Cuit Hapus Ardhito Pramono soal ‘Musisi Dijatuhkan’

  • Bagikan
Ardhito COVID Corona Musisi

Ngelmu.co – Ini bukan kali pertama, nama musikus Ardhito Pramono, menjadi trending di media sosial Twitter. Kali ini cuitan @ardhitoprmn, soal ‘musisi dijatuhkan’, yang tak butuh waktu lama, langsung memanen kritik dari warganet.

Ardhito, pun menghapus cuitannya, “Gue sedih, lihat teman-teman musisi yang sudah mulai dapat jadwal main di cafe atau tempat hiburan. Tapi sekarang dijatuhin lagi. Apa salah musisi? Padahal seni pertunjukan secara fisika adalah timbal balik.”

Sayangnya, kata-kata yang ia tulis Rabu (9/9) malam itu, telanjur menyebar, dan meresahkan banyak pihak.

Tak terkecuali rekan sesama musisi, Baskara Putra, juga ikut menanggapi Ardhito.

“Mau enggak mau, To. Lebih kasihan tenaga kesehatan,” balasnya lewat akun Twitter, @wordfangs.

“Ngerti kalau pendapatan susah, tapi kesenian bukan kebutuhan primer. Namun, kesehatan iya. Public health yang utama dulu,” tegasnya.

Komentar senada juga disampaikan oleh pemerhati musik, Adib Hidayat.

Menurutnya, kondisi saat ini memang sulit bagi musisi. Namun, banyak pihak yang jauh lebih susah dari mereka.

“Tidak hanya musisi, semua sektor juga terkena dampak. Banyak yang dirumahkan, putus kontrak, potong gaji, dan PHK,” kata @AdibHidayat.

“Mulai pelan-pelan usaha bidang lain. Tidak mudah, butuh proses. Belum lagi yang anggota keluarga wafat karena pandemi. Mari saling bantu. Semoga kita dikuatkan,” sambungnya.

Ardhito, langsung menghapus cuitan ‘musisi dijatuhkan’.

Setelah itu, ia sempat kembali berkicau, “Sorry teman-teman, saya kurang sensitive. Namun, ternyata, gak ada yang salah. Cuma ternyata, Mars lagi mundur, jadi menyebabkan retrograde. #astrologic #mindblown.”

Kini, kicauan itu juga sudah lenyap dari timeline Twitter-nya.

Baca Juga: Peserta Terpaksa Mundur karena Pertahankan Cadar, Panitia MTQ Sumut Buka Suara

Perlu diketahui, pada Rabu (9/9) malam, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memutuskan untuk mengakhiri PSBB masa transisi, dan kembali menerapkan PSBB ketat.

Kondisi yang sama dengan saat pertama kali PSBB diterapkan.

“Dengan melihat kedaruratan ini, maka tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta, kecuali menarik rem darurat sesegera mungkin,” tegas Anies, di Balai Kota Jakarta.

“Artinya, kita terpaksa kembali menerapkan PSBB, seperti pada masa awal pandemi dulu, bukan lagi PSBB transisi, dan inilah rem darurat yang harus kita tarik,” sambungnya.

Entah, apakah cuitan Ardhito, berkaitan dengan keputusan Pemprov DKI soal penerapan PSBB atau tidak, tetapi kicauannya, memang kerap menjadi kontroversi.

Seperti pada pertengahan Agustus lalu, saat namanya menjadi salah satu influencer yang ikut mencuitkan #IndonesiaButuhKerja.

Setelah ramai dibicarakan, dan mendapat protes dari publik, Ardhito, buka suara dan mengaku, dibayar Rp10 juta untuk setiap cuitan.

Namun, ia menyampaikan, tak tahu-menahu jika #IndonesiaButuhKerja, berkaitan dengan Omnibus Law RUU Ciptaker, yang sedang dibahas di DPR.

Selengkapnya: Ardhito Pramono Mengaku Dibayar Rp10 Juta untuk Setiap Cuitan #IndonesiaButuhKerja

  • Bagikan
ngelmu.co