Dapat Hidayah, Politisi dari Partai Anti Islam di Belanda ini Justru Jadi Mualaf

Diposting pada 164 views

Ngelmu.co, AMSTERDAM – Eks politisi PPV Geert Wilders, yang dikenal sebagai anti Islam, Joram van Klaveren menyatakan dirinya telah masuk Islam. Hal itu membuat banyak teman dan koleganya yang terkejut.

Saat ini, sekitar lima persen dari populasi Belanda yang berjumlah 17 juta orang adalah Muslim – sekitar 850.000 orang, menurut Biro Pusat Statistik Belanda (CBS).

Dia adalah eks anggota parlemen sayap kanan Belanda. Tak hanya itu, Klaveren juga menjadi tangan kanan politisi anti-Islam Geert Wilders.  Dulu, dirinya dikenal frontal terhadap Islam karena mengatakan bahwa Islam adalah “kebohongan” dan Al-Quran adalah “racun.”

Van Klaveren saat wawancara dengan Tijs van den Brink di NPO Radio 1 menjelaskan perubahan hatinya. “Jika Anda percaya ada satu Tuhan dan bahwa Muhammad adalah nabi, selain Yesus dan Musa, maka Anda seorang Muslim,” ujar dia, dikutip dari AFP pada Jumat (8/2/2019).

Dia mengatakan masuk Islam 26 Oktober tahun lalu, menjelang rilis bukunya yang berjudul: Murtad: Dari Kristen ke Islam di Masa Teror Sekuler.

Sebelumnya, saat menjadi anggota parlemen untuk Partai Kebebasan Wilders (PVV), dirinya melakukan kampanye untuk melawan Islam.

“Garis keras memohon untuk melarang burqa dan minaret, dengan mengatakan ‘kami tidak ingin ada Islam, atau setidaknya sesedikit mungkin di Belanda,”demikian dikatakan harian Algemeen Dagblad.

Untuk diketahui, dirinya dibesarkan dalam lingkungan Kristen Protestan dan Kristen Ortodoks. Dia mengatakan keluarganya menerima jalan yang dilalui dirinya itu.

“Istri saya menerima bahwa saya seorang Muslim. Jika saya bahagia, ia tidak akan menghentikan saya. Kebetulan, ia tidak pernah menentang Islam seperti saya. Ia kurang senang bahwa saya bersama PVV,”jelas dia.

Bahkan dirnya dengan Wilders tahun 2014 berpisah setelah komentar kontroversial pemimpin PVV tahun itu ketika menanyakan kepada para pendukung apakah mereka menginginkan “lebih sedikit atau lebih banyak orang Maroko di kota Anda dan Belanda.”

Saat ini, Wilders dinyatakan bersalah pada tahun 2016 atas tuduhan diskriminasi. Bahkan walaupun Wilders menentang Islam, agama ini berkembang dan diperkirakan jumlah itu akan berlipat ganda tahun 2050 mendatang.