Berita  

Kapal Perang Cina Masuk Natuna, Said Didu: Mana Peneriak ‘NKRI Harga Mati’?

Kapal Perang Cina Masuk Natuna
Kapal perang Angkatan Laut Cina--destroyer peluru kendali Kunming (172). Nelayan sebut kapal tipe 052D, destroyer kelas Luyang III ini telah memasuki zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia, pada Senin (13/9/2021). Foto: shipshub.com

Ngelmu.co – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, membenarkan bahwa kapal perang Cina, menerobos Laut Natuna Utara.

Mendapati kabar ini, mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu pun menanyakan keberadaan para peneriak slogan ‘NKRI Harga Mati’.

“Mana nih para peneriak slogan NKRI harga mati? Ayo, tunjukan,” tuturnya melalui akun Twitter pribadi, @msaid_didu, seperti Ngelmu kutip, Sabtu (18/9).

Bukan tanpa alasan. Pasalnya, penerobosan tersebut memang membuat nelayan setempat ketakutan.

“Nelayan merasa takut gara-gara ada mereka di sana. Apalagi itu kapal perang,” kata Hendri selaku Ketua Aliansi Nelayan Natuna.

“Kami ingin pemerintah ada perhatian soal ini, supaya nelayan merasa aman saat mencari ikan,” imbuhnya.

Pada Senin (13/9) lalu, nelayan di Kepulauan Riau, melihat enam kapal Cina, wira-wiri di Laut Natuna Utara.

Hendri juga memperlihatkan beberapa video yang nelayan ambil di koordinat 6.17237 Lintang Utara, dan 109.01578 Bujur Timur.

Video tersebut menunjukkan bagaimana enam kapal Cina, berada di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia.

Kapal destroyer Kunming-172 merupakan yang terlihat paling jelas.

Baca Juga:

Para pengguna Twitter yang membaca twit Said pun merespons. Seperti pemilik akun @conan_idn.

“Pak Dudung ke mana? Jangan cuma beraninya lawan baliho,” ujarnya.

“Menteri Pertahanan kita mana, ya?” sahut @tejaprigato.

“Apa karena pertahanan, ya, jadi bertahan saja? Harusnya ada Menteri Penyerangan, ya?” sambungnya.

Akun @BNatawijaya, pun sepakat. “Yang paling menyebalkan, ya, pemerintah, cc Menhan @prabowo, masih kalem saja.”

“Beda waktu Pilpres dulu yang sampai gebrak-gebrak meja,” kritiknya.