Bantu Korban Banjir di NTT dan NTB, F-PKS DPR Kembali Potong Gaji

  • Bagikan
PKS Potong Gaji Flores Timur NTT Bima NTB
Banjir bandang menerjang wilayah Waiwerang, Pulau Adonara, Flores Timur, NTT, Sabtu 3 April 2021.

Ngelmu.co – Banjir bandang dan longsor di Flores Timur, NTT [Nusa Tenggara Timur], dan di Bima, NTB [Nusa Tenggara Barat], terus memakan korban.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR pun langsung bersiap memberikan bantuan.

Ketua F-PKS DPR RI Jazuli Juwaini, menginstruksikan seluruh anggotanya untuk kembali menyisihkan gaji.

Sebab, menurutnya, musibah ini perlu mendapat perhatian khusus, karena dampaknya yang meluas. Belum lagi jumlah korban jiwa yang terus bertambah.

“Fraksi PKS kembali terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita di Flores Timur, NTT dan Bima, NTB,” tutur Jazuli, mengutip bisnis.com, Senin (5/4).

“Atas nama pimpinan dan anggota Fraksi PKS, kami mengucapkan keprihatinan dan belasungkawa yang dalam atas musibah ini,” imbuhnya.

“Semoga segera teratasi dengan baik,” sambungnya lagi.

Jazuli juga mengajak, agar seluruh komponen bangsa turut menunjukkan kepedulian.

Salah satunya dengan mengirim bantuan, dalam bentuk apa pun, sesuai kapasitas serta kemampuan masing-masing.

“Pertolongan dan bantuan kita atas nama kemanusiaan, tanpa melihat ras, suku, dan agama,” ujar Jazuli.

Sebab, baginya, satu hal yang pasti, “Kita saudara satu bangsa.”

Itu mengapa, lanjut Jazuli, harus saling menunjukkan solidaritas nasional.

“Agar saudara-saudara kita di sana menjadi ringan bebannya,” jelasnya.

Sebagai bentuk solidaritas, F-PKS DPR pun akan senantiasa menerjunkan bantuan di setiap musibah yang terjadi di Indonesia.

“Semoga ikhtiar sederhana ini mendatangkan keberkahan dan meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” pungkas Jazuli.

Baca Juga: Sadar Terpilih Atas Suara Rakyat, Aleg PKS Potong Gaji untuk Korban Bencana

Pada Ahad (4/4) kemarin, korban jiwa tercatat 69 orang, dengan rincian 67 di Flores Timur, NTT, dan 2 orang di Bima, NTB.

Hingga Senin (5/4), pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 256 jiwa mengungsi di Balai Desa Nelemawangi.

Sejumlah warga lain ada juga yang mengungsi di Balai Desa Nelelamadike, Ile Boleng, Flores Timur, NTT.

Selain korban meninggal dan warga yang mengungsi, masih ada pula puluhan orang yang dilaporkan hilang.

Demikian kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr Raditya Jati.

  • Bagikan
ngelmu.co