Anies Bagikan Pencapaian Jakarta di Depan Pemimpin Kota-Kota Dunia

  • Bagikan
Anies C40 Pencapaian Jakarta

Ngelmu.co – Di depan pemimpin kota-kota dunia yang tergabung dalam organisasi C40, Gubernur DKI Anies Baswedan, membagikan pencapaian kota yang ia pimpin–selama pandemi COVID-19, berkaitan dengan isu perubahan iklim.

Salah satunya adalah keberhasilan Jakarta, keluar dari 10 besar kota termacet dunia versi TomTom Traffic Index 2020.

Menurut Anies, masyarakat kota di dunia–khususnya Jakarta–mengalami pengalaman langka selama pandemi, yakni udara bersih.

Hal itu, sambungnya, terjadi akibat pembatasan pergerakan masyarakat, demi meredam penyebaran kasus COVID-19.

“Jakarta juga berhasil mengambil momentumnya, dengan sukses mencapai beberapa pencapaian masalah transportasi dan mobilitas.”

Demikian kata Anies, sebagai salah satu pembicara dalam acara virtual bertajuk, ‘Time to Act: Climate Action’ [disiarkan melalui YouTube], Rabu (17/2) malam.

Baca Juga: Anies Lapor Keluarnya Jakarta dari 10 Besar Kota Termacet Dunia di Depan Presiden

Kepada para pemimpin kota dunia itu, Anies, juga menceritakan bagaimana tingkat kemacetan Jakarta turun ke peringkat 31 [pada TomTom Traffic Index 2020].

Kabar baik lain yang Anies bagikan adalah meningkatnya jumlah pengguna sepeda–secara signifikan–selama pandemi.

Pemprov DKI Jakarta pun mengambil momentum itu dengan mencoba mengubah pola pikir masyarakat.

Salah satunya soal bersepeda, dari olahraga dan hiburan, menjadi medium transportasi.

“Kami menetapkan 96 kilometer jalur sepeda yang didukung oleh 52 titik bike sharing,” jelas Anies.

Wakil Ketua Organisasi C40 itu juga mengatakan, Pemprov DKI, menggenjot integrasi moda transportasi selama pandemi.

Di mana integrasi tersebut berhasil melipatgandakan jumlah masyarakat yang menggunakan transportasi umum, setiap harinya.

Anies, menyebut hal itu sebagai lompatan besar Kota Jakarta.

Ia juga tidak lupa menyebut sejumlah pihak yang terlibat dalam pembenahan Jakarta.

Seperti Lembaga Swadaya Masyarakat, sektor privat, perguruan tinggi, termasuk masyarakat–secara individu.

Mereka berperan sebagai co-creator, sementara Pemprov DKI, sebagai kolaborator.

“Pada tahun 2019, kami mendeklarasikan kota kami sebagai kolaborasi,” kata Anies.

“Kami yakin, bahwa kolaborasi yang kuat antara kota-kota di dunia adalah jalan untuk mengatasi tantangan seperti perubahan iklim,” jelasnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan)

  • Bagikan
ngelmu.co