‘Kenyang Tak Harus Makan Nasi’, Ma’ruf Amin: 2 Pisang Cukup Mengenyangkan

  • Bagikan
Ma'ruf Amin Pisang

Ngelmu.co – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mendengungkan gerakan diversifikasi pangan dengan jargon ‘Kenyang Tak Harus Makan Nasi’.

Ia membicarakan hal ini ketika kunjungan kerja di Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), Rabu (30/3/2022).

“Dua buah pisang itu setara dengan satu porsi nasi seberat 100 gram.”

Demikian tutur Ma’ruf, dalam keterangannya yang diterbitkan Setwapres, Rabu (30/3/2022), mengutip CNN Indonesia.

“Jadi, sebenarnya kalau bapak, ibu, makan dua buah pisang, itu artinya sudah cukup mengenyangkan, untuk mengganti satu porsi nasi,” sambungnya.

“Tapi biasanya, kita makan nasi, iya, pisang juga iya. Itu sudah berlebihan,” imbuhnya lagi, sembari bergurau.

Tanggapan Netizen

Sebagaimana pernyataan pejabat negara pada umumnya, pernyataan Ma’ruf, kali ini juga menyita perhatian publik.

Mereka yang aktif di media sosial; Twitter khususnya, ramai-ramai memberikan tanggapan.

“Perut usia sepuh, beda dengan perut usia produktif, Pak,” kata @prayetnosami1.

“Kemarin disuruh makan makanan yang rebusan atau kukusan, sekarang dianjurkan makan dua pisang sebagai gantinya nasi,” cuit @harisyaban.

“Care banget, ya, pimpinan-pimpinan kita. Idenya brilian banget,” sambungnya menyindir.

“Orang tua, sama anak muda, beda,” sahut @aldrikdwi.

Masna juga tidak sepakat dengan Ma’ruf. “Enggak, Pak. Saya makan pisang satu sisir saja enggak kenyang.”

“Bagus sih, makan buah-buahan, tapi lebih bagus lagi, kalau kita lihat kinerja bapak. Xixixi 😁,” timpal @DanielAgungS_, tertawa.

Baca Juga:

Masih pada kesempatan yang sama, Ma’ruf menjelaskan, bahwa pisang adalah komoditas unggulan Indonesia.

Di dalam negeri, pangsa pasarnya juga makin potensial. Bahkan, produksi pisang Indonesia, meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2020, misalnya. Ma’ruf, merinci produksi pisang mencapai lebih dari 8 juta ton.

Volume ekspor pisang yang kemudian mencapai 5.500 ton, per Mei 2021.

“Ini terbesar kedua, setelah ekspor buah manggis. Jadi, kita, pertama manggis, nomor dua itu pisang,” beber Ma’ruf.

Maka itu Ma’ruf, meminta keberhasilan model pemberdayaan ekonomi sektor pertanian, terus dikembangkan.

Ia juga berharap, gubernur dan para bupati di Jatim, dapat memperluas pengembangan hortikultura untuk peningkatan ekspor serta ekonomi daerah.

Sebab, Ma’ruf yakin, program pemerintah tersebut dapat menghindari urbanisasi atau perpindahan masyarakat pedesaan ke kota.

Ma’ruf menekankan, desa harus berinovasi, agar tetap bisa menarik.

“Istilah yang sering diucapkan orang. Tinggal di desa, rezekinya, rezeki kota, kemudian bisnisnya, bisnis mendunia,” sebut Ma’ruf.

“Nah, ini sekarang juga melalui pisang cavendish. Ia tinggal di desa, tapi rezekinya, rezeki kota,” imbuhnya.

“Ia berjualan sampai ke Singapura, ke Timur Tengah, ke Cina, dan lain sebagainya,” ucap Ma’ruf lagi.

  • Bagikan