Tugu Tol Madiun

Jasa Marga Jelaskan Tugu Tol Madiun yang Dinilai Publik Mirip Palu Arit

Diposting pada 2.455 views

Ngelmu.co – Setelah publik ramai-ramai mengomentari tugu tol Madiun, di persimpangan susun, Jawa Timur, dengan menyebut bentuknya mirip palu-arit—logo dari Partai Komunis Indonesia (PKI), yang dibubarkan pada 1960 silam—pihak Jasa Marga pun memberikan penjelasan.

Kata Jasa Marga soal Tugu Tol Madiun

Membantah tugu tersebut berlogo palu-arit, pengelola jalan tol Madiun itu mengatakan, logo itu menggambarkan Jasa Marga.

“Tugu iconic tersebut menggambarkan logo perusahaan yang berfungsi sebagai branding perusahaan, serta diharapkan sebagai penanda bagi pemakai jalan yang belum mengetahui akses Gerbang Tol Madiun,” demikian keterangan pers PT Jasa Marga (Persero), Senin (10/2).

PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) merupakan pengelola jalan tol Ngawi-Kertosono, bagian dari kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero).

Direktur Utama PT JNK, Dwi Winarsa, dalam keterangan pers tersebut menjelaskan, sejak 9 Mei 2018 lalu, perusahaannya resmi menyandang nama baru.

Sebelumnya PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ), menjadi PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK).

“Dilihat dari sisi sudut tertentu tugu Iconic membentuk huruf J-N-K. Tugu menjulang vertikal, jika dilihat dari arah barat ke timur membentuk huruf ‘J’,” kata Dwi, seperti dilansir CNN.

“Lengkung jalan tol yang melingkar, jika dilihat dari atas akan membentuk huruf ‘N’, serta yang terakhir, secara keseluruhan jika dilihat dari arah SS [Simpang Susun] Madiun ke arah timur, akan membentuk huruf ‘K’,” imbuhnya.

Baca Juga: Tak Digaji, Aminatus Sadiyah Ikhlas Ajarkan Warga Pedalaman Papua Mengaji

Bentuk tugu Iconic itu, lanjut Dwi, berasal dari logo JNK yang memiliki dasar warna biru, putih, dan kuning.

Sementara terkait lokasi penempatan tugu, ia menjelaskan, GT Madiun merupakan akses strategis keluar masuk kendaraan yang akan menuju Kota Madiun, Ponorogo, Magetan, Pacitan, dan sekitarnya.

Di area pintu tol tersebut, sambung Dwi, juga akan dibangun gedung Kantor Pusat PT JNK.

“Selain itu, kami mencatat di GT Madiun memiliki volume lalu lintas tertinggi, dibandingkan dengan GT lainnya, seperti Caruba maupun Nganjuk,” tuturnya.

“Pembangunan tugu Iconic akan dilengkapi dengan penambahan huruf JNK tinggi sekitar 1.5 meter, dari bahan acrylic dengan pencahayaan tinggi,” jelas Dwi.

Huruf JNK, nantinya akan ditempatkan sebelah kanan tugu, dan pelaksanaannya akan dikerjakan pada tahun ini.

Dinilai Mirip Palu-Arit

Sedangkan bagi masyarakat luas, JNK itulah yang kemudian dinilai mirip dengan lambang Palu-arit.

Seperti yang sebelumnya dibahas oleh Mantan Anggota DPR—eks Menpora—Roy Suryo, di media sosial Twitter.

“Tweeps, patung yang terletak di pinggir Jalan Tol Madiun ini lagi kontroversi, banyak pihak yang menginginkan patung ini dibongkar, karena mengingatkan trauma masa lalu di daerah tersebut, sekitar tahun 1948 silam. Bagaimana pendapat Anda? Benarkah Patung ini mirip-mirip simbol-simbol tertentu?” tulis @KRMTRoySuryo2, Ahad (9/2).

Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, pun turut menanggapi kicauan Roy.

Ia mengatakan, “Kesan ‘Palu Arit’ tak bisa dinafikan. Apakah ada kesengajaan?” tanya @fadlizon.

Di akhir, meskipun pihak Jasa Marga telah memberikan penjelasan, Roy menilai, tugu tol Madiun sudah telanjur memicu kontroversi.

“Meski pihak PT JNK/Jasamarga Ngawi-Kertosono-Kediri saat rapat di Gedung Bakesbangpol Kab. Madiun di Caruban, Rabu (05/02/20) lalu, sudah menjelaskan bahwa patung tersebut adalah ‘Logo JNK’ yang belum jadi (masih harus dicat bagian lengkungnya dengan Kuning), tetapi telanjur jadi kontroversi,” pungkas Roy.