Holywings Semarang Buka Lagi

  • Bagikan
Holywings Semarang Buka
Buka lagi, begini potret gedung Holywings Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (12/7/2022). Foto: detikJateng/Afzal Nur Iman

Ngelmu.co – Setelah dua pekan tutup, Holywings yang berada di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), akhirnya buka lagi.

Namun, baik di area dalam pun luarnya, tidak terdapat tulisan brand ataupun nama Holywings.

Erick Setiawan selaku general manager, mengaku sengaja tidak memakai nama apa pun.

Sebab, pemakaian nama Holywings, mesti menunggu arahan dari manajemen pusat di Jakarta.

Di sisi lain, ia mengaku harus tetap menghidupi 100 karyawan yang bekerja dan ‘menggantungkan hidupnya’ kepada Holywings Semarang.

“Sekarang kami harus buka kembali, tapi enggak mau ada polemik,” kata Erick, seperti Ngelmu kutip dari CNN Indonesia, Kamis (14/7/2022).

“Jadinya ini, kami buka tanpa ada label atau brand nama Holywings,” sambungnya.

“Kasihan, ada 100 orang pekerja dan karyawan yang bergantung hidup, bekerja ke kami,” imbuhnya lagi.

Erick juga menjelaskan, mengapa pihaknya sempat menutup sementara Holywings; sejak akhir Juni lalu.

Alasannya adalah karena tidak mau memperkeruh suasana dan gangguan kamtibmas di Kota Semarang.

Erick juga menyatakan, saat itu, Holywings Semarang tidak ikut mengunggah promosi minuman beralkohol gratis untuk pemilik nama ‘Muhammad’ dan ‘Maria’.

@ngelmuco Sebelum menyampaikan permintaan maaf terbuka, #Holywings ♬ Backsound Musik Tegang – Faid rafanda

“Kalau kemarin kami tutup, memang atas kemauan kami sendiri,” tuturnya.

“Menjaga kondusivitas Kota Semarang saja, meski kami tidak ikut menawarkan atau menggunggah konten minuman itu,” lanjut Erick.

“Sampai saat ini, kami pun juga menghormati, ikut menjaga Semarang, sehingga tidak memakai memunculkan nama Holywings,” sambungnya lagi.

Baca Juga:

Kepala Satpol Pamong Praja Kota Semarang Fajar Purwoto juga bicara.

Ia menyebut kembali beroperasinya Holywings Semarang adalah hal yang wajar, mengingat seluruh perizinan yang berkaitan sudah dimiliki.

Fajar juga berterima kasih, jika pihak manajemen Holywings Semarang, ikut menjaga kondusivitas kota.

“Wajar saja, toh, mereka buat usaha? Izinnya sudah lengkap, karyawan butuh makan, ya, pastinya ingin buka kembali,” ujarnya.

“Terlebih pihak manajemen ikut menjaga Semarang, tidak ikut-ikutan dengan yang kasus di Jakarta,” sambung Fajar.

“Dan kemarin malah ikut tutup, sekarang buka tanpa nama Holywings,” imbuhnya lagi.

Fajar juga menekankan, “Itu sudah dibuka, tapi dengan manajemen yang berbeda, makanya tidak ada papan namanya.”

“Yang penting, terima kasih mereka tutup dulu, Kota Semarang jadi kondusif. Kalau perizinan semua ada,” lanjutnya.

Lalu, Fajar menyebut adanya kemungkinan nama Holywings ‘hilang’ dari gedung usaha.

Informasi itu ia dapat, setelah berkomunikasi dengan pihak manajemen.

“Nanti, itu dalam proses. Nanti namanya apa, beda lagi, karena itu ranah dinas pariwisata,” jelas Fajar.

Ia mengingatkan, “Yang penting, selama di Kota Semarang, patuhi aturan yang berlaku di Kota Semarang.”

“Jangan promo menyimpang, apalagi yang sifatnya sensitif,” sambung Fajar.

“Karena kalau sudah sensitif, apalagi sudah gejolak, pasti Satpol PP akan melakukan penutupan sementara dan [memasang] police line,” pungkasnya.

  • Bagikan