Warganet Jawab Puan Maharani yang Pertanyakan Kelangkaan Minyak Goreng di Pasaran

  • Bagikan
Puan Maharani Minyak Goreng

Ngelmu.co – Warganet menjawab Ketua DPR RI Puan Maharani yang mempertanyakan kelangkaan minyak goreng di pasaran.

Pada Rabu (2/3/2022) lalu, Puan melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA).

Pabrik tersebut berlokasi di Jalan Kapten Darmo Sugondo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim).

Di sana, Puan bertanya, “Jika produksi pabrik minyak goreng normal, kok, bisa minyak goreng langka di pasaran?”

Warganet Menjawab

Mendengar tanya tersebut, para pengguna media sosial–khususnya Twitter–pun memberikan jawaban.

Pemilik akun @niaakanedy, misalnya. Ia menanggapi pernyataan Puan, dengan mengatakan, “Lah, situ saja heran, apalagi saya.”

Respons pengguna Twitter @triosn, juga tidak berbeda jauh. Ia bilang, “Kalau sekelas Ketua DPR RI saja heran, bagaimana nasib saya?”

Begitu jawab @triosn yang tampak pilu, mengingat ia yang mengaku sebagai pedagang mi ayam, sangat bergantung dengan minyak goreng.

“Lah, apalagi saya, ibu rumah tangga yang diem-diem bae di rumah,” sahut @julieoke. “Tanya sama yang simpan di gudang-gudang,” sambungnya.

Sementara pemilik akun @chunkyyyybar, bilang, “Yo, enggak tau, kok tanya? Hobi kok heran,” tuturnya.

Pengguna Twitter @claptrapmap, pun menyampaikan jawaban yang lebih spesifik.

“Saya bosan dengan perilaku seperti ini, ‘mempertanyakan A, B’, tuh memperlihatkan dia enggak menyadari sama sekali tentang permasalahan di lapangan,” ujarnya.

“Enggak mungkin juga Ketua DPR, enggak punya tim yang bisa ngasih laporan ke dia,” sambungnya.

“Tutup mata, tutup telinga saja terus bodo amat konferensi ‘Saya heran’,” tutup @claptrapmap.

“Jangan-jangan, dia enggak tau Aurel, sudah melahirkan,” sindir @rifa7ar.

Puan Bertanya

Sebelumnya, Puan bertanya, “Jika produksi pabrik minyak goreng normal, kok, bisa minyak goreng langka di pasaran?”

“Makanya saya minta pemerintah untuk mengantisipasi ini. Namun, tidak secara ad hoc,” ujarnya, Rabu (2/3/2022), mengutip Antara.

Ketua DPP PDIP itu juga bilang, sebagai Ketua DPR, ia memiliki fungsi pengawasan; bukan sebagai eksekusi.

Maka itu Puan, menekankan agar pemerintah menelusuri kelangkaan minyak goreng tersebut.

“Katanya ada panic buying, apakah betul karena itu? Sebab, hanya saat-saat tertentu saja ada panic buying?” tanyanya lagi.

Baca Juga:

Lebih lanjut, agar dalam waktu cepat permasalahan ini dapat teratasi [masyarakat bisa memperoleh minyak goreng dengan harga normal], Puan meminta pemerintah daerah segera menggelar operasi pasar.

“Saya minta antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, berkoordinasi,” tegasnya.

“Untuk menggelar operasi pasar, antara Pemda dan pemerintah pusat, harus sinergi untuk mengatasi masalah minyak goreng ini,” jelas Puan.

Selesai Sebelum Ramadan

Sementara ketika mengunjungi Kampung Tempe, Puan juga mengunjungi sejumlah perajin.

Ia pun tampak berdiskusi dengan Ketua Paguyuban Perajin Tempe Sukomanunggal Markuat.

Lalu, Puan menanyakan, masalah apa yang menjadi kendala para perajin tempe.

“Soal harga kedelai bisa disiasati dengan mengecilkan ukuran tempe,” tuturnya yang dalam kunjungan tersebut tidak sendirian.

Puan didampingi oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, dan Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Whisnu Sakti Buana.

“Bantuan yang mereka butuhkan adalah tempat merebus kedelai yang saat ini masih terbuat dari drum,” sambungnya.

“Nanti, melalui Pak Wali Kota, kami akan bantu apa yang dibutuhkan, yakni menggunakan wadah dari bahan stainless,” janji Puan.

Pada kesempatan itu ia juga meminta, agar pemerintah segera menyelesaikan masalah.

Baik kelangkaan minyak goreng, ataupun mahalnya kedelai; sebelum Ramadan 1443 Hijriah mendatang.

  • Bagikan