Ganjar Bicara soal Tebang Tanam Pohon, Warganet Sodorkan Pertanyaan

  • Bagikan

Ngelmu.co – Melalui media sosial Twitter pribadinya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membagikan video berdurasi satu menit, yang merekam kegiatan menanam pohon di Lorotan, Pati, Rabu (15/1) lalu.

“Bagi yang menebang satu pohon harus menanam seribu batang. Kamu setuju nggak?” tanya @ganjarpranowo.

Melihat hal tersebut, bukan menjawab, warganet justru kembali melemparkan pertanyaan kepada pria 51 tahun itu.

Salah satunya, sutradara, aktivis, dan jurnalis, Dandhy Dwi Laksono.

“Berani mulai dari PT Semen Indonesia di Rembang?” tanya @Dandhy_Laksono, sembari melampirkan potret lahan yang jauh dari ‘penghijauan’.

Baca Juga: Keberadaan KPAI Dipertanyakan, Usai Siswa Jujur Nonton Film P*rno dapat Laptop dari Ganjar

Selain Dandhy, warganet lainnya, Bahtiar Maulardi, juga bertanya pada Ganjar, bagaimana dengan kondisi hutan yang dirusak untuk wisata Lereng Lawu.

“Kalau yang ini gimana, Pak?” kata @bahtiarmaulardi.

Pengguna media sosial lainnya juga ikut berkomentar, dan berharap apa yang disuarakan Ganjar, bisa benar-benar terealisasi.

Johan Stefanus: Semoga teralisasi secara baik.

Namun, unggahannya itu tetap tak luput dari komentar negatif.

Suwito: Kala pencitraan untuk menutupi gersangnya hutan di Rembang.

Mereka mempertanyakan, ada atau tidaknya lahan untuk menanam pohon dengan jumlah yang Ganjar suarakan.

Razin: Setuju, Pak. Kalau lahan di Kalimantan untuk ibu kota baru, kira-kira menebang berapa pohon ya, Pak? Kira-kira lahan pengganti untuk seribu batang tiap pohonnya di mana ya?

Sedangkan Shigaruu, mengaku tak setuju jika kesepakatan itu hanya diberlakukan untuk masyarakat.

“Saya tidak setuju, Pak, kalau itu hanya berlaku pada masyarakat. Padahal yang lebih urgent diberlakukan pada korporat,” tegasnya.

  • Bagikan