100 Diplomat Rusia Diusir dari Berbagai Negara di Dunia, Ada Apa?

Diposting pada 97 views

Ngelmu.co – Berbagai negara di dunia, yaitu Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, Kanada, dan Ukraina secara resmi mengusir lebih dari 100 diplomat Rusia pada Senin (26/3). Pengusiran tersebut sebagai respons atas dugaan penggunaan racun saraf Rusia untuk meracuni mantan mata-mata Rusia yang tinggal di Inggris.

Dilansir oleh Ngelmu dari Jawa Pos, Donald Trump dengan tegas memerintahkan pengusiran atas 60 diplomat Rusia yang diidentifikasi AS sebagai agen intelijen dan melakukan penutupan konsulat Rusia di Seattle. Perintah pengusiran oleh Trump merupakan tindakan paling keras yang diambil Trump terhadap Rusia.

Sebelumnya, diketahui bahwa Rusia dan Inggris telah terjadi perang diplomatik setelah mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal, 66, dan putrinya, Yulia Skripal, 33, diracun di Salisbury, Inggris pada 4 Maret 2018 lalu.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May menyebutkan bahwa langkah itu sebagai arus pengusiran para intelijen Rusia terbesar dalam sejarah.

“Kami tidak memiliki perselisihan dengan orang-orang Rusia yang telah melakukan banyak hal melalui sejarah hebat negara mereka. Tetapi rezim Putin melakukan tindakan agresi terhadap nilai-nilai kami,” kata May pada Senin (26/3).

Selama perdebatan di Parlemen Inggris tentang keamanan nasional dan Rusia, May memberikan rincian baru tentang kasus Skripal.

“Kami menilai bahwa lebih dari 130 orang di Salisbury berpotensi terkena racun saraf,” katanya.

Lebih dari 50 orang yang terkena racun telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Namun, Sergei dan putrinya, Yulia Skripal, dalam kondisi kritis di rumah sakit. Selanjutnya, pada akhir pekan lalu dokter menunjukkan kondisi mereka tidak mungkin membaik dalam waktu dekat dan mereka mungkin tidak pernah pulih sepenuhnya.

Kondisi tersebut menunjukkan tindakan yang biadab dan dapat membahayakan ratusan warga tidak bersalah di Salisbury yang bisa saja terkena dampaknya. Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, AS merasa lebih aman dengan mengurangi mata-mata Rusia yang melakukan operasi rahasia yang mengancam keamanan nasional Amerika.

Dengan langkah-langkah ini, ujar Sanders, AS, sekutu, dan mitra AS menjelaskan kepada Rusia bahwa apa yang telah dilakukan pihak Rusia memiliki konsekuensi. Penutupan konsulat dan pengusiran belasan diplomat terjadi menyusul pengusiran yang dilakukan Inggris terhadap 23 diplomat Rusia.

Sampai sejauh ini sudah 14 negara anggota Uni Eropa, Kanada, dan Ukraina yang sepakat untuk mengusir diplomat Rusia.