Dua Akun FB atas Nama Ninoy Karundeng Sebut MUI Harus Dibubarkan

  • Bagikan
FB atas Nama Ninoy Karundeng Sebut MUI

Ngelmu.co – Dua akun Facebook, membagikan tulisan yang sama pada hari ini, Rabu, 17 November 2021.

Judulnya adalah ‘Pembuat Fatwa Ahok, Ahmad Zain An-Najah Ternyata Teroris, MUI Harus Dibubarkan’.

Akun Ninoy Karundeng membagikan tulisan tersebut pada pukul 06.52 WIB.

Sementara atas nama Ninoy N Karundeng menyebarkan dua menit setelahnya [06.54 WIB].

Di ujung tulisan juga terdapat keterangan: (Penulis: Ninoy Karundeng).

Dari barisan paragraf, tergambar bagaimana penulis ngotot agar Majelis Ulama Indonesia (MUI), dibubarkan.

Berikut isi tulisan selengkapnya:

MUI sudah saatnya dibubarkan. Bukan hanya semakin ngawur dengan para pentolannya seperti Anwar Abbas, karena MUI menjelma menjadi negara dalam negara.

Sejak kasus penjungkalan Ahok, MUI semakin jumawa. MUI menyimpan pembuat fatwa terhadap Ahok yang ternyata pentolan teroris Muhammad Zain An-Najah.

Posisi Zain sangat penting, yakni pengeluaran fatwa terhadap Ahok. Edan bener framing kejahatan teroris masuk ke MUI.

Terlebih lagi jelas Zain adalah pengikut paham takfiri radikal teroris Wahabi-Salafi.

An-Najah ini bukan sembarang teroris. Dia dicokok oleh Densus 88. Dia adalah anggota Jamaah Islamiyah (JI).

Posisi di MUI sebagai pentolan Ketua Komisi Fatwa MUI.

Tak terbayangkan komisi yang membuat fatwa diisi oleh teroris An-Najah.

Tak terbayangkan fatwa yang keluar kalau bukan ajakan melakukan kebencian dan terorisme pun sangat mungkin muncul.

Maka demi menjaga ormas MUI, Anwar Abbas yang selalu nyinyir terhadap Presiden Jokowi dan pemerintahan Jokowi muncul membela An-Najah dan teroris lainnya: teroris Farid Okbah.

Anwar membuat framing seolah Jokowi memusuhi ulama. Anwar sendiri yang menghembuskan.

Dia membuat framing agar rakyat membenci Jokowi – dengan narasi ngawur Anwar Abbas.

Makin dalam, sejak kemenangan fatwa yang diolah oleh teroris Zain An Najah, bersama dengan Tengku Zulkarnain, Bachtiar Nasir, dan Ma’ruf Amin, kengawuran MUI memusuhi pemerintah dilanjutkan oleh Anwar Abbas.

Narasi framing yang dilakukan oleh Anwar Abbas selalu menyalahkan dan memusuhi kebijakan pemerintah dan pemelintiran fakta.

Bahkan Anwar Abbas ini mencampuri Jokowi untuk memilih Kapolri dari kalangan muslim. Padahal tidak ada korelasi antara jabatan Kapolri dengan agama.

Agak sedeng dan sengkleh otak Anwar Abbas ini.

Ketika Densus 88 menyita 400 kotak amal teroris, Anwar Abbas malah mengecam pemerintah untuk tidak bertindak keras terhadap aksi terorisme dan radikalisme; mengalihkan ke kasus KKB Papua.

Otak sengkleh Anwar Abbas yang tidak paham agama sama sekali itu,

Terkait penangkapan terhadap Farid Okbah, Anwar Abbas kebakaran jenggot membelanya. Dia menyebut Farid anti kekerasan.

Lah faktanya dia melakukan penggalangan teroris Jamaah Islamiyah.

Sebelum ditangkap Farid Okbah ini bertemu dengan Anies Baswedan merancang demo 212. Gila bener.

Pembelaan Anwar Abbas terhadap teroris pengurus MUI adalah hal yang wajar, karena dengan keterlibatan MUI dalam terorisme, maka MUI harus dibubarkan.

Akibat terlibat terorisme para pentolan FPI, pemerintah membubarkan ormas teroris FPI yang dipimpin oleh Munarman dan Muhammad Rizieq Shihab (MRS).

Pernyataan dan pembelaan Anwar Abbas adalah omong kosong membela teroris.

Faktanya Farid adalah anggota top perekrut dan pendukung teroris; dan dalam banyak aksinya dia adalah pembangun kebencian antar umat Islam dengan memusuhi keyakinan Syi’ah.

Publik sebenarnya sudah cukup lama resah dengan aktivitas pesantren dan yayasan yang dipimpin oleh dua teroris Zain dan Farid.

Pengajarnya pun terlibat aksi terorisme yakni Anung Al Hamat.

Selain dua teroris petinggi Pesantren Al Islam itu, satu guru yakni Ustaz Majhul, alias Ustadz antah-berantah tak berilmu, Anung Al Hamat, juga ikut ditangkap.

Sepak terjang Ustadz Majhul ini adalah membangun kebencian dan selalu mengangkat-angkat soal sesat dan firqah – sekte, golongan, dan menganggap pikiran terorisme-nya paling benar dan masuk surga.

Masuknya terorisme dan radikalisme agama sudah disebutkan oleh Said Aqil Siradj melalui ajaran Wahabi dan Salafi, seperti yang diajarkan di Pesantren Al Islam.

Juga pesantren lain yang puluhan jumlahnya, seperti Pesantren Ngruki yang mencetak puluhan teroris termasuk pentolan teroris Abu Bakar Ba’asyir.

Tentu pernyataan Said Aqil ditentang oleh PKS, melalui Bukhori Yusuf yang membela gerakan teroris Wahabi dan Salafi.

Gerakan radikalisme dan terorisme yang merasuki HTI, FPI, kini MUI semakin membahayakan NKRI.

Lebih parah lagi gerakan terorisme yang memasuki lembaga pemerintah dan BUMN juga ancaman nyata terhadap eksistensi NKRI.

Kita dukung Densus 88, BNPT, Polri, TNI, dan BIN untuk bekerjasama merangsek ke jantung terorisme di lembaga, ormas seperti MUI yang lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya, karena masuk ke ranah politik.

Akibat sukses trio Tengku Zulkarnain, Ma’ruf Amin, dan Bachtiar Nasir menjadi pemicu terjungkalnya Ahok – yang sejatinya pintu untuk menjatuhkan Jokowi.

Kejadian ini mengingatkan pada Ahok. Memang kata Ahok ampuh, semua akan dipermalukan.

Bakhtiar Nasir, Tengku Zulkarnain, Ma’ruf Amin – yang dikecam para pendukungnya dulu.

Kini ormas MUI tersangkut terorisme melalui anggotanya: Zain.

Pentolan 212 Bernad Abdul Jabbar, pentolan FPI Munarman, penggerak demo rusuh Ahok, Ketua HMI Mulyadi Tamsir.

Melihat sepak terjang MUI yang kini jelas bagian dari kejahatan terorisme, tidak salah saatnya rakyat Indonesia dan pemerintah membubarkan MUI dari bumi Republik Indonesia.

Pertanyaannya, siapa yang mengelola kedua akun atas nama Ninoy Karundeng tersebut?

Dapatkah mereka mempertanggungjawabkan tulisan yang telah dibagikan?

Baca Juga:
  • Bagikan