Berita  

Gudang Lazada dan SiCepat Kebakaran

Gudang Lazada SiCepat Kebakaran
Foto: Antara/Fathul Habib Soleh

Ngelmu.co – Gudang penampungan barang milik Lazada dan SiCepat di Cengkareng, Jakarta Barat, kebakaran pada Kamis (21/3/2024) malam.

Bayu Sultan adalah warga yang tinggal di kawasan titik kebakaran.

Ia menyaksikan bagaimana orang-orang berlarian saat percikan api muncul di areal logistik tersebut.

“Kebakaran… kebakaran…,” tutur Bayu yang mengaku tersentak saat mendengar teriakan itu.

Mereka yang berlarian itu adalah karyawan Gudang Lazada dan SiCepat.

Mendengar teriakan manusia, Bayu langsung keluar dari Musala Al-Barokah.

Musala tersebut berjarak selemparan batu di depan Gudang Lazada.

Bayu menuju areal gudang yang berada di Jalan Pool PPD Nomor 7, RT 10/RW 02, Kedaung Kali Angke, Cengkareng.

“Karyawan sudah panik semua. Ada yang menyelamatkan barang-barang,” ujar Bayu, Jumat (22/3/2024) dini hari.

Tiba di bangunan SiCepat, Bayu melihat percikan api sudah menjalar di bagian plafon.

Di samping bangunan itulah berdiri Gudang Lazada.

Dengan panik, para karyawan mulai mengungsikan sejumlah barang dari gudang.

“Saya sempat rapikan laptop, komputer, berkas-berkas pabrik, surat-surat, mesin fotokopi,” kata Bayu, mengingat peristiwa tersebut.

Di Gudang SiCepat, Bayu melihat empat karyawan juga merapikan barang-barang di dalam yang bisa terpakai, dibawa ke luar gudang.

Empat orang itu, kata Bayu, sempat berusaha mematikan api dari aliran listrik menggunakan tabung pemadam api.

Namun, usaha itu gagal.

“Plafon jatuh dari atas. Tertimpa tangan saya ini,” jelas Bayu.

Para petugas keamanan Lazada dan SiCepat, bergotong royong memboyong barang-barang berharga ke luar gudang.

“Di dalam itu barang berharga semua. Ada handphone, pakaian, makanan, jam tangan, dan banyak, sih.”

“Itu barang-barang pesanan pelanggan,” kata Bayu.

Baca juga:

Tidak lama setelah api merayap dari SiCepat ke Lazada, sekitar 20 menit, baru mobil pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi.

Saat petugas datang, mereka langsung melancarkan selang ke bagian gedung SiCepat.

Lazada tidak sebuntung SiCepat.

Bangunan penampungan barangnya memang hangus dan rontok di bagian belakang, tetapi barang-barang sudah digeser ke luar gudang.

Selain menjadi titik mula api menyala, SiCepat berada lebih dekat dengan permukiman warga.

Petugas damkar dikirim ke belakang terlebih dahulu, karena dekat dengan perumahan elite, Green Mansion.

Menurut Bayu, jarak antara gudang SiCepat dengan perumahan itu hanya sekitar tujuh meter.

Warga juga panik. Dari rumah bertingkat, mereka melancarkan selang air, menyiram tembok, pohon, dan mengarahkannya ke pagar gudang.

“Iya, biar api tidak menyambar rumah mereka,” kata Bayu.

Suku Dinas (Sudin) Damkar Jakarta Barat, mencatat, titik api muncul dari Gudang SiCepat.

Dari gudang seluas 300 meter itu api menjalar ke Gudang Lazada.

Dugaannya, api muncul karena korsleting aliran listrik, sementara kawasan yang terbakar ini berada di areal pergudangan Prima Center yang luasnya dua hektare.

Sekitar pukul 00.30 WIB, sudah 17 mobil damkar didatangkan dengan 85 personel.

Api muncul di lokasi pergudangan itu sekitar pukul 21.59 WIB, dan petugas damkar tiba di lokasi 22 menit kemudian.

Saat tiga petugas damkar tampak bergulat dengan selang air di tangan mereka, bangunan SiCepat yang tersisa terlihat tinggal sepotong.

Bangunan lain sudah jatuh ke tanah. Api dan asap menguar, sekilas, bau plastik juga menyengat di areal tersebut.

Sama seperti Gudang Lazada, bagian belakang bangunan itu juga hancur.

Enam petugas damkar di sana sempat kewalahan mematikan api, karena sumber air jauh dari titik kebakaran.

Sekitar 30 menit mereka menunggu stok air.

“Kebakaran ini sangat mudah, karena bahan-bahannya bercampur plastik, kardus, segala macam.