Ditikam, Penulis ‘Ayat-Ayat Setan’, Salman Rushdie, Terancam Kehilangan Mata

  • Bagikan
Salman Rushdie Ditikam

Ngelmu.co – Penulis ‘The Satanic Verses’ atau ‘Ayat-ayat Setan’, Salman Rushdie, terancam kehilangan mata; usai ditikam berulang kali oleh pria tidak dikenal, Jumat (12/8/2022).

“Salman kemungkinan akan kehilangan satu matanya. Saraf di lengannya terputus, hatinya ditusuk dan luka parah.”

Demikian tutur salah seorang perwakilan Salman, Andrew Wylie, mengutip AP News, Ahad (13/8/2022) ini.

Ia juga bilang, sampai saat ini, Salman yang masih belum bisa bicara, menggunakan alat bantu pernapasan (ventilato).

Salman mengalami penyerangan sebelum pukul 11.00 waktu setempat, dan polisi langsung mendekatinya, sekaligus mengamankan pelaku.

Saksi mata, Car LeVan, mengatakan, pelaku berusaha menikam Salman, sebanyak mungkin, sebelum polisi membekuknya.

“[Saya yakin pelaku] berusaha membunuh [Salman]. Mengetahui ini terjadi di sini, dan melihatnya langsung, itu mengerikan,” ujarnya.

Salman yang lahir di Mumbai, India–dan kini menjadi warga Amerika Serikat–itu ditikam ketika hendak memberikan kuliah umum di Chautauqua Institution, New York, AS.

Saksi mata lainnya mengatakan, pria tidak dikenal menikam Salman, berulang kali di leher dan area torso.

Setelah ditikam, Salman sempat mencoba bangun untuk melarikan diri, tetapi ia gagal dan terjatuh ke belakang.

Meski demikian, Salman langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Menurut perwakilannya, Salman tengah menjalani serangkaian operasi. Namun, kondisi terkini yang bersangkutan, belum diketahui.

Baca Juga:

Baca Juga:

Bukan hanya Salman, pelaku juga menyerang pendiri Chautauqua Institution, Henry Reese.

Henry yang kala itu tengah menjadi moderator acara, berada di atas panggung bersama Salman.

Saksi mata, Julia Mineeva-Braun, bilang, situasi begitu membingungkan saat penyerangan terjadi.

Ia mengira, pelaku mendekati Salman, untuk memperbaiki mikrofon, bukan menikam.

Namun, pria itu justru melakukan penikaman terhadap Salman, di leher dan juga di bawah dekat tulang belikat.

Saksi lain, Mary Newsom, mengaku terkejut dan kecewa atas insiden ini, karena Chautauqua, dianggap sebagai tempat yang aman.

Mary menilai, “Tidak ada keamanan di sekitar [Salman].”

Ia bahkan mengungkapkan bahwa tiket diperiksa, tetapi tidak dengan tas.

Sampai saat ini, penyelenggara belum memberikan komentar terkait keamanan acara tersebut.

Terpisah, kepolisian New York, mengatakan, telah menangkap pelaku yang bernama Hadi Matar (24), berasal dari Fairview New Jersey.

Namun, pihaknya belum mengetahui jelas motif penikaman Hadi terhadap Salman.

Bahkan, Biro Investigasi Federal (FBI), juga dikerahkan untuk membantu polisi melakukan penyelidikan.

Salman menjadi penulis kontroversial, setelah ‘The Satanic Verses’, mendapat kecaman; khususnya dari umat muslim dunia.

Karyanya itu, bahkan telah dilarang beredar serta dipublikasikan di Iran, sejak 1988.

The Satanic Verses adalah novel ke-4, Salman, yang terbit pertama kali pada September 1988.

Salman bilang, bukunya itu terinspirasi dari kehidupan Nabi Muhammad, tetapi plot cerita serta gambarannya justru negatif, bahkan cenderung menghina.

Itu mengapa umat muslim dunia, sejak lama murka terhadapnya.

  • Bagikan