Keberadaan KPAI Dipertanyakan, Usai Siswa Jujur Nonton Film Porno dapat Laptop dari Ganjar

  • Bagikan

Ngelmu.co – Seorang penulis, peneliti, serta pengajar di bidang kajian Islam, Ustaz Akmal Sjafril, mempertanyakan keberadaan KPAI; Psikolog Anak, Seto Mulyadi (Kak Seto); hingga Ormas Islam, usai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memberikan laptop kepada seorang siswa, karena berani jujur pernah menonton film porno.

“KPAI mana? Kak Seto? Ormas Islam? Apa kabar?” cuitnya melalui akun Twitter, @malakmalakmal, Senin (16/12) kemarin.

Pertanyaan Ustaz Akmal pun mendapat tanggapan dari warganet, yang juga mengaku heran dengan sikap Ganjar.

Zahyu: Melakukan maksiat lalu dengan bangga diumbar ke umum, malah diberi apresiasi/hadiah. Anda waras?

Joni Firdaus: Serupa dengan kerjaan komunis China, merusak akhlak warga dengan pornografi dan narkoba.

Dony Muhammad: Nonton bokep di Jateng difasilitasi 🤣🤣

Afifah: Jujur itu baik, tapi jujur melakukan kemaksiatan itu harusnya malah dihukum.

Eko Wijaya: Karena rusak sudah dimulai dari kepala, tinggal tunggu membusuknya saja, seluruh anggota tubuh.

Abdul: Pengen laptop gratis? Nonton film porno dulu, begitu ‘kan Pak @ganjarpranowo? Kulo pekalongan, Pak.

Robbi Nugraha: Jujur melakukan maksiat dikasih hadiah. Ini sih g*blok yang ngasih hadiahnya. Siapa sih yang ngasih hadiahnya? 😪

ST Sungkar: “Heran, Ganjar ini ngakunya Islam, tapi malah bangga pamer maksiat, yang berpotensi merusak moral dan akhlak anak muda.

Seharusnya diupayakan agar dia dapat teguran atau sangsi, tapi gilanya malah ada yang mendoakan dia dapat hidayah.”

Baca Juga: Akibat Ganjar, Warganet Kembali Mengingat Penolakan PDIP Terhadap RUU Pornografi

Sebelumnya, Ganjar sendiri yang membeberkan kisah itu kepada publik, lewat sebuah video podcast Deddy Corbuzier.

Dalam video berdurasi 53 menit 24 detik itu, Ganjar mengakui, dirinya pun pernah menonton video porno, dan tak malu menyampaikannya kepada publik.

Ia juga pernah memberikan sebuah laptop kepada seorang siswa yang berani jujur, ketika berinteraksi dalam kesempatan ‘Gubernur Mengajar’.

“Saya punya program Gubernur Mengajar. Pernyataan saya agak enak. Jangan radikal ya, yang Pancasilais ya, jangan narkoba ya, jangan porno ya, ‘kan ini anak-anak, wajib dong (bilang seperti itu),” kata Ganjar.

Namun, saat berada di sebuah kelas, Ganjar menanyakan hal yang dianggap tabu oleh sebagian orang, kepada para siswa.

“Kita boleh jujur gak ya di ruang kelas ini? Siapa yang pernah nonton gambar porno, video porno?” ungkapnya ke Deddy.

Mendengar pertanyaan tersebut, baik guru maupun siswa, semuanya terdiam.

“Gak ada yang jawab. Diam Semua. Saya tanya, ini kalian sedang jujur atau bohong,” lanjut Ganjar bercerita.

Setelah itu, barulah ada seorang siswa yang berani mengangkat tangannya, dan menyatakan pernah menonton.

“Saya, Pak!” jawab siswa kepada Ganjar.

“Sini kamu. Kenapa kamu nonton?” tanya Ganjar memanggil anak itu.

Siswa tersebut pun mengaku, menonton film porno untuk sekadar eksplorasi.

“Kalau kamu (eksplorasi) tidak ada guru, guide-nya, itu pendidikan seks-nya nanti keliru. You know? Kamu saya kasih laptop,” aku Ganjar pada Deddy.

“Dia (siswa) punya potensi leadership, dia jujur. Mengakui sebuah kesalahan itu bagian dari sportivitas, bagian dari kesatria dia,” tegas Ganjar.

Baca Juga: Pak Ganjar, Ada Salam dari Rakyat Indonesia

Dalam kesempatan yang sama Ganjar juga mengaku suka menonton film porno, dan menyatakan, jika tak ada salahnya seorang pria dewasa melakukan hal tersebut.

“Saya pernah gak sengaja mencet, gak sengaja ngirim, (kemudian ada yang bertanya) ‘Pak Ganjar, ini kok Pak Ganjar nonton film porno?’,” tuturnya.

“Eh, kalau saya nonton film porno itu salah saya di mana? Wong saya suka kok. Saya sudah dewasa, saya punya istri, yang gak boleh ‘kan saya kirim-kirim itu, di undang-undang ITE, gak boleh menyebar,” lanjutnya membeberkan jawaban kepada staf-nya, yang disambut tawa Deddy.

Baca Juga: Soal Ganjar Pranowo dan Film Porno, Warganet Jawab Salahnya di Mana

  • Bagikan