Berita  

Donny Kesuma, Emas Pertama Tim Sofbol Indonesia, SEA Games 1997

Donny Kesuma SEA Games

Ngelmu.co – Meski dikenal sebagai aktor, Donny Kesuma juga merupakan atlet sofbol (softball).

Bahkan, Donny pernah memberikan kenangan manis untuk dunia olahraga Indonesia.

Pria kelahiran 6 Juni 1968 itu masuk sebagai tim inti sofbol Indonesia yang berlaga di SEA Games 1997.

“Tahun 1997 itu pertama kalinya Indonesia, mendapatkan emas di Sea Games.”

“Itu pertama dan terakhirnya, enggak pernah terulang lagi. Ia [Donny] salah satu tim intinya.”

Demikian cerita sahabat Donny, Tony Pratono di rumah duka di kawasan Taman Galaxy, Bekasi, Selasa (19/3/2024).

Donny Kesuma dinilai sebagai salah satu atlet terbaik.

Sebelumnya, pada 2015 lalu, ia sempat mengalami serangan jantung hingga harus dipasang ring.

Tony dan Donny, tergabung dalam tim yang sama, yakni Kobra Master Softball.

Saat Donny, menjalani rawat inap di Rumah Sakit (RS) St Carolus, Tony sempat menjenguk dan berkomunikasi.

“Saya bertemu [saat] dalam penyembuhan, sudah bisa komunikasi. Rabu [Donny] pulang. Jumat saya dengar dilarikan ke rumah sakit lagi,” jelasnya.

“Masih [aktif di sofbol], walaupun beliau sudah tidak bermain, walaupun sekadar lempar tangkap.”

“Kami di Kobra Master Softball, masih suka berlatih bareng juga,” kenang Tony.

Bahkan, Tony mengatakan, mereka tengah mempersiapkan tim untuk bertanding di Malaysia.

Sofbol memang dikenal sudah mendarah daging dengan Donny Kesuma.

“Kita mempersiapkan tim untuk pergi Malaysia, ada turnamen di sana bulan Oktober.”

“[Donny] itu salah satu official. Ia sudah enggak main lagi, tapi lebih membantu kita,” kata Tony.

Pesan untuk Anak

Donny mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Primaya, Bekasi, Jawa Barat.

Sebelum meninggal, Donny yang sengaja ditidurkan dengan obat bius, dirawat intensif hingga akhir hayatnya di ruang ICCU.

Ia meninggalkan tiga orang anak laki-laki dari pernikahannya dengan Yuni Indriyati.

Ketiganya adalah Muhammad Fajrin Putra Kesuma, Muhammad Ghassaan Indira Kesuma, dan Muhammad Hazel Raga Kesuma.

Mewakili keluarga, Ghassaan menjelaskan kronologi meninggalnya sang ayah pada Selasa (19/3/2024).

Ia juga mengungkapkan pesan sederhana Donny untuk ketiga anaknya.

“Mungkin tidak dikatakan ke aku, tapi [Papa] pengin anak-anaknya sukses, anak-anaknya bisa meneruskan seperti Papa, jejak seperti Papa.”

“Ini sih, harus jadi anak sukses pastinya, jaga nama baik keluarga,” kata Ghassaan di rumah duka.

Ia mengaku tidak ada firasat apa pun sebelum kepergian sang ayah.

Bersama saudara-saudaranya, Ghassaan selalu berupaya untuk berpikir positif.

Di mata anak-anaknya, Donny juga merupakan ayah yang perhatian.

“Papa sangat pekerja keras, enggak kenal lelah, selalu menomorsatukan anak-anak. Kakak, aku, dan adik aku,” puji Ghassaan.

Baca juga:

Meski bercerai pada 2017 lalu–setelah 18 tahun berumah tangga–Donny dan Yuni, tetap membesarkan anak-anak mereka bersama.

“Aku anggap Papa sebagai orang tua, tapi juga anggap teman. Apa pun, semua, soal percintaan, sekolah, aku ceritakan semua ke Papa,” kenang Ghassaan.

Bahkan dalam kondisi sakit, Donny juga tidak mau membuat anak dan keluarganya khawatir berlebih.

“Sering banget [bercanda]. Bahkan saat dirawat di rumah sakit sebelumnya, selalu bercanda.”

“Agar terjaga mood kita, tetap happy, enggak yang ‘Aduh, Papa kenapa?’, dibalas sama Papa dengan bercanda,” tutup Ghassaan.