi Piala AFF 2020, Pasal 32 tentang Delegasi Resmi Tim.

Berikut penjelasannya:

Semua pemain dan ofisial yang berpartisipasi dari delegasi ofisial tim, akan diberikan kartu akreditasi yang disahkan oleh Sekretariat Jenderal AFF.

Tim harus memastikan bahwa tidak ada orang yang tidak berwenang diizinkan masuk ke ruang ganti tim, lapangan permainan, atau area akses terkendali lainnya, tanpa memiliki kartu akreditasi yang diperlukan.

Maka Iwan, harus punya kartu akreditasi, kalau ia benar-benar ingin menyambangi ruang ganti.

Apakah dirinya masih bisa memiliki kartu akreditasi?

Soal ofisial tim, Piala AFF hanya membolehkan 11 ofisial di setiap peserta.

Kesebelas ofisial tersebut juga harus sudah didaftarkan, paling lambat 30 hari sebelum pembukaan turnamen.

Sebagaimana tertuang pada Pasal 33 poin 33.1:

“Tim harus mendaftarkan maksimal 11 ofisial, selambat-lambatnya 30 hari sebelum dimulainya kompetisi dengan ketentuan bahwa jumlah ofisial yang ditunjuk dapat dikurangi atas perintah komite turnamen,” demikian bunyi pasal tersebut.

Jadi, bila mengacu kepada regulasi, sangat kecil kemungkinan Iwan, dapat mengunjungi ruang ganti.

Sebab, ia tidak punya kartu akreditasi, serta sudah tidak bisa mendaftar sebagai ofisial.

Namun, kemungkinan tetap ada dengan diskresi AFF.

Baca Juga:

  • Bagikan