Berita  

Borgol Briptu RDW, Briptu FN: Siram Bensin, Bakar Tisu

Briptu FN Bakar RDW

Ngelmu.co – Setelah menjalani perawatan intensif, anggota Polres Jombang, Briptu RDW (27), meninggal pada Ahad (9/6/2024).

Akibat dibakar oleh sang istri, yakni polwan Polres Mojokerto, Briptu FN (28), 96 persen bagian tubuh RDW, mengalami luka bakar.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Marunduri, menyebut, FN membakar RDW di garasi rumah mereka.

Tepatnya di Asrama Polisi (Aspol) Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu (8/6/2024).

Menurut Daniel, pemicu awalnya adalah FN, mengecek saldo di rekening RDW, sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat itu, FN mendapati bahwa gaji ke-13 RDW, hanya tersisa Rp800.000.

Hal tersebut yang kemudian membuat FN, menghubungi RDW untuk pulang.

Ia ingin menanyakan, digunakan untuk apa uang Rp2.000.000 dari gaji ke-13 itu.

“Sebelum korban pulang, pelaku membeli bensin di botol plastik, dan membawanya ke rumah aspol,” kata Daniel.

FN juga sempat memfoto botol berisi bensin yang ia taruh di atas lemari.

Lalu, foto itu ia kirim ke RDW, agar suaminya segera pulang.

FN juga disebut mengancam akan membakar anak mereka, jika RDW, tidak kunjung pulang.

Setelah mengirim pesan itu, FN meminta asisten rumah tangga berinisial M untuk mengajak ketiga anaknya bermain di luar rumah.

Adapun RDW, tiba di rumah sekitar pukul 10.30 WIB. FN mengajaknya masuk.

Setelah itu, FN langsung mengunci pintu rumah dari dalam.

Baca juga:

Sebelum cekcok, FN juga sempat meminta RDW untuk mengganti baju dengan kaus lengan pendek dan celana pendek.

Saat bertengkar, FN memborgol tangan kiri RDW ke anak tangga yang berada di garasi.

Selanjutnya, FN langsung menyiramkan bensin yang sudah disiapkan kepada RDW yang posisinya terduduk.

“Setelah itu, terduga pelaku menyalakan korek, dan membakar tisu yang dipegang menggunakan tangan kanan, sambil berkata, ‘Ini lo yang lihaten iki [lihatlah ini]’. Namun, korban diam saja,” kata Daniel.

Api di tangan pelaku langsung menyambar ke tubuh korban yang sudah berlumur bensin.

Korban yang terbakar di sekujur tubuh, langsung berteriak meminta pertolongan.

“Korban berusaha keluar garasi. Namun, tidak bisa, karena terhalang mobil, tangan kiri juga dalam keadaan terborgol di tangga lipat,” jelas Daniel.

Bripka Alvian–saksi yang mendengar teriakan korban–langsung masuk ke garasi, dan berusaha memadamkan api.

“Setelah itu, saksi melaporkan kepada pimpinan, dan mendatangkan ambulans untuk pertolongan pertama terhadap korban ke rumah sakit.”

Menurut Daniel, RDW yang mengalami luka hingga 96 persen di sekujur tubuhnya, langsung dibawa ke RSUD Kota Mojokerto.

Namun, nyawa RDW, tidak tertolong. Setelah satu hari dirawat intensif, korban dinyatakan meninggal.

Baca juga:

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto juga buka suara.

Ia menyebut peristiwa itu berawal dari FN yang merasa kesal terhadap RDW, karena sering menghabiskan uang untuk judi online.

“Motif daripada kejadian ini, bahwa saudara almarhum ini, Briptu RDW ini, sering menghabiskan uang belanja yang harusnya dipakai untuk membiayai hidup ketiga anaknya, ini dipakai untuk, mohon maaf ini, main judi online.”

FN sempat menolong dengan membawa RDW ke rumah sakit; dibantu beberapa tetangga.

FN juga disebut sempat meminta maaf kepada sang suami atas perbuatannya.

“Ya, kejengkelan istri itu tadi, karena memang perilaku almarhum ini menghabiskan uang yang harusnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, [malah] dipakai untuk main judi online.”

Meski demikian, Dirmanto menyebut FN, telah ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan di Rutan Polda Jatim.

Namun, karena alami trauma, saat ini tersangka tengah menjalani pendampingan psikologi khusus.

“Sudah ditahan, sekarang ditangani Subdit IV Ditreskrimum Renakta, karena ‘kan lagi trauma beliaunya.”

“Jadi, ada perlakuan khusus kepada yang bersangkutan,” kata Dirmanto.

Selain mendapat pendampingan trauma healing, Polda Jatim juga akan mendalami kondisi kejiwaan tersangka.

Termasuk pemberian pendampingan psikologis terhadap ketiga anak Briptu FN dan Briptu RDW.

“Kemudian juga kita melibatkan [ahli] psikiatri untuk menangani kasus ini, kami prihatin betul terhadap kejadian ini,” pungkas Dirmanto.