IDI Jawab Luhut soal Pemerintah akan Permudah Dokter Asing Masuk RI

  • Bagikan
IDI Luhut Dokter Asing

Ngelmu.co – Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menjawab niat pemerintah membangun rumah sakit internasional, serta mempermudah dokter spesialis asing masuk ke Tanah Air; sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, Kamis (13/8) lalu.

Bicara soal Kualitas Dokter

Wakil Ketua Umum IDI, Slamet Budiarto, menegaskan jika yang perlu pemerintah lakukan adalah mengoptimalkan dokter WNI, bukan melonggarkan izin bagi dokter asing.

“Kualitas dokter kita sama dengan di luar negeri,” tuturnya, seperti dilansir Tempo, Sabtu (29/8).

Layanan kesehatan di Indonesia, menurut Slamet, kalah dengan luar negeri karena alat kesehatan yang ketinggalan jauh.

“Di luar negeri, alat kesehatan dan obat pajaknya, zero. Sehingga murah,” jelasnya.

Sedangkan Indonesia, lanjut Slamet, memberlakukan pajak yang besar untuk alat kesehatan.

Itu sebabnya, rumah sakit tak mampu membeli alat kesehatan yang canggih.

Ia juga memaparkan, besarnya pembiayaan kesehatan dari pemerintah di luar negeri.

Tidak seperti di Indonesia, yang pembiayaan kesehatan dari pemerintah, sangat kecil.

Slamet pun berpesan, jika pemerintah berniat memajukan dunia kedokteran Tanah Air, ada empat langkah yang perlu dipenuhi:

  1. Jangan kenakan pajak alat kesehatan dan obat,
  2. Harus rasional-nya pembiayaan kesehatan,
  3. WNI lulusan universitas top luar negeri diminta kembali ke Indonesia, dan
  4. Memperbaiki sistem kesehatan.

“Jika empat langkah ini dilakukan, maka dunia kedokteran di Indonesia, akan maju dan tidak perlu mendatangkan dokter asing,” pungkas Slamet.

Optimalkan SDM Bidang Kedokteran

Wakil Ketua Umum PB IDI, dr Adib Khumaidi, juga menyampaikan jika sumber daya manusia (SDM) di bidang kedokteran RI-lah yang seharusnya di-optimalkan.

“Yang jelas, ‘kan kita punya aset 180.000 dokter. Artinya kita memaksimalkan dari sejumlah itu untuk kemudian meningkatkan konsep pelayanan,” tuturnya.

“Jadi, sudah cukup itu untuk menjadi aset, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dari sisi SDM,” imbuhnya, seperti dilansir Detik, Selasa (18/8) lalu.

“Itu yang perlu menjadi perhatian, bukan kemudian mendatangkan dokter asing,” tegas Adib.

Permudah Penyediaan Alat Medis

Penyanyi Tompi, yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis bedah plastik, turut berkomentar.

Menurutnya, yang perlu dipermudah adalah penyediaan alat medis, bukan tenaga medis asing.

“Pak Luhut, yang dipermudah itu import alat medis, bukan tenaga medisnya. Pajak alat medis ampun…,” tulisnya di akun Twitter, @dr_tompi.

Baca Juga: Luhut soal Terapi Arak Bali Obati COVID-19: Saya Dukung Sajalah

Sebelumnya, Luhut, mengatakan adanya niatan pemerintah membangun rumah sakit internasional dan mempermudah dokter spesialis asing masuk ke Indonesia.

Hal ini dilakukan, agar masyarakat yang ingin mendapat pengobatan khusus, tak perlu pergi ke negara lain.

Kemudahan bagi dokter asing itu, kata Luhut, akan dilakukan dengan memberikan visa khusus kepada pihak terkait, agar proses administrasi yang diperlukan untuk masuk ke Indonesia, jadi lebih mudah.

“Kami sudah pertimbangkan visa itu untuk orang-orang spesifik, kerjanya, saya kira enggak perlu (ribet),” ujarnya, dalam webinar yang digelar Apindo.

“Kemudian, boleh ada multiple visa, buat spesifik orang-orang yang kita butuhkan untuk kegiatan dalam negeri,” sambungnya, seperti dilansir CNN, Kamis (13/8).

Bahkan, Luhut mengklaim, rencana itu sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Presiden (Jokowi) sudah setuju, kami akan buka RS internasional. Jadi, dokter-dokter yang kelas 1 bisa praktek dan transfer teknologi dengan dokter kita,” bebernya.

“Sehingga orang kita tidak habiskan (uang) untuk pengobatan keluar negeri,” lanjutnya lagi.

Indonesia, menurut Luhut, dapat meniru beberapa negara di Asia Tenggara, seperti:

  • Singapura,
  • Malaysia, hingga
  • Australia.

Rumah sakit yang ada di ketiga negara itu, kerap jadi rujukan masyarakat untuk berobat.

Baca Juga: Pemerintah Kucurkan Rp90,45 M untuk Influencer, ICW Sebut 4 Nama Artis

Hal ini juga bertujuan untuk mengembangkan kualitas rumah sakit di Indonesia.

“Jadi, semua saya pikir dalam konteks kebutuhan nasional, kami benchmarking saja ke negara-negara sekitar kita,” kata Luhut.

Pembangunan rumah sakit internasional itu, sambungnya, kemungkinan akan bekerja sama dengan rumah sakit di negara lain yang memiliki reputasi bagus.

“Kami ingin engage dengan RS terkenal, seperti Mayo (Clinic), apakah John Hopkins, apakah bisa RS terkenal lain,” ungkap luhut.

Di masa pandemi ini, imbuhnya, orang-orang yang tak dapat ke luar negeri menjadi potensi pasar di bidang kesehatan.

Potensi yang belum dioptimalkan, karena kemampuan rumah sakit di Indonesia, menurut Luhut, masih terbatas.

“Orang yang berobat ke Singapura, ke Malaysia, sana, Penang, segala macam, ‘kan enggak berobat,” ucapnya.

“Itu kami hitung, mungkin miliaran dolar. Itu kami ingin dibelanjakan di dalam negeri,” pungkasnya.

  • Bagikan
ngelmu.co