GEGER!! Netizen dan BANG JAPAR BONGKAR TOKOH di Balik Pembatalan Festival Pantun

Festival Pantun

Ngelmu.co – Acara Festival Pantun Betawi yang rencananya diadakan untuk memperingati Sumpah Pemuda, kemarin, Sabtu, 28 Oktober 2017 di Kampung Pela Mampang, Jakarta Selatan dibatalkan sepihak oleh kepolisian. Seharusnya festival kebudayaan itu direncanakan akan dibuka oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Pembatalan Festival Pantun Betawi oleh pihak kepolisisan serta alasannya itu diungkapkan oleh netizen dengan akun @topelucky.

Akun @topelucky menuliskan pada akun mesia sosial twitternya bahwa alasan pembatalan acara Festival Pantun Betawi tersebut di bawah ancaman Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Sidharto Danusubroto, yang mengancam akan memecat kapolres dan kapolsek jika tak membatalkan acara tersebut.

Tidak hanya netizen, hal senada juga diucapkan oleh Sekjen Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), Eka Tjahja. Eka mengatakan jika pembatalan acara secara sepihak tersebut karena adanya permintaan salah satu Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Sidharto Danusubroto.

Baca juga: Ini Catatan Merah Di 3 Tahun Pemerintahan Jokowi

“Inilah bentuk arogansi seorang pejabat negara yang mengintervensi aparat kepolisian untuk membatalkan acara yang sudah direncanakan sejak beberapa bulan lalu,” ungkap Eka, Sabtu, 28 Oktober 2017. Panitia penyelenggara Festival Pantun Betawi, Usamah Abdul Aziz menceritakan bahwa pihak penyelenggara mendatangi rumah Danusubroto untuk meminta izin dan menyatakan berjanji tidak bakal menganggu. Namun, kedatangannya justru disambut dengan tidak baik.

“Kami ditegur oleh beliau dengan nada tinggi tanpa mau mendengar penjelasan panitia terlebih dahulu dan berlalu meninggalkan kami di depan kediamannya. Katanya, kami dituduh nyari duit, segala macam. Padahal, ini acara karang taruna dengan relawan Jakarta Maju Bersama, melibatkan RT, RW, kelurahan, dan kecamatan,” tutur Usamah.

Pada siang harinya, polisi mengeluarkan lagi izin untuk acara tersebut. Namun, walaupun surat izin diterbitkan kembali, Usamah mengaku tak bisa melanjutkan acara lantaran vendor dan bazar sudah terlanjur dibatalkan. Pembatalan acara tersebut menyebabkan panitia rugi sekitar Rp400 juta.

Sumber: Portal Islam

NEXT