Ferdinan Sumarauw Daniel, Pria yang Meninggal Dunia 4 Jam Setelah Ucapkan Dua Kalimat Syahadat

  • Bagikan
Ferdinan Sumarauw Daniel

Ngelmu.co – Kisah ini lahir dari Ferdinan Sumarauw Daniel, warga Lingkungan VI, Kelurahan Banjer, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara. Ia mengembuskan napas terakhirnya, empat jam setelah resmi menjadi seorang mualaf.

Unggah Madzhabullah Ali, tetangga Hidayatullah Daniel, di akun Facebooknya, Senin (26/8).

Ferdinan Sumarauw Daniel yang biasa dipanggil Pedi itu, mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengakui ke-Islamannya, sekitar pukul 15.00 WITA, Senin (26/8) kemarin.

Dituntun Imam Masjid At Thohirin, Abdullah M Ismail, Pedi pun mendapatkan nama Islami, Hidayatullah Daniel.

Pedi yang juga seorang yatim piatu itu, meninggal dunia karena penyakit asma akut yang ia idap sejak satu bulan lalu.

Ia mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 19.30 WITA.

Madzabullah Ali yang merupakan tetangga Pedi pun mengatakan, keinginan Pedi untuk masuk Islam, terucap beberapa pekan terakhir. Tidak ada paksaan dari lingkungan maupun keluarga.

“Almarhum adalah seorang Nasrani sejak kecil. Memang lingkungan di sini, rata-rata beragama Islam. Tapi tidak pernah ada paksaan, karena memang di sini semua saling menghargai,” tuturnya.

“Hanya, baru-baru ini, almarhum mulai belajar Islam dan berkeinginan untuk masuk Islam,” lanjut Ali, seperti dilansir Kumparan.

Ali mengaku terharu, saat mengetahui teman masa kecilnya tersebut mengucapkan dua kalimat syahadat, dan mendengar almarhum meninggal 4 jam setelah menjadi seorang mualaf.

“Mungkin ini yang dinamakan hidayah dan kebesaran dari Ilahi. Nama islami almarhum, Hidayatullah, mungkin pas untuk menceritakan proses dirinya menjadi mualaf,” ujarnya.

Diketahui, pria kelahiran 9 Oktober 1979 yang sehari-hari terbiasa membantu tantenya membuat dan menjual kue itu, membaca dua kalimat syahadat mengenakan pakaian serba putih.

  • Bagikan