KH Idrus Ramli Beberkan Alasan Dirinya Tidak Pilih Ma’ruf Amin di Pilpres 2019

Diposting pada 2.223 views

Ngelmu.co, JAKARTA – Rais Syuriah PCNU Kencong, Jember, Jawa Timur KH Muhammad Idrus Ramli membeberkan alasan mengapa dirinya tidak memilih sesepuh NU yang juga Ketua MUI nonaktif Prof Dr KH Ma’ruf Amin dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Rabu 17 April 2019 mendatang.

Pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri ini sebenarnya mengagumi sosok KH Ma’ruf Amin. Terutama dalam hal kealiman dan konsistensinya terhadap Agama.

Baca juga: Posting Foto KH Ma’ruf Amin Sholat, KH Idrus Ramli Cerita Khalifah Umar ‘Pensiun’

“Yang duduk di kursi belakang adalah al-Mukarrom Prof Dr KH Ma’ruf Amin. Terus terang sejak dulu saya mengagumi beliau karena dua hal; kealimannya dan konsistensinya terhadap agama,” kata Idrus Ramli dalam postingan dengan foto KH Maruf Amin dalam akun facebook yang dikutip Ngelmu.co pada Senin (21/1/2019).

“Saya setiap bertemu beliau, selalu melakukan tiga hal; mencium tangan beliau, mendengarkan dawuh beliau dan tentu minta foto bersama beliau. Dan seandainya setelah ini bertemu beliau, pasti hal itu saya lakukan pada beliau,”imbuhnya lagi.

Namun demikian, dalam Pilpres, dirinya keberatan memilih KH Ma’ruf Amin dengan beberapa alasan. Yang pertama, kata dia, derajat keulamaan beliau lebih tinggi daripada jabatan kepresidenan atau jabatan apapun. “Saya enggan menukar derajat keulamaan beliau dengan jabatan apapun,”tandasnya.

Kedua, kata dia, dirinya merasa sayang pada beliau kalau sampai terjun dalam pusaran politik Indonesia akhir-akhir ini, yang tentu khawatir mengotori beliau. “Ketiga, kondisi fisik beliau sepertinya kurang sehat yang akan menjadi persoalan dalam mengemban tugas pemerintahan yang pasti berat,”pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Pilpres diikuti dua pasang calon yakni Jokowi-Ma’ruf Amin dengan nomor urut 01 yang diusung PDIP, Golkar, Nasdem, PKB, PPP dan didukung PSI dan Perindo. Sementara paslon nomor urut 02 adalah Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra, PKS, PAN, Demokrat serta didukung Partai Berkarya.